Kasava Konter Kanker Kolon 1
Daun singkong memiliki senyawa aktif antikanker, seperti linamarin, betakaroten, dan vitamin C.

Daun singkong memiliki senyawa aktif antikanker, seperti linamarin, betakaroten, dan vitamin C.

Ekstrak daun singkong dapat membunuh 16.000—17.400 sel/ml kanker kolon secara in vitro.

Kanker kolon termasuk 10 besar penyakit kanker yang paling banyak diderita.  Berdasarkan data Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (BPPK) pada 2011 kanker kolon peringkat keenam setelah kanker ovarium, kanker payudara, kanker kulit, kanker kelenjar endokrin, dan kanker jaringan lunak yang diidap penderita.

Menurut dr Erica Gusnawati, dokter di Klinik Citra Insani, Sukabumi, Jawa Barat, kanker adalah penyakit yang timbul akibat adanya perubahan sel-sel menjadi tidak normal. Salah satu contohnya regenerasi sel yang berlebihan dan tidak sesuai siklus. “Definisi kanker kolon sama seperti kanker lainnya. Hanya saja letaknya di kolon,” papar Erica. Ia menuturkan semula kanker kolon muncul pada jaringan di usus besar yang disebut polip.

Fatma Zahrotun Nisa dosen dari Universitas Gadjah Mada.

Fatma Zahrotun Nisa dosen dari Universitas Gadjah Mada.

Daun singkong
Polip lalu berkembang menjadi kanker usus besar atau kolon. Pasien biasanya merasakan gejala perubahan siklus buang air besar. “Semula hanya sembelit, kemudian berubah menjadi diare. Pada feses terdapat darah. Lama-kelamaan bobot tubuh pasien terus menurun,” papar alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Muhamadiyah Jakarta itu. Hingga kini belum diketahui secara jelas penyebab utama kanker kolon.

Menurut Erica ada beberapa faktor penyebab penyakit degeneratif itu, di antaranya mutasi gen dan pola hidup atau pola makan yang tidak sehat seperti konsumsi makanan rendah serat, makanan cepat saji, tinggi lemak, berpengawet, merokok, dan minum alkohol. Erica mengatakan pasien radang usus berusia lebih dari 40 tahun dan memiliki riwayat keluarga pernah mengidap kanker berpotensi lebih tinggi terserang penyakit itu.

Untuk mendiagnosis pasien biasanya dokter melakukan tes fisik dan uji laboratorium antara lain Fecal Occult Blood Test (FOBT), Computerized Tomografi Scanner (CT Scan), dan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Menurut perempuan kelahiran 26 Agustus 1984 itu upaya medis untuk mengobati kanker kolon adalah lewat operasi, kemoterapi, dan radiasi.

Prof Amri Bakhtiar periset di Jurusan Farmasi Universitas Andalas

Prof Amri Bakhtiar periset di Jurusan Farmasi Universitas Andalas

Kemoterapi biasanya dilakukan jika penderita masih mengidap kanker stadium awal. “Jika di atas stadium II, biasanya menggabungkan antara kemoterapi dan radiasi,” papar Erica. Cara lain mengonsumsi daun singkong. Daun menjari itu antikanker kolon? Begitulah hasil riset Fatma Zahrotun Nisa STP MTP. Menurut anggota staf pengajar Jurusan Ilmu Gizi dan Kesehatan Universitas Gadjah Mada itu daun singkong berpotensi sebagai antikanker kolon.

Baca juga:  Panen Ikan 10 Kali Lipat

Dua sediaan
Dalam penelitian itu ia mengekstrak daun singkong dalam bentuk sediaan berbeda. Sediaan pertama Fatma merebus 12 g daun singkong dalam 250 ml air mendidih selama 2 menit. Sementara sediaan kedua hanya berupa 12 g daun singkong mentah dalam 250 ml air. Fatma mengekstrak masing-masing sediaan itu dengan merebusnya dalam suhu 65—75oC selama 15 menit hingga tersisa 60 ml.

