Kanker batang menyerang buah naga. Larutan minyak serehwangi andal mengendalikannya.

Hamparan tanaman buah naga terserang kanker batang.

Hamparan tanaman buah naga terserang kanker batang.

Basri Malik hanya bisa pasrah menatap tanaman buah naga di lahan 1 hektare yang luluh lantak. Pekebun di Kabupaten Padangpariaman, Provinsi Sumatera Barat, mengisahkan kematian massal tanaman buah naga itu bermula dari bintik pada batang dan buah. Lama-kelamaan bintik menguning lalu tanaman pun membusuk. Akhirnya 1.400 tanaman buah naga itu mati.

Biasanya Basri mampu memanen buah setiap pekan. Ia menuai 1.250 kg selama satu bulan. Akibat serangan kanker batang pada Februari 2012, ia gagal panen. Menurut peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Basri sebaiknya tidak melanjutkan budidaya buah naga karena berakibat serangan semakin parah. Serangan penyakit kanker batang semakin mewabah, seiring meluasnya penanaman buah naga sistem monokultur.

Serangan mewabah

Gejala serangan penyakit kanker batang pada tunas muda.

Gejala serangan penyakit kanker batang pada tunas muda.

Berdasarkan hasil survei Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu Tropika) pada 2013 dan 2015, sebagian besar pertanaman buah naga di Provinsi Kepulauan Riau (Batam dan Bintan) hancur lalu pemilik meninggalkannya. Demikian juga di sentra pengembangan di Sumatera Barat, terutama di Kabupaten Padangpariaman, penyakit menghancurkan ratusan hektare pertanaman buah naga.

Pada awal 2016 penyakit itu menyerang pertanaman buah di sentra Kalimantan Timur. Penyakit menyerang hampir 50% tanaman Hylocereus polyrhizus di daerah itu dengan kategori ringan hingga parah. Pada pertengahan hingga akhir 2016 penyakit itu juga menyerang di sentra buah naga di Jawa Barat dan sentra utama di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.

Serangan kanker batang pada buah naga.

Serangan kanker batang pada buah naga.

Berdasarkan hasil penelitian Balitbu Tropika pada 2013 dan 2015 ditemukan 3 jenis penyakit utama buah naga di sentra produksi, yaitu busuk batang, bercak batang, dan bintik batang. Busuk batang akibat serangan cendawan dan bakteri, bercak batang atau antraknos karena serangan cendawan Colletotrichum gloeosporioide. Ketiga jenis penyakit utama itu menyerang secara bersama-sama pada satu tanaman.

Baca juga:  Melon baru: Emas Baru Gadjah Mada

Dari ketiga penyakit tersebut yang paling berbahaya dan sangat sulit dikendalikan ialah penyakit bintik batang. Penyakit kanker batang itu juga disebut sebagai penyakit kudis atau karat. Penyakit itu bersifat tular tanah sehingga sangat mudah menyebar dan berkembang. Selain di Indonesia, penyakit itu juga menjadi kendala utama budidaya dan menurunkan produksi buah naga di beberapa negara seperti Malaysia, Taiwan, Thailand, dan Israel.

Bubur bordo

Bintik kuning sudah menutupi permukaan sulur buah naga.

Bintik kuning sudah menutupi permukaan sulur buah naga.

Patogen penyebab penyakit kanker batang umumnya menyerang tunas muda dan buah. Gejala awal terlihat bercak bulat kecil berwarna putih dan cekung, seperti ada tusukan halus di tengah bercak. Bercak itu semula muncul di tunas muda dan mengarah ke pangkal. Jika serangan sangat parah, bercak kecil muncul sangat banyak. Bercak kemudian menyatu dengan warna kuning sampai cokelat.

Permukaan batang pun menjadi kasar seperti kudis. Tubuh sukulen itu berwarna hitam dan keras. Akibatnya tunas mengering, kemudian mati. Dari isolasi yang dilakukan terhadap sampel yang bergejala kanker batang, ditemukan cendawan dengan bentuk morfologi (mikroskopis). Sosok itu mirip dengan cendawan Neoscytalidium dimidiatum penyebab kanker batang tanaman buah naga di banyak negara.

Tingkat serangan kanker batang semakin parah.

Tingkat serangan kanker batang semakin parah.

Hasil uji postulat koch juga menunjukkan hasil yang positif. Selain itu periset juga menguji asam deoksiribo nukleat (Deoxyribo Nucleic Acid, DNA) untuk mengkonfirmasi identifikasi mikroskospis. Berdasarkan identifikasi bank gen (BLAST), kedua sekulen nukleotida isolate cendawan itu menunjukkan 99% kesamaan dengan Neoscytalidium dimidiatum (JX524168) asal buah naga yang terserang penyakit kanker batang.

Pengendalian kanker batang dengan penyemprotan fungisida. Salah satu fungisida yang disarankan ialah bubur bordo (BB). Petani dapat membuat bubur bordo berbahan terusi, kapur, dan air dengan perbandingan 1:1:100 b/b/v. Tumbuk terusi dan kapur sampai halus, supaya mudah larut dalam air. Setelah itu campurkan bahan dalam air, aduk sampai larut, lalu saring. Tambahkan perekat dan perata, lalu semprotkan ke seluruh bagian tanaman.

Baca juga:  Patahkan Aral Melintang

569_ 27Selain itu peteni buah naga juga dapat memanfaatkan pestisida hayati untuk mengendalikan kanker batang. Gunakan minyak serehwangi Cymbopogon nardus dengan konsentrasi 2 mli per liter air dan semprotkan ke tanaman. Petani juga itu dapat mencampur minyak serehwangi dengan bubur bordo. (Dra Jumjunidang M Si dan Ir Irwan Muas M P, Peneliti Madya di Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d