Kakao: Panen Besar Usai Pangkas 1

COVER 1.pdfPemangkasan meningkatkan produktivitas kakao menjadi 2 kg biji kering per tanaman per tahun. Biasanya hanya 800 gram.

Sejak pagi Kholid Mustofa sibuk memotong cabang pohon kakao di lahan seluas 3 ha miliknya. Pekebun di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, itu mulai menanam kakao di lahan itu pada 2004 dengan populasi 1.000 pohon per ha. Pada pertengahan 2015 ia memanen 2 ton biji kering per ha atau 2 kg per tanaman. Itu berkat perawatan rutin yang ia lakukan, yaitu pemupukan dan pemangkasan.

Menurut peneliti dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao, Dr Agung Wahyu Susilo SP MP, pemupukan mengembalikan kesuburan tanah. “Selama penanaman, tanah menjadi kekurangan zat tertentu yang diserap tanaman,” ujar Agung. Pupuk mengembalikan bahan-bahan itu sekaligus memperbaiki kapasitas tukar kation (KTK) tanah sehingga tanaman bisa memunculkan tunas baru.

Empat pemangkasan
Pemupukan saja tidak memberikan hasil maksimal karena pergantian tajuk lambat. Itu sebabnya Kholid membenahi bagian atas atau pemangkasan tajuk agar merangsang kemunculan cabang baru untuk keluarnya bunga. Hasilnya tanaman menghasilkan lebih banyak buah,” kata Kholid.

Petugas pengawas benih tanaman di Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Surabaya, Badrul Munir STP MP, menyatakan bahwa pemangkasan meningkatkan efisiensi pemanfaatan sinar matahari yang hasilnya meningkatkan produktivitas buah. “Pemangkasan dilakukan terhadap tanaman pokok maupun peneduh agar cukup ruang untuk membentuk tajuk,” kata Badrul.

Menurut Kholid ada 4 jenis pemangkasan kakao, yakni pemangkasan bentuk, tunas air, struktural, dan sanitasi. Pemangkasan bentuk untuk memacu perkembangan cabang sekunder yang menghasilkan banyak buah. Ada 2 tahap pemangkasan bentuk, yaitu pemangkasan pucuk ketika tanaman berumur 3—6 bulan dan pemangkasan tajuk ketika tanaman berumur 6—9 bulan.

Baca juga:  Yuk Ketahui 6 Cara Budidaya Kakao - Buah Coklat

Pemangkasan tunas air yang tumbuh vertikal itu meningkatkan kekuatan struktur dan mengurangi cabang nonproduktif. Adapun pemangkasan tunas air pada tanaman dewasa memusatkan nutrisi untuk perkembangan buah, memperbaiki penetrasi sinar matahari dan sirkulasi udara. Interval pemangkasan tunas air atau wiwilan setiap 3 bulan.

Maksimal 30%
Pemangkasan struktural memacu perkembangan 4—5 cabang utama secara kontinu sebagai struktur atau kerangka primer. Pemangkasan struktural merangsang penggantian cabang tua dan sakit. Pemangkasan sanitasi untuk memperbaiki penetrasi sinar matahari dan aliran udara serta mengurangi gulma sehingga tidak berkompetisi dengan tanaman utama sekaligus tidak menjadi inang hama atau penyakit.

Pemangkasan sanitasi dilakukan bersamaan dengan pemangkasan struktural. Namun, pemangkasan itu juga dilakukan sewaktu-waktu ketika terlihat banyak cabang rusak. Meski bertujuan memperbaiki produktivitas, pemangkasan harus dibatasi maksimal 30% tajuk. Selain itu kakao membutuhkan naungan agar dapat berkembang dengan baik. Tanaman penaung berfungsi untuk mengurangi intensitas matahari. Tanaman kakao Theobroma cacao sebaiknya menerima 50% cahaya matahari.

Adapun tanah di sekitar tanaman membutuhkan 25% paparan sinar. Tanaman penaung juga memerlukan perawatan teratur agar tidak menjadi inang hama atau penyakit yang mengurangi produksi kakao. Kholid menanam sekitar 20% tanaman naungan di kebunnya atau 1 pohon naungan per 5 tanaman kakao. (Muhammad Awaluddin)

Pemangkasan Kakao

COVER 1.pdf

COVER 1.pdf

COVER 1.pdf

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *