Arwana kampiun dari kategori unik pernah ditawar Rp800-juta

Arwana kampiun dari kategori unik pernah ditawar Rp800-juta

Beragam jenis ikan beradu elok memperebutkan Piala Menteri Kelautan dan Perikanan.

Senyum kemenangan mengembang di wajah Jhonny. Ikan milik pria berkacamata itu sukses meraih gelar grand champion (GC) di kontes diskus tingkat nasional. GC gelar tertinggi pada kontes ikan hias. Itu kali pertama white diamond klangenan Jhonny menjadi kampiun. Pun kali pertama dalam sejarah kontes ikan cakram nasional, peraih GC diskus yang tidak berwarna dan tidak bermotif.

Diskus peraih GC adalah jenis white diamond. Sesuai namanya ikan itu berwarna dominan putih dan sedikit kuning di bagian mulut. Menurut salah satu juri, Benny Herman S, putih bukan warna favorit di dunia diskus. “Ikan itu menang karena berbentuk cakram sempurna,” katanya. Juri lain yang juga Ketua Indonesia Discus Community (IDC), Alvin Surya, pun sependapat dengan Benny.

Para pemilik ikan pemenang, juri, dan panitia kontes lou han

Para pemilik ikan pemenang, juri, dan panitia kontes lou han

Superjumbo
Alvin mengatakan ikan itu bertubuh proporsional dan hampir tanpa cacat serta aktif bergerak. White diamond bersaing ketat dengan leopard snake. Sayangnya di dekat punggung leopard snake tidak tertutup totol-totol sehingga mengurangi nilai. Para juri memerlukan waktu 1 jam untuk menentukan GC. Kontes diskus itu dihadiri 60 ikan dari Jakarta dan sekitarnya serta Pekalongan dan Yogyakarta.

Selain diskus, panitia juga menggelar kontes maskoki. Ikan milik Andy Suhardi menjadi yang terbaik pada kontes yang dihelat Indonesia Goldfish Society (IGS) dan Happy Goldfish Club (HGC). “Saya tidak menyangka meraih GC. Meskipun begitu saya senang dengan keberhasilan ini,” kata Pin Pin, panggilan akrab Andy. Ikan koleksinya sukses meraih gelar GC perdana.

Juri asal Jakarta, Kris S Widjaja, menuturkan Angel—nama ikan peraih GC—istimewa sehingga layak juara. Maskoki asal Thailand itu bertubuh bongsor mencapai 23,5 cm. Koi jenis ranchu sulit mencapai ukuran itu. Perlu perawatan ekstra agar ranchu bisa berukuran superjumbo. “Ranchu dengan ukuran dan kualitas seperti peraih GC langka di Indonesia,” ujar Kris.

Fuandy Susanto (kiri) pemilik arwana kampiun kategori unik

Fuandy Susanto (kiri) pemilik arwana kampiun kategori unik

Meski bertubuh besar, Angel tetap aktif dan berenang lincah serta stabil. Yang tak kalah seru adalah kontes cupang bertajuk Betta Club Indonesia Show 2014. Kontes cupang itu berskala internasional karena dihadiri ikan dari Malaysia, Singapura, Filipina, dan Australia. Para juri menobatkan cupang serit biru milik Irvan Lesmana asal Jakarta sebagai yang terbaik dan berhak meraih gelar best of show (BOS).

Baca juga:  Tinggi karena Leri

Batal bertanding
Semula Irvan tidak menargetkan serit biru menjadi juara. Ia lebih menjagokan serit mustard guest untuk meraih BOS. Namun, penilaian juri berkata lain. “Ikan juara itu agresif dan serit relatif tebal. Pun serit itu paling sedikit memiliki kekurangan,” kata Hermanus Haryanto, juri asal Jakarta. Irvan mendapatkan ikan itu dari seorang teman di Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten, pada Oktober 2014.

Diskus white diamond menjadi kampiun karena berbentuk cakram sempurna

Diskus white diamond menjadi kampiun karena berbentuk cakram sempurna

Kontes ikan hias lain yang berlangsung di Whole Trade Center (WTC) Manggadua, Jakarta Utara, yakni arwana. Kontes itu terbagi menjadi 5 kategori yaitu superred kelas besar, superred kelas sedang, superred kelas kecil, cross back kelas kecil, dan unik. Sayangnya kelas superred besar batal dilaksanakan. “Air dalam akuarium terlalu dingin sehingga ikan rentan terserang penyakit,” kata penyelenggara kontes, M Rafiq.

Musababnya letak akuarium kategori paling bergengsi itu dekat pendingin ruangan. Pada kontes yang diselenggarakan Arowana Club Indonesia (ACI) itu dragon fish milik Fuandy Susanto menjadi juara di kategori unik. Menurut Fuandy klangenannya menang karena memiliki sirip dayung panjang dan ekor menyerupai cupang.

Dari jenis louhan, jagoan milik Ade Sulistyo sukses meraih GC. Menurut juri asal Bandung, Jawa Barat, Hadi Senjaya, penampilan ikan bagus. Selain itu, “Tubuh louhan proporsional dan aktif bergerak,” kata pria berkacamata itu. Adu molek ikan bernongnong itu dihadiri 243 peserta. Menurut Jimmy, panitia kontes, jumlah itu terbilang cukup banyak.

Cupang milik Irvan Lesmana menjadi best of show karena bertubuh proporsional dan aktif

Cupang milik Irvan Lesmana menjadi best of show karena bertubuh proporsional dan aktif

“Lazimnya peserta berjumlah 200—220 louhan,” kata Jimmy. Kompetisi beragam ikan hias itu untuk menyemarakkan acara Indonesian Pets Plants Aquatic Expo (IPPAE) 2014. IPPAE terselenggara atas kerja sama Kementerian Kelautan dan Perikanan serta komunitas pehobi satwa. Ketua IPPAE 2014, Herjanto Kosasih, mengatakan kegiatan yang berlangsung pada 3—7 Desember 2014 itu bertujuan mempromosikan ikan hias Indonesia kepada masyarakat. (Riefza Vebriansyah/Peliput: Rizky Fadhilah)

Baca juga:  Kampiun Adu Elok

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d