Kampiun Bermodal Nongnong 1
Bale meraih gelar grand champion untuk ketiga kalinya

Bale meraih gelar grand champion untuk ketiga kalinya

Nongnong besar dan corak solid mengantarkan Bale menjadi grand champion.

Sejak awal lomba banyak pehobi yang menjagokan Bale menjadi pemenang. “Bentuk tubuhnya sempurna dan lincah,” kata Erick Elihento, pehobi dari Jakarta yang kepincut penampilan Bale. Dua bagian tubuh sempurna sang grand champion itu adalah nongnong besar dan corak solid, selain perbandingan panjang dan lebar tubuh proporsional. Miat, juri dari Jakarta, menuturkan kampiun cinhua A juara itu memang bersosok sempurna. “Nongnong, bentuk tubuh, dan sirip semuanya sempurna,” ujarnya

Tomy Adi Prasetya, juri asal Surakarta, Jawa Tengah, berpendapat sama. “Dari awal ikan juara itu sudah terlihat menonjol dan nyaris tidak memiliki pesaing,” ujar Tomy memuji lou han milik Halley WS, pehobi dari Yogyakarta.  Menurut Andi Setiawan, perawat Bale, lou han berumur 1,5 tahun yang diboyong dari Thailand itu sudah merebut 2 kali gelar grand champion pada 2013. “Bale juga pernah meraih kampiun pada kontes International di Singapura,” ujar Andi.

Lou han miliki Paulus Iskandar dinobatkan sebagai young champion

Lou han miliki Paulus Iskandar dinobatkan
sebagai young champion

Menawan

Andi memang serius merawat Bale. Ia memberi pakan udang dan pelet khusus supaya corak warna Bale mencolok. Dua pekan sebelum kontes,  Andi  memperlakukan Bale secara khusus. Pada pagi hari Andi memberikan pelet dan 1 balok cacing  beku berukuran 3 cm x 3 cm. Sementara pada siang hari Bale hanya menerima asupan cacing. Pada malam hari Andi memberikan pelet secukupnya. “Pakan jangan terlalu banyak ketika malam,” ujar Andi yang melatih Bale 2 kali dalam sehari dengan parrot.

Pria 33 tahun itu menyatakan asupan pakan berlebihan pada malam hari sering kali menyebabkan pakan mengendap dan kandungan amonia di air meningkat. Tingginya kandungan amonia menyebabkan ikan mudah terserang penyakit. Dengan perawatan itu, penampilan Bale sungguh aduhai. Kampiun lain di  kategori young champion adalah lou han milik Paulus Iskandar dari Tim Villa. Paulus menuturkan lou han impor dari Thailand yang tidak diberi nama itu sebelumnya pernah merebut kampiun cinhua di Lou han International Competition 2013 pada Desember 2013 di WTC Manggadua, Jakarta Utara.

Perwakilan dari masing-masing tim (Villa, Stars, Aries, Ace, Galaxy, dan SSL)

Perwakilan dari masing-masing tim (Villa, Stars, Aries, Ace, Galaxy, dan SSL)

“Lou han ini tidak dirawat khusus, termasuk pemberian pakan. Hanya sesekali diberi vitamin,” ujar ketua P2LI (Persatuan Pecinta Lou han Indonesia) itu. Menurut Tomy, pesaing terberat lou han milik Paulus seharga Rp12-juta itu adalah kampiun cinhua B milik Surya dari Jakarta. Namun, lou han itu sering tidak stabil. “Staminanya naik-turun sehingga secara keseluruhan penampilannya kurang menggigit,” ujar Tomy. Hadi Sanjaya, juri dari Bandung, Jawa Barat,  menyampaikan ikan milik Paulus masih lincah hingga akhir penilaian.

Baca juga:  Ketumbar Sumber Bugar

Di kategori baby champion, juri mendaulat Bang Keder milik Enggan Priguna dari tim ACE sebagai juara. Enggan membeli Bang Keder yang aslinya berjuluk Ghost Rider itu Rp25-juta dari penangkar  lou han di Thailand. “Ini baru pertama kali turun dan jadi juara,” ujar pria yang mengoleksi 50 lou han itu. Menurut Hady Sanjaya, persaingan di kategori baby champion cukup ketat. “Secara kualitas lou han yang tampil kualitasnya meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya. Kategori baby champion diiikuti oleh 60 lou han.

Pertama kali ikut kontes, bang Keder langsung maju sebagai baby champion

Pertama kali ikut kontes, bang Keder langsung maju sebagai baby champion

Juara tim

Lomba adu cantik-cantikan lou han yang berlangsung pada 19—23 Februari 2014 di WTC Manggadua, itu diikuti tim-tim besar lou han nasional. Menurut Reyfan Cliff, anggota staf hubungan masyarakat panitia kontes, lou han yang beradu cantik mencapai 226 ekor. “Untuk tim maksimal boleh mengikutkan 45 ikan. Saat ini ada 6 tim dan sisanya adalah milik perorangan,” kata Reyfan.

Salah satu tim yang menjadi sorotan di lomba adalah ACE yang beranggotakan 7 pehobi baru lou han dari Jakarta Selatan. Tim berseragam jingga yang baru berdiri pada Januari 2014 itu tampil mengesankan. Dari 40 ikan yang dibawa, separuhnya bisa masuk 10 besar. Kehadiran pemain dan tim baru ini disambut baik oleh pehobi. “Kualitas menjadi lebih beragam,” ujar Jimmy, panitia kontes. Tim peraih nilai terbanyak adalah Villa dengan 1.344 poin. Berikutnya secara berurutan adalah Stars (828 poin), Aries (558 poin), ACE (524 poin), Galaxy (478 poin), dan SSL (350 poin).  (Rizky Fadhilah)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments