Juri Sepakat Maskot Terbaik 1
Durian maskot pemenang kontes Festival Durian Kota Semarang 2014

Durian maskot pemenang kontes Festival Durian Kota Semarang 2014

Rasa manis, tekstur pulen, dan warna buah kuning mengantarkan maskot menjadi yang terbaik.

Lapak 100 m2 di Kecamatan Mijen, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah, itu senantiasa ramai pengunjung ketika musim durian tiba. Di lapak itulah Sumarno menjajakan beragam jenis durian lokal hasil panen di pekarangan rumahnya. Sebagian durian lainnya dipasok Rusmadi. Salah satu jenis durian selalu ludes begitu sampai di lapak. Padahal, harga durian itu relatif mahal, Rp100.000 per buah berbobot 2—2,5 kg. Namun, penggemar dari berbagai kota seperti Semarang, Magelang, dan Surakarta—semua di Provinsi Jawa Tengah—tetap memburu durian lezat itu.

Sumarno menjual durian lain berbobot sama dengan harga lebih murah, Rp50.000 per buah. Ia memperoleh pasokan durian legit itu dari Rusmadi, pedagang durian di Semarang, Jawa Tengah. Itulah sebabnya ia menyarankan Rusmadi untuk menyertakan duriannya di acara Festival Durian Kota Semarang 2014. Walau semula ragu, akhirnya Rusmadi mengikutkan 3 buah durian pada kontes adu unggul si raja buah itu.

Durian no 26 keluar sebagai juara 2

Durian no 26 keluar sebagai juara 2

Terbaik

Keunggulan durian maskot tak hanya teruji di lidah para pelanggan, tetapi juga oleh para juri. Dewan juri terdiri atas Panca Jarot Santoso (Balai Penelitian Tanaman Buah), Murendro SP (Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah), Ir Ally Effendi (Balai Pengawasan Sertifikasi Benih Provinsi Jawa Tengah), Pratomo SP (Yayasan Obor Tani), dan Agus Riyadi (Asosiasi Pedagang Durian). Setelah berunding sengit mereka mengesahkan durian bernomor peserta 2 itu dengan nilai 360,5 sebagai juara. “Durian ini saya beri nama maskot.  Itu adaptasi dari nama pemilik pohon durian, Maskon,” ujar Rusmadi. Maskon adalah sahabat Rusmadi yang menanam pohon itu.

Baca juga:  Mereka Pelestari Tenun

Durian maskot berbobot 2,653 kg mengalahkan 50 durian terbaik lainnya. Citarasa daging buah dominan manis dengan tekstur lembut dan halus. Warna daging buah kuning menggugah selera para maniak untuk mencicipinya.

Sebagian besar peserta merupakan durian berkualitas. Durian maskot bersaing ketat dengan durian no 26 milik Suyitno. Maskot akhirnya mendulang nilai tertinggi dan menjadