Best in show ukuran extra large kelas standar milik Tedi Priatna

Best in show ukuran extra large kelas standar
milik Tedi Priatna

Anthurium, sansevieria, dan bonsai beradu molek untuk menjadi yang terbaik.

Daun anthurium itu amat seronok. Warna hijau dan kuning berpadu di setiap helai daun yang sehat dan  roset. Para juri di kontes anthurium Sawangan, Kotamadya Depok, Jawa Barat, menobatkan anthurium koleksi Hariyanto sebagai jawara di kelas variegata. Anthurium berumur setahun itu mengalahkan 29 anthurium rival lainnya di kelas variegata.  “Karakter menonjol, kualitas warna variegata yang kontras antara warna hijau dan kuning,” ujar Ukay Saputra, juri kontes anthurium.

Hariyanto, pehobi di Surakarta, Provinsi Jawa Tengah, memang mempersiapkan anthurium itu sejak 6 bulan sebelum kontes.  Ia menjemur tanaman di bawah jaring penaung setiap hari. Pada pukul 07.00—11.00, ia memindahkan tanaman ke rak berketinggian 1 meter di atas permukaan tanah. Tujuannya agar mendapatkan sinar matahari yang maksimal sehingga tanaman jadi sehat dan kokoh. Setelah pukul 11.00—14.00 Hariyanto kembali  memindahkan tanaman anggota famili Araceae itu ke tempat yang lebih rendah. Setelah pukul 14.00, Hari mengembalikan anthurium ke posisi semula.

Sansevieria

Pada kelas mix, anthurium milik Dwi Nursery dari Jakarta, tampil sebagai juara. Menurut Eddy Pranoto, juri kontes anthurium dari Semarang, Jawa Tengah, penampilan tanaman sangat baik mulai dari kesehatan, roset, dan warna daun yang segar. “Kesatuan bagus, kompak—kerapatan antardaun—merata, dan variegata merata di setiap daun. Walau variegata bukan sebagai penilaian pada kelas mix, tetapi itu menjadi nilai tambah karena bagus,” kata juri dari Depok, Jawa Barat, Syah Angkasa.

Kontes pada pengujung 2013 itu diikuti oleh 84 tanaman terbagi dalam tujuh kelas, yakni kelas pemula, prospek, madya, utama, kobra, variegata, dan mix. Ketua pelaksana kontes anthurium, Supriyadi, menuturkan pehobi anthurium dari berbagai kota seperti Magelang, Surabaya, dan Malang sangat antusias mengikuti kontes yang diadakan oleh Komunitas Anthurium Sawangan.

Baca juga:  Pengukuhan Pengurus PIHI

Sepekan kemudian, berlangsung kontes sansevieria yang melombakan 8 kelas, masing-masing 4 kelas hibrida (utama, madya, prospek, dan kecil) dan variegata (madya, prospek, kecil, dan aurea). Pehobi sansevieria dari Ngawi, Wonosobo, Medan, dan Surabaya meramaikan kontes sansevieria “spesial” di Cimanggis, Kota Depok. Silangan sansevieria kanla dan bally muncul sebagai juara. Menurut Bimo Sekti, juri dari Pati, Jawa Tengah, susunan daun dari bawah ke atas tampak rapi.

Artinya daun tumbuh apik dari kecil hingga besar tidak ada yang tiba-tiba panjang di tengah susunan. Tanaman berkarakter dan dewasa. Agus Slamet Santoso sang pemilik dari Surakarta, Jawa Tengah, mengaku tak merawat secara khusus. Ia memanfaatkan media tanam berupa campuran sekam mentah, kotoran kambing, pasir malang, dan biji randu. Pemberian nutrisi tiga tutup botol pupuk organik cair plus satu liter air sebulan sekali.

Tutup tahun

Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) cabang Bandung juga menggelar kontes bonsai pada 15 Desember 2013. Panitia menargetkan 150 peserta. Namun, hingga panitia menutup pendaftaran tercatat 250-an tanaman milik pehobi dari berbagai kota seperti Jakarta, Semarang, Yogyakarta, dan Kuningan. Panitia menyelenggarakan 4 kelas yaitu prospek, standar, khusus, dan ekshibisi. Penilaian dilakukan oleh 5 juri utama yakni Yayat Hidayat, Wahyudin Sambas, Yusuf Matin, Rusmayadi, dan A. Cipta Lesmana. Mereka menilai berdasarkan penampilan, gerak dasar, keserasian, dan kematangan.

Bonsai hokiantea Carmona mycrophylla milik Gunardi dari Bandung, Jawa Barat, meraih best in show di kelas khusus. Menurut Wahyudin, secara anatomi dan proposional hokiantea sudah sangat baik. “Gerak dasar keserasian paling unggul di antara peserta di kelasnya,” tambah Rusmayadi. Gunardi menuturkan perawatan yang dilakukannya tidak berbeda dengan bonsai  lain. Ia menyiram bonsai itu sekali setiap hari pada musim hujan, 2 kali sehari  jika musim kemarau. Ia memberikan sesendok teh pupuk daun lambat larut tiap bulan. “Yang terpenting setiap hari harus dikontrol. Kalau ada ranting yang keluar dari bentuk yang kita inginkan harus segera dipangkas meskipun hanya satu ranting saja,” kata pehobi melukis itu. (Pressi Hapsari Fadlilah/Peliput: Bondan Setiawan)

Baca juga:  Omzet Besar Jambu Kristal

 

FOTO:

  1. Best in show ukuran extra large kelas standar milik Tedi Priatna
  2. Best in show ukuran large kelas khusus milik Gunardi dari Depok
  3. Sansevieria juara pertama kelas variegata madya
  4. Juara pertama, Sansevieria kelas hibrida utama
  5. Anthurium pterodactyl, milik Dwi Nursery raih juara pertama di kelas mix
  6. Anthurium milik Hariyanto, juara pertama kelas variegata

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d