Kado Spesial Namdokmai 1
Buah kualitas tinggi paduan dari perawatan intensif dan pascapanen.

Buah kualitas tinggi paduan dari perawatan intensif dan pascapanen.

Namdokmai prima untuk kado istimewa.

Kertas bertuliskan 280 baht per kg berdiri di antara kotak-kotak mangga namdokmai golden. Itu setara Rp112.000. Padahal, harga mangga jenis serupa di pasar buah Chatucak, Kota Bangkok, hanya 80—100 baht per kg. Namdokmai berharga fantastis itu berpenampilan sangat mulus. Setiap buah berselimut stirofoam jala untuk mencegah gesekan antarbuah. Warna kulit kuning lembut, ukuran seragam.

Produsen mangga, Saengchit Agricultural Machinery Co. Ltd, mengemas buah Mangifera indica itu dalam boks karton yang mentereng. Di sampul boks itu tertulis ucapan-ucapan selamat yang terkait dengan momen, ”Happy New Year” dan “Happy Birthday”. Mangga-mangga berkualitas tinggi itu memang baru tersedia di toko-toko buah di Bangkok. Itulah cara produsen mangga di Thailand meningkatkan nilai tambah buah asal India.

Mangga eksklusif layak jadi kado.

Mangga eksklusif layak jadi kado.

Kado mangga
Asisten managing director Saengchit Agricultural, Jiraporn Lee, mengatakan, “Pengemasan eksklusif ditujukan untuk melayani permintaan konsumen yang ingin memberikan hadiah berupa parsel buah kepada keluarga atau nasabah mereka.” Kepada Trubus Jirapon mengatakan, bukan hanya masyarakat Bangkok yang menggemari mangga untuk kado itu.

Konsumen di mancanegara, terutama Tiongkok, juga meminatinya. Jirapon menekankan, pengemasan itu hanyalah aksesori. Kualitas buahlah yang paling menentukan mangga layak kemas eksklusif. Salah satu faktor pemeliharaan yang membuat buah tampil prima ialah pembungkusan. Tujuan utama membungkus menghindari serangan lalat buah Drosophila melanogaster. Tanpa pembungkusan, serangga itu leluasa meletakkan telur ke dalam buah hingga menetas jadi ulat.

Di pasaran terdapat dua macam pembungkus mangga, yaitu berwarna cokelat dan putih. Jirapon menggunakan pembungkus berwarna cokelat yang bagian dalamnya berwarna hitam, mirip kertas karbon. Adapun bagian luar bahannya mirip kertas minyak. Pembungkus itu cocok untuk namdokmai yang berkulit kuning. Sementara khusus mangga berkulit hijau seperti arumanis, ia menyarankan penggunaan pembungkus putih karena membutuhkan cahaya untuk melakukan fotosintesis.

Baca juga:  Kian Cinta Burung Cinta

Pembungkus harus bersih, bebas dari bibit-bibit hama dan penyakit yang bersembunyi di dalam kantong. Itu bisa terjadi bila pekebun menggunakan pembungkus bekas. Pembungkus buah itu dapat juga diterapkan pada buah lain, yakni anggur, belimbing, pisang, dan buah naga. Menurut peneliti di Kebun Penelitian Buah Cukurgondang, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Ir Rebin, pekebun di Indonesia sulit menerapkan pembungkusan buah karena sebagian besar pohonnya tinggi.

Pembungkus cokelat khusus buah kulit berwarna.

Pembungkus cokelat khusus buah kulit berwarna.

Kebun bersih
Rebin dan rekan-rekan, pernah meneliti pengaruh bahan pembungkus terhadap kualitas buah. Hasilnya bahan terbaik untuk membungkus arumanis ialah kantong kertas cokelat karena warna arumanis jadi kekuning-kuningan. Adapun bahan terbaik untuk membungkus mangga garifta ialah plastik transparan. Ia menduga, dengan terpapar sinar matahari yang banyak, kulit garifta tetap berwarna ngejreng merah kuning.

Bahan lain yang dipakai pada penelitian itu ialah kertas pengering. Untuk mendapatkan hasil optimal, Jirapon mensyaratkan kebun mangga harus bersih dan rapi. Antara lain dengan rutin memangkas sebagian cabang, ranting, dan daun yang terlalu lebat. Tujuannya agar buah yang berada di bagian dalam tajuk mudah mendapat sinar matahari. Sinar matahari menurunkan serangan hama dan penyakit karena suhu lebih hangat dan tidak lembap. Idealnya tinggi tanaman hanya 3 meter agar pekebun mudah membungkus dan panen.

Saat ukuran sebesar kelereng, Jirapon mulai menyeleksi buah. Ia mempertahankan 1—2 buah—yakni berbentuk bagus, bebas dari hama dan penyakit—per tangkai. Perawatan selanjutnya ialah menyemprot kebun dengan pestisida. Setelah ukuran buah mencapai 10 cm, Jirapon baru membungkus buah. Bila terlambat melakukan, lalat buah menyerang lebih dahulu dengan menyuntikkan telurnya ke dalam buah.

Sehari sebelum membungkus karyawan menyemprotkan pestisida. Larutkan pestisida dalam ember, lalu semprotkan secara berkabut agar mengenai semua daun dan buah. Satu pembungkus hanya untuk satu buah. Caranya, masukkan buah ke kantong, lilitkan kawat pembungkus ke tangkai buah. Setelah itu gulung mulut kantong lalu jepit dengan kawat staples. Secara periodik, periksa kondisi buah dengan membuka kantong.

Baca juga:  Kendala Berkebun Lada

Bila memangkas, hindarkan kulit buah terkenda getah. Cairan yang mengenai kulit buah akan melekat juga pada kertas pembungkus sehingga melekat di kulit. Akibatnya saat buah matang, kulit menjadi hitam. Menjelang panen, bungkus buah dengan jaring stirofoam agar buah terhindar dari kerusakan mekanis akibat gesekan. Setelah 50—60 hari pascapembungkusan, buah pun matang dan siap panen.

Cara panen dengan memotong tangkai buah tanpa membuang pembungkus. Setelah buah diangkut ke gudang, barulah para karyawan melepas pembungkus. Hasilnya namdokmai berwarna kuning lembut dengan kulit halus rata. Itulah buah untuk kado orang-orang tercinta. (Syah Angkasa)

Demi Buah Eksklusif

COVER 1.pdf

1. Kebun harus rapi dan bersih.
2. Cabang harus rutin dipangkas.
3. Seleksi buah. Buang yang jelek.
4. Seleksi lagi saat 10 cm dan bungkus.
5. Semprot pestisida ke seluruh tajuk.
6. Periksa kondisi buah tiap bulan.
7. Buah rusak segera dibuang.
8. Menjelang matang, bungkus dengan stirofoam.
9. Pembungkus sobek harus diganti.
10. Buang pembungkus sobek.
11. Buah dipanen dengan pembungkus.
12. Dihasilkan buah kualitas ekspor.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *