Kimeng, juara pertama kategori bonsai besar pada kontes dan pameran bonsai di Tangerang, Banten.

Kimeng, juara pertama kategori bonsai besar pada kontes dan pameran bonsai di Tangerang, Banten.

Tanaman hias terbaik di 3 kota.

Penampilan kimeng di pot persegi panjang itu memang aduhai. Batangnya yang tegak dan kokoh semakin sempurna dengan percabangan yang membentang lebar. Karakter tua telihat dari kulit batang yang kasar dan bergelombang. Di setiap cabang muncul ranting-ranting kecil yang tersusun rapat membentuk sebuah kanopi. Tak ada seutas kawat pun yang melilit di tubuh Ficus microcarpa itu.

Ronald Helmy Lazuardi memboyong gelar juara berkat bonsai klangenannya.

Ronald Helmy Lazuardi memboyong gelar juara berkat bonsai klangenannya.

Ronald Helmy Lazuardi, pemilik kimeng itu sengaja memangkas semua daun agar tekstur dan diameter pohon terekspose. Kolektor bonsai di Jakarta Barat itu bangga koleksinya meraih juara pertama di kategori besar pada kontes dan pameran bonsai Tangerang Raya 2015 di Citra Raya, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Itu kali pertama kimeng mengikuti kontes.

Kualitas tinggi
Ronald memang serius mengurus pohon yang diperoleh pada dua tahun lalu itu. Pria ramah itu memberikan perawatan intensif seperti pengawatan, pemupukan, dan pemberian vitamin secara berkala. Ia meletakkan bonsai kimeng itu di tempat yang banyak sinar matahari dan bersirkulasi udara lancar agar pertumbuhannya optimal.

Kimeng mendapat nilai terbaik dari tim juri yang terdiri atas Budi Sulistyo, Yayat Hidayat, dan Abdul Hakim Lutfi.
“Sosoknya unik seperti miniatur pohon tua yang sedang merontokkan daun,” ujar Budi Sulistyo. Selain itu tingkat kematangan kimeng paling mendekati sempurna. Di kelas besar, pohon anggota keluarga Moraceae itu mendapat perlawanan dari kifera dan jeruk kingkit, masing-masing milik Indra dan Kamal, keduanya asal Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Mustam juara pertama kategori bonsai sedang.

Mustam juara pertama kategori bonsai sedang.

Namun, mereka kalah dari segi kematangan sehingga menjadi juara kedua dan ketiga. Sejatinya kontes dan pameran yang berlangsung pada 13 Desember 2015 itu merupakan ajang temu kangen pehobi bonsai di Tangerang dan sekitarnya. Ketua panitia, Roby Lee, menuturkan syarat bonsai yang mengikuti kontes belum pernah berpartisipasi pada lomba apa pun sebelumnya.

Baca juga:  Gama Pedaging Unggul

“Di luar dugaan seluruh peserta menurunkan koleksi bonsai-bonsai berkualitas,” ujar Roby Lee. Ia menuturkan panita menargetkan 100 bonsai, dan jumlah pohon di arena kontes mencapai 110 bonsai. Pertemuan yang digagas oleh Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) cabang Tangerang membuka 3 kategori kontes berdasarkan ukuran pohon yaitu besar, sedang, dan kecil.

Anting putri juara pertama kategori bonsai kecil.

Anting putri juara pertama kategori bonsai kecil.

Pada kategori besar kimeng milik Ronald Helmy Lazuardi meraih peringkat teratas. Sementara pada kategori medium atau sedang, gelar juara pertama menjadi milik bonsai mustam koleksi Mus di Cipanas, Jawa Barat. Adapun pada kategori kecil bonsai anting putri milik Viva dari Depok, Jawa Barat, mengumpulkan nilai tertinggi dari tim juri.

Kontes anthurium
Pada hari yang sama, komunitas anthurium Semarang dan Magelang juga menggelar kontes adu karakter. Sebanyak 70 raja daun berkompetisi di kediaman Tjong Hian, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Panitia membagi anthos oura itu menjadi 7 kelas. Juri yang bertugas terdiri atas Iskandar Laksmana (Jakarta), Rofi (Malang), dan Tejo Tri Saptono (Semarang). Penilaian kontestan meliputi 45% karakter, 30% performa, dan 25% kesehatan.

554_ 111-9

554_ 111-10

Worten Beauty, juara pertama kelas majemuk up.

Worten Beauty, juara pertama kelas majemuk up.

Tejo Tri Saptono menuturkan pertarungan paling sengit terjadi di kelas kobra senior. Juri sepakat mengukuhkan Anthurium jenmanii kobra ‘Mike Tyson’ milik Eddy Pranoto di Salatiga sebagai juara pertama. “Mike Tyson berkarakter sangat kuat dan berpenampilan paling menarik,” ujar Tejo. Lihat saja bentuk daunnya yang bulat dan lebar tersusun kompak. Urat-urat nan tebal menghiasi setiap lembarnya. Tanaman tampil prima tanpa cacat.

Baca juga:  Dot untuk Pedet

Kemeriahan juga berlangsung di Karangploso, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Di sana pencinta puring yang tergabung dalam Malang Croton Community (MCC) mengadakan kontes adu molek tanaman anggota keluarga Euphorbiaceae itu. Panitia mendaulat Ernawan Sujafrik dari MCC, Gandung Prayono dari Jogja Sleman Magelang (JSM) Croton Community, dan Andik dari Komunitas Puring Kediri sebagai juri.

Ernawan menuturkan kualitas Codiaeum variegatum di atas rata-rata. Sesosok proton yang tampil di kelas majemuk berhasil meluluhkan hati para juri. Menurut Ernawan proton berdaun kompak dan lebat. Setiap helai daun tersusun rapi. Daun bagian bawah berukuran kecil dan semakin ke atas semakin besar. Juri tak menemukan kecacatan apa pun di setiap daunnya, tanda tanaman sehat. “Bahkan, bekas daun rontok pun tidak ada,” ujar Ernawan. (Andari Titisari)

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d