Setelah terbentuk ekstraks, Fatma lalu membuat larutan dengan konsentrasi masing-masing 25 mg, 50 mg, 100 mg, dan 200 mg per ml. Ia lalu menambahkan masing-masing dosis ekstrak itu ke dalam larutan yang mengandung 20.000 sel kanker kolon per ml. Ia menggunakan isolat sel kanker dari Amerika Type Culture Collection (ATCC) itu. Fatma menghitung hasil perlakuan setelah inkubasi 24 jam pascaperlakuan.

Asupan makanan tinggi lemak dapat merangsang pembentukan sel kanker.

Asupan makanan tinggi lemak dapat merangsang pembentukan sel kanker.

Hasil penelitian menunjukkan, pada kelompok uji yang menggunakan ekstrak daun singkong mentah, hasil terbaik terlihat pada objek uji yang diberi perlakuan ekstrak dengan konsentrasi 200 mg per ml. Dengan konsentrasi itu mampu membunuh 87,6% sel kanker kolon. Hasil yang sama juga terlihat pada kelompok uji yang menggunakan ekstrak daun singkong yang telah direbus.

Dengan konsentrasi ekstrak 200 mg per ml mampu membunuh 80,1% sel kanker kolon. Fatma juga menguji konsentrasi efektif untuk menghambat sel kanker atau nilai IC50 masing-masing kelompok uji. Hasilnya kelompok uji yang menggunakan ekstrak daun singkong mentah memiliki nilai IC50 40,3 mg per ml. Artinya, untuk membunuh 50% sel kanker hanya membutuhkan larutan ekstrak dengan konsentrasi 40,3 mg/ml.

Linamarin
Sementara nilai IC50 kelompok uji yang menggunakan ekstrak daun singkong rebus hanya 39,0 mg/ml. “Ada sedikit perbedaan antara daun singkong yang direbus dan yang tidak. Namun, perbedaannya tidak signifikan,” kata Fatma. Apa yang menyebabkan daun singkong ampuh membunuh sel kanker kolon? Menurut Fatma keampuhan daun singkong menghambat sel kanker kolon berkat kandungan senyawa aktif berupa betakaroten, vitamin C, serat, dan linamarin.

Daun singkong kerap dikonsumsi sebagai lalapan tinggi serat.

Daun singkong kerap dikonsumsi sebagai lalapan tinggi serat.

Senyawa dan vitamin itu dikenal sebagai antioksidan dan dapat menghambat sel kanker. Kandungan karoten pada daun singkong rata-rata mencapai 7.502 mg. Dari jumlah itu 45% di antaranya merupakan betakaroten. Betakaroten memiliki sifat antikanker dengan membantu mekanisme apoptosis. Apoptosis adalah mekanisme penghambatan perkembangan sel dengan memicu kematian sel secara terprogram.

Baca juga:  Pertemuan Nasional Sawit 2017

Mekanisme itu tidak terjadi pada sel yang terkena kanker karena sel terus beregenerasi tak terkendali. Daun singkong juga mengandung linamarin, yaitu senyawa antineoplastis atau penghambat terbentuknya jaringan baru yang keluar ketika terjadi proses hidrolisis asam sianida (HCN). Ketika HCN dilepaskan, sel-sel kanker akan merasakan efek mematikan dari sianida.

Senyawa linamarin hanya akan keluar di sekitar sel-sel kanker. Itu karena sel-sel normal tidak memiliki gen linamarase. “Tapi masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut, yaitu uji in vivo dan toksisitas,” tutur Fatma. Menurut periset di Jurusan Farmasi Universitas Andalas, Prof Dr Amri Bakhtiar MS DESS Apt, daun singkong memiliki kandungan vitamin P. Amri menuturkan vitamin P atau rutin berperan memperkuat susunan kapiler dan menurunkan permeabilitas pembuluh darah.

Senyawa rutin juga dapat membantu penyerapan vitamin C oleh tubuh. Vitamin C merupakan antioksidan yang dapat menurunkan stres oksidatif dalam tubuh. Itu membuktikan jika daun singkong tak hanya nikmat di lidah, tetapi juga kaya faedah untuk mencegah atau mengatasi sel kanker kolon yang mematikan itu. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *