Halfmoon merah milik Eric Tiu dari Filipina, meraih best in show pada Betta International Show 2015 di Serpong, Banten.

Halfmoon merah milik Eric Tiu dari Filipina, meraih best in show pada Betta International Show 2015 di Serpong, Banten.

Kontes koi dan cupang berskala internasional meramaikan pengujung 2015.

Dua belas juri hilir-mudik di arena kontes koi 12th All Indonesia Koi Show 2015 yang diselenggarakan Asosiasi Pencinta Koi Indonesia (APKI) di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Tim juri terdiri atas 8 orang asal Jepang dan selebihnya dari Indonesia. Manabu Ogata, juri asal Kota Fukuoka, Jepang, memimpin tim juri untuk menentukan sang jawara.

Penjurian berlangsung dari pukul 9.30—18.00. Pada akhir penjurian, senyum kegembiraan tampak di wajah Jani Lauw, handler dan pemilik Koi Castle. Kohaku milik Michael Widjaja asal Jakarta yang dipercayakan kepadanya sukses menyabet gelar grand champion.

Kohaku milik Michael Widjaja asal Jakarta, warna tegas tanpa gradasi.

Kohaku milik Michael Widjaja asal Jakarta, warna tegas tanpa gradasi.

Koi jawara
Menurut Agus Rianto, juri asal Blitar, Jawa Timur, kohaku berukuran panjang 85 cm itu memang berpenampilan istimewa. “Bentuk tubuh dan kombinasi warna merah dan putih tampak proporsional. Bagian putihnya terlihat bersih seperti salju. Sementara hi—sebutan bagian tubuh koi yang berwarna merah—tersebar merata di seluruh tubuh. Kohaku itu juga memiliki kiwa atau batas kedua warna yang jelas, tegas, serta tidak bergradasi,” ujar Agus.

Michael Widjaja sekaligus menjadi pemilik peserta dengan perolehan nilai terbanyak yaitu 13.500. Dalam kontes koi paling bergengsi itu Michael juga meraih jumlah poin tertinggi karena berhasil merebut 11 gelar juara pada berbagai kategori. Sementara kohaku milik Suharto Sunjoto dari Jakarta yang ditangani oleh Golden Koi meraih juara kedua grand champion. Dalam kontes itu para juri juga menentukan peraih gelar melati grand champion. Gelar itu jatuh kepada kawarimono berukuran 100 cm milik Michael Widjaja.

Baca juga:  Polesan Unik Kelapa

Koi hi ki utsurimono milik Stevan yang bercorak merah hitam itu sukses meraih juara karena memiliki warna tubuh yang menarik dan berukuran jumbo, yaitu panjang 105 cm. “Perolehan gelar kali ini mengulang kemenangan kontes yang sama pada tahun lalu di Mega Kemayoran, Jakarta,” ujar peserta yang menerima piala bersama kedua putranya itu. Kontes koi tingkat nasional yang menjadi agenda tahunan APKI itu diikuti oleh 929 koi.

Dalam kontes itu 209 pehobi mengirimkan koleksi terbaiknya. Pehobi yang membawa ikan terbanyak adalah Nirwana Koi dari Jakarta, yaitu 72 ekor. Nirwana Koi juga dinobatkan sebagai handler terbanyak, yakni menangani koi milik 8 pehobi dengan jumlah 94 ekor. Dalam acara itu APKI juga meresmikan klub koi baru yaitu Sidrap Koi Club yang berasal dari Kabupaten Sidenreng Rapppang, Provinsi Sulawesi Selatan.

Penyerahan hadiah kepada pemilik ikan peraih grand champion All 12th Indonesia Koi Show 2015.

Penyerahan hadiah kepada pemilik ikan peraih grand champion All 12th Indonesia Koi Show 2015.

Kontes cupang
Dua pekan sebelumnya kompetisi yang tak kalah seru juga berlangsung di Teras Kota, Bumi Serpong Damai. Pada ajang bertajuk Betta International Show 2015 yang digelar pada 26—29 November 2015 itu sebanyak 639 cupang bertanding di 47 kelas. Peserta berasal dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Amerika Serikat, Filipina, Thailand, Swiss, Jerman, dan Jepang.

“Total 40% cupang yang bertanding berasal dari luar, ujar Ario Windusapta, panitia kontes. Pada kontes itu, para juri yang terdiri atas 5 juri internasional, yakni Hermanus J Haryanto dan Widi Kiswanto asal Indonesia, Sabrina Dichine (Swiss), Mack Lester (Filipina), dan Sarawut Korsoonsak (Thailand), mendaulat halfmoon merah milik Eric Tiu dari Filipina sebagai best in show (BIS).

Eric Tiu (kiri) menerima hadiah berkat jagoannya halfmoon berwarna merah solid.

Eric Tiu (kiri) menerima hadiah berkat jagoannya halfmoon berwarna merah solid.

Menurut Hermanus halfmoon berumur 2 bulan hasil ternakan Jimmy Nallas asal Riau itu memang istimewa. “Secara penampilan ia memenuhi kriteria ideal dan hanya sedikit kekurangan,” kata koordinator juri itu. Jimmy Nallas menuturkan tidak ada yang istimewa dalam perawatan cupang yang sebelumnya meraih Best of division A itu. “Induknya memang berdarah juara,” katanya.

Baca juga:  Cuka Kelapa Pengganti Formalin

Peraih sebagai best in show berhasil mengandaskan para kampiun best of division lain, yakni best of division B (cupang milik Eric Tiu, Filipina), divison C (Yudi RM, Indonesia), dan divison D (Bryden Tan, Singapura). Menurut Andri Kurniawan, pehobi cupang asal Serpong, Tangerang Selatan, kualitas cupang yang bertanding pada ajang internasional itu memang sangat bagus.

“Terutama di kelas plakat yang hampir merata kualitasnya,” kata Andri. Juri asal Swiss, Sabine Dichine, berpendapat sama. “Perlu kehatian-hatian dalam penilaian karena semua ikan yang bertanding berkualitas prima,” kata Sabine kepada Trubus usai penjurian. (Dian Adijaya Susanto)

554_ 85

 

554_ 85-5

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d