Mutasi membuat penampilan gymnocalycium jadi istimewa.

G. mihanovichii triplehead koleksi Fransiska Lucia Novi di Semarang, Jawa Tengah.

G. mihanovichii triplehead koleksi Fransiska Lucia Novi di Semarang, Jawa Tengah.

Namanya terdengar indah di telinga, Gymnocalysium mihanovichii—dalam bahasa Yunani berarti kelopak telanjang, merujuk pada bantalan kuncup bunga tanpa duri sama sekali. Tubuhnya belang-belang, warna hijau dan kuning berselang-seling. Kaktus asal Amerika selatan itu terus terbayang-bayang di benak Fransiska Lucia Novi. Ia seperti tengah kasmaran, ingin menatap wajah Gymnocalysium mihanovichii berulang-ulang.

Itulah sebabnya setiap pagi pehobi di Semarang, Jawa Tengah, itu senantiasa menyambangi Gymno. Fransiska semringah melihat dua anakan berpenampilan abnormal muncul dari indukan. Tanaman pertama berkepala 3 alias triplehead, sedangkan tanaman kedua bertubuh kristata. Fransiska bangga sebab memiliki kaktus berpenampilan unik merupakan idaman setiap pehobi.

Warna eksotis

G. mazanense variegata

G. mazanense variegata

Kaktus itu membuat Fransiska jatuh hati lantaran memiliki pola warna eksotis dan berkarakter bandel. Menurut Fransiska kemunculan mutasi membuat tanaman kian sempurna. Lihat saja mihanovichii triplehead yang menjadi klangenanannya. Dalam satu tanaman terdapat 3 kepala yang saling berimpitan. Setiap kepala yang menyembul berbalut corak warna perpaduan merah muda dan hijau tua.

Andre Atmadja di Surabaya, Jawa Timur, juga mengoleksi mihanovichii berpenampilan fenomenal. Sekujur tubuh kaktus berumur 8 tahun itu tertutup oleh warna merah menyala dan hijau gelap. Di setiap punggung lekukan atau ribs terdapat duri berukuran kecil. Andre baru mengoleksi gymnocalycium setahun belakangan. Ia tergoda mendatangkan tanaman anggota keluarga Cactaceae itu lantaran mudah dirawat.

G. denudatun cv. kikko nudum koleksi Sugita Wijaya di Surabaya, Jawa Timur.

G. denudatun cv. kikko nudum koleksi Sugita Wijaya di Surabaya, Jawa Timur.

Meski tergolong baru terjun ke dunia kaktus, Andre mengoleksi aneka gymnocalycium berparas eksotis dan langka. Sebut saja Gymnocalycium ochoterenae variegata yang menjadi kesayangannya. Kaktus belang itu koleksi paling spesial bagi Andre. Maklum, penampilan ochoterenae abnormal itu memang cantik. Tubuhnya berbalut tiga warna seronok—kuning, jingga, dan hijau—membaur membentuk kombinasi nan apik.

Baca juga:  Beberapa Jenis Kaktus Mini Yang Lucu

Yang membuat kian istimewa, ribs ochoterenae itu mengalami mutasi bentuk dan mendekati kristata. Akibatnya ribs yang semula halus berubah bergelombang. Di setiap ribs terdapat duri berukuran pendek. Andre memperoleh kaktus abnormal itu dari seorang kolektor di tanahair. Gymnocalycium belang menawan lainnya adalah G. spegazzinii. Spegazzinii merupakan spesies yang mendiami dataran tinggi Argentina utara dan Bolivia.

G. denudatum istimewa lantaran bertubuh gelap.

G. denudatum istimewa lantaran bertubuh gelap.

Mereka hidup soliter alias menyendiri di tanah-tanah subur atau seputar padang rumput. Kaktus yang namanya diambil dari nama seorang botanis asal Argentina, Carlos Luis Spegazzini, itu memiliki paduan warna kuning dan hijau. Lekuk tubuhnya tersusun dari tonjolan-tonjolan kecil yang saling berimpitan lantaran mengalami mutasi. Setiap tonjolan memiliki duri berjumlah 3 pasang, berwarna kecokelatan, dan menghadap ke segala arah alias radial.

Telanjang

G. mihanovichii 'Fenomenai'.

G. mihanovichii ‘Fenomenai’.

Koleksi langka lain adalah G. denudatum bertubuh hijau gelap. Denudatum merupakan spesies gymnocalycium yang tersebar di Brasil, Argentina, Paraguay, dan Uruguay. Kaktus eksotis itu memiliki duri berwarna gading yang panjang dan melengkung.

G. mihanovichii milik Fransiska mengalami mutasi kristata.

G. mihanovichii milik Fransiska mengalami mutasi kristata.

Menurut Andre gymnocalycium memang bandel. “Penampilann tanaman yang elok dilengkapi dengan kemudahan perawatan membuat pehobi jatuh hati,” ujarnya.

G. speganizii tubuhnya tersusun dari tonjolan berwarna kuning dan hijau.

G. speganizii tubuhnya tersusun dari tonjolan berwarna kuning dan hijau.

Pria berkacamata itu hanya meletakkan klangenannya pada rak kayu tanpa atap di halaman rumah. Ia membiarkan tanaman terpapar sinar matahari penuh. Sesekali ia menyiram tanaman agar tetap segar. Untuk menghalau serangan hama dan penyakit, ia menyiramkan pestisida dan fungisida setiap dua bulan.

Kemudahan perawatan pula yang membuat Sugita Wijaya, kolektor kaktus dan sukulen di Surabaya, Jawa Timur, mengumpulkan gymnocalycium. Ia paling menyukai sosok G. denudatum cv kikko nudum. Denudatum berwarna hijau itu berpenampilan nyentrik akibat mutasi bentuk dan duri. Sugita menuturkan tubuh denudatum berubah menyerupai tempurung kura-kura. Begitu pula duri yang berubah menjadi pendek dan tebal. Perubahan itu justru membuat tanaman unik meski tanpa corak variegata yang menghiasi tubuhnya.

Gymocalysium ochoterenae koleksi Andre Atmadja di Surabaya, Jawa Timur.

Gymocalysium ochoterenae koleksi Andre Atmadja di Surabaya, Jawa Timur.

Tak bisa dipungkiri variegata memang menambah nilai pada keseluruhan performa tanaman. Lihat saja G. mazanense variegata milik Sugita tampil mentereng dengan kombinasi dua warna kontras yang terbagi menjadi dua sisi. Warna jingga menyala menutupi sisi kanan, sedangkan warna cokelat memenuhi sisi kiri. Sekuntum bunga menyembul di bagian puncak tanaman. Kelopaknya lonjong berwarna putih dengan sapuan warna cokelat di bagian tengah.

Baca juga:  Johan di Kota Pahlawan

Koleksi variegata lain milik Sugita yang istimewa adalah G. cardenasianum. Kaktus bersosok bulat itu berselimut warna kuning dan hijau. Durinya yang sangat panjang membuat ukuran tanaman tampak besar. Apabila berbunga kecantikannya semakin bertambah. Biasanya bunga berwarna putih kemerahan itu muncul di titik tumbuh tanaman saat musim panas. (Andari Titisari)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d