Kalendula, herbal pilihan untuk mengatasi dermatitis.

Kalendula, herbal pilihan untuk mengatasi dermatitis.

Ekstrak bunga kalendula membantu mengatasi eksem. Pilihan lain kunyit, lengkuas, dan kulit manggis.

Chloe baru berumur 7 bulan ketika ruam merah muncul di sekujur tubuhnya. “Bagian terparah di lipatan sendi tangan dan kaki,” kata Dewi Kauw, ibu kandung Chloe. Keruan saja ibu 3 anak itu masygul. Bayi perempuan itu kerap tidak nyaman seperti merasa gatal. Hampir tiap malam Dewi tidak bisa tidur menenangkan sang buah hati yang kerap menangis. “Kadang saking gatalnya bagian yang memerah itu terluka akibat digaruk,” katanya.

Dewi segera memeriksakan putrinya ke dokter spesialis kulit di Jakarta. Hasil pemeriksaan dokter menunjukan Chloe mengidap atopik dermatitis. Menurut dokter di Yogyakarta, dr. Sidi Aritjahja, atopik dermatitis adalah dermatitis alergi. Dokter alumnus Universitas Gadjah Mada itu mengatakan, dermatitis adalah penyakit kulit yang disebabkan peradangan atau sohor dengan sebutan eksem.

Kalendula

Dewi Kauw merasakan faedah herbal kalendula untuk mengatasi dermatitis putrinya.

Dewi Kauw merasakan faedah herbal kalendula untuk mengatasi dermatitis putrinya.

Sidi mengatakan, “Atopik dermatitis tidak memandang usia. Anak-anak atau dewasa pun bisa terserang.” Kondisi itu membuat Dewi stres. Apalagi ketika Dewi membawa putrinya ke tempat umum, banyak orang iba karena ruam merah pada kulit. “Kadang banyak masukan, tetapi belum ada solusi yang dirasa baik,” kata Dewi. Ia khawatir putrinya ketergantungan obat kimia dan mengalami efek samping jika penanganan kurang tepat.

Ketika Dewi dan keluarga berlibur ke Jerman pada 2013 menemukan salah satu bagian obat di pasar swalayan berupa produk herbal. “Sejak kejadian itu saya memutuskan menggunakan herbal untuk mengatasi masalah pada anak saya,” katanya. Tak tanggung-tanggung alumnus jurusan Teknik Kimia Washington University itu segera belajar pelatihan mengenai herbal untuk kulit seperti School of natural skin care, formula botanica, dan essential oil.

Baca juga:  Rahasia Juara Top Secret

Dari hasil belajar itu Dewi menemukan berbagai herbal rekomendasi untuk mengatasi dermatitis. Salah satunya kalendula Calendula officinalis. “Berbagai produsen herbal dari luar negeri sudah menjual kalendula dalam bentuk ekstrak,” kata Dewi. Perempuan kelahiran Jakarta 35 tahun silam itu mencoba ekstrak kalendula untuk anaknya. Ekstrak kalendula dioles merata pada bagian tubuh yang ruam.

Hasilnya, selang beberapa menit sang buah hati merasa nyaman dan rasa gatalnya berkurang. “Kulit setelah luka garuk pun bisa kembali bersih. Rata-rata 2—4 pekan tergantung kondisi ruam dan luka,” paparnya. Menurut manajer hortikultura Taman Bunga Nusantara (TBN), Agus Taryat, kalendula tumbuh baik di TBN dengan ketinggian 800 meter di atas permukaan laut.

Laos atau lengkuas herbal lain yang juga bersifat antiinflamasi.

Laos atau lengkuas herbal lain yang juga bersifat antiinflamasi.

Menurut Dewi herbal atau obat tidak menjamin penderita dermatitis sembuh total, tetapi perlu peran pencegahan agar gejala tidak kambuh dilihat dari alergi terhadap sesuatu.

Obat dalam
Kasus putri Dewi cukup ekstrem, panganan seperti telur, gluten, dan gula pun dihindari agar gejala tidak muncul. Menurut ahli naturopati di Jakarta Barat, Joshua Sujono Lie, ND, BHSc. kalendula adalah herbal yang bersifat antiinflamasi. Sebelum aplikasi pastikan bagian yang ruam dan luka bersih dari debu dan kotoran.

Joshua menuturkan ekstrak kalendula memberikan efek merapatkan kulit kembali akibat radang atau luka. Menurut Mathew John Leach dari University of South Australia, ekstrak kalendula menunjukkan aktivitas antioksidan.

Joshua Sujono Lie, ND, BHSc, ahli naturopati di Jakarta Barat.

Joshua Sujono Lie, ND, BHSc, ahli naturopati di Jakarta Barat.

Oleh karena itu, kalendula dapat mempertahankan jaringan dan memudahkan penyembuhan luka. Joshua mengatakan, kandungan bahan aktif yang membantu memperbaiki radang dan luka kulit adalah saponin, triterpen, dan flavonoid. Bunga yang banyak terdapat di Eropa Selatan dan Afrika Utara itu juga diyakini sebagai antibakteri dan anticendawan. Menurut Joshua penggunaan herbal tunggal saja dipercaya kurang ampuh dalam mengobati suatu penyakit.

Baca juga:  Teknik Baru Cangkok Jambu

Pria kelahiran Medan, Sumatera Utara, 38 tahun silam itu menyarankan kombinasi herbal lain untuk mengatasi dermatitis. “Pengobatan dari dalam dan asupan nutrisi tepat dapat mempercepat kesembuhan,” katanya. Joshua merekomendasikan rimpang kunyit dan kulit manggis sebagai kombinasi lain untuk herbal konsumsi mengatasi dermatitis.

Kunyit dan kulit manggis bersifat antioksidan membantu mempercepat pemulihan penyakit. “Untuk perbaikan nutrisinya bisa ditambah omega-3 yang juga bersifat antiinflamasi,” kata Joshua. Konsumsi herbal secara oral 2—3 kali sehari tergantung kondisi membantu dermatitis sirna. Menurut Sidi alternatif herbal lainnya yang juga antiinflamasi adalah laos atau lengkuas. “Laos atau lengkuas memiliki efek antiinflamasi dan melembapkan kulit kuat untuk meredakan dermatitis,” kata Sidi. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d