Kampiun Kontes Koi 1

Tiga kontes koi berlangsung di Surabaya dan Jakarta.

Koi taisho sanshoku peraih grand champion unggul karena pola warna dan ukuran tubuh yang optimal.

Koi taisho sanshoku peraih grand champion unggul karena pola warna dan ukuran tubuh yang optimal.

Lima belas juri melakukan pemungutan suara secara tertutup untuk memilih peraih gelar grand champion. Hasilnya, 13 suara untuk koi jenis taisho sanshoku dan 2 suara untuk koi jenis kohaku. Dengan perolehan suara itu, koi taisho sepanjang 89 cm akhirnya dinobatkan sebagai grand champion pada ajang 20th Anniversary Surabaya Koi Club Koi Show yang berlangsung di Surabaya Supermall Convention Centre pada Juli 2016.

Kohaku juara kedua grand champion memiliki panjang tubuh 86 cm.

Kohaku juara kedua grand champion memiliki panjang tubuh 86 cm.

Ketua Asosiasi Pencinta Koi Indonesia (APKI) yang menjadi salah satu juri, Sugiarto Budiono, menuturkan bahwa koi taisho sanshoku jawara itu unggul dari segi pola dan sosok tubuhnya. “Polanya jelas dan sempurna ditambah dengan panjang tubuh yang optimal,” ujar pemilik Jakarta Koi Centre itu. Menurut juri lain, Reinaldo Vidella, koi peraih grand champion unggul pada ukuran panjang tubuhnya dibanding pesaing utamanya.

Peserta membeludak
Reinaldo Vidella mengatakan, “Panjang tubuh taisho sanshoku lebih unggul, yaitu 89 cm. Sementara kohaku lebih sedikit di bawahnya, yaitu hanya 86 cm.” Juri asal Jakarta itu mengatakan, secara umum kualitas koi peserta kontes terbilang baik. Pemilik koi peraih grand champion, Sugiarto Kuniawan mengatakan koi dengan garis keturunan yang bagus dan berkualitas tinggi cocok untuk meraih juara.

Ia juga merawat klengenannya dengan intensif. Pehobi koi asal Surabaya itu menitikberatkan pada pengaturan pola makan plus menjaga kualitas air. “Saya memberikan pakan 4 kali sehari dan rutin mengganti air sebanyak 3% dari volume kolam per hari,” ujar Sugiarto. Kontes yang diselenggarakan untuk merayakan ulang tahun ke-20 Surabaya Koi Club (SKC) itu sukses menggaet banyak peserta, yakni total 1.225 ikan milik 198 pehobi.

Jawara Maskoki

Jawara Maskoki

Menurut ketua panitia kontes dan juga Ketua Surabaya Koi Club, Sugiarto Kurniawan, pehobi dari berbagai daerah seperti Bandung, Jakarta, Makassar, dan Yogyakarta meramaikan kontes. Sugiarto merasa puas karena target peserta sudah terpenuhi. “Biasanya susah menghadirkan peserta hingga lebih dari 1.000 ikan,” ujar ketua APKI, Sugiarto Budiono. Untuk menilai para peserta, panitia mengundang 15 juri, 7 di antaranya dari Jepang dan seorang juri asal Malaysia.

Baca juga:  Kampiun di Kaki Merbabu

Dua Kontes

Maskoki milik Ricky Sugiarto, meraih grand champion perdana pada umur 8 bulan.

Maskoki milik Ricky Sugiarto, meraih grand champion perdana pada umur 8 bulan.

Kontes koi lain yang tak kalah seru juga berlangsung di ibukota. Pada 12—13 Agustus 2016 digelar dua kontes koi sekaligus: ZNA Merah Putih dan Young Koi’s Show 2016. Pada ajang Young Koi’s Show 2016, koi milik Sugiarto Kurniawan asal Surabaya, sukses meraih grand champion. Menurut juri asal Malaysia, Aaron Goh, koi milik Sugiarto layak mendapat gelar paling bergengsi karena keseimbangan tubuh yang proposional.

“Sepintas saja terlihat koi juara itu memiliki kualitas di atas rata-rata,” kata Goh. Adapun koi milik Jani Lauw berhasil meraih gelar grand champion pada ajang ZNA Merah Putih. Goh menuturkan, peraih grand champion ZNA Merah Putih memiliki kelebihan ukuran tubuh yang bongsor dan proporsi tubuh yang mantap. “Warna tubuh juga cerah,” kata Goh.

Tercantik di Surabaya

Tercantik di Surabaya

Menurut Kiki Sutarki, handler koi milik Sugiarto Kurniawan, untuk menghasilkan koi juara dipengaruhi 3 faktor, yakni kualitas ikan, air, dan pakan. “Garis keturunan yang baik sangat berpengaruh pada kualitas ikan,” kata Kiki. Importir koi asal Bandung, Jawa Barat, itu menambahkan kualitas air juga harus dijaga agar koi tampil prima. Salah satunya dengan menambahkan bakteri nitrifikasi pada air kolam. “Bakteri itu berperan mengurai amonia menjadi nitrat agar tidak menjadi racun bagi ikan,” papar Kiki.

Diskus milik Rudi Gunawan mendapat grand champion di raiser ikan hias Cibinong, Bogor, pada 21 Agustus 2016.

Diskus milik Rudi Gunawan mendapat grand champion di raiser ikan hias Cibinong, Bogor, pada 21 Agustus 2016.

Menurut pemilik Samurai Koi Center itu, faktor lain yang tak kalah penting adalah pakan. “Pakan harus dibedakan antara pakan saat pemeliharaan dan pakan menjelang kontes,” kata Kiki. Saat perawatan, sebaiknya berikan pakan tinggi protein untuk pertumbuhan ikan. “Sebulan menjelang kontes berikan pakan khusus untuk meningkatkan kualitas warna tubuh,” kata Kiki.

Proses penjurian dilakukan 7 juri asal Jepang, 7 juri asal Indonesia, dan 1 juri asal Malaysia.

Proses penjurian dilakukan 7 juri asal Jepang, 7 juri asal Indonesia, dan 1 juri asal Malaysia.

Sepekan menjelang kontes Kiki memuasakan ikan untuk mengoptimalkan warna. “Warna akan jadi lebih optimal jika memuasakan ikan minimal seminggu sebelum kontes,” kata pehobi sejak 1991 itu. Kiat Kiki itulah yang diterapkan Jani Lauw agar sukses meraih grand champion. “Sejak 2 bulan menjelang kontes saya rutin memberikan pakan untuk warna,” tutur pehobi koi asal Jakarta itu.

Para juri dan pemilik ikan juara kontes di Cibinong, Kabupaten Bogor.

Para juri dan pemilik ikan juara kontes di Cibinong, Kabupaten Bogor.

Sembilan hari menjelang kontes, Jani memuasakan koi sepanjang 92 cm miliknya selama sepekan. “Kemudian berikan lagi pakan khusus warna 2 hari menjelang kontes,” kata Jani. Menurut panitia kontes, Hanjaya Salima, kontes ZNA Merah Putih acara rutin setiap tahun untuk memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia. “Tahun ini adalah acara yang ke-7,” katanya.

Tercantik di ZNA Merah Putih

Tercantik di Young Koi Show 2016

Adapun Young Koi’s Show 2016 merupakan kontes perdana yang digelar ZNA. “Khusus tahun ini, 2 lomba diselenggarakan bersamaan pada waktu dan tempat yang sama,” kata Hanjaya. Pada kontes yang digelar di Mal Mega Glodok Kemayoran, Jakarta Pusat, itu panitia mengundang 9 juri mancanegara, yakni Thailand dan Taiwan masing-masing 4 orang serta Singapura dan Malaysia (1 juri).

Tercantik di ZNA Merah Putih

Tercantik di ZNA Merah Putih

Sebanyak 167 ikan koleksi 74 pehobi mengikuti ZNA Merah Putih; Young Koi’s Show 2016 (415 koi milik 122 pehobi). Peserta berasal dari 30 kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Medan, Ciamis, Tasikmalaya, dan Surabaya. (Bondan Setyawan & Muhamad Fajar Ramadhan)

Baca juga:  Ikan Mas Koki Semakin Menawan di Wadah Besar

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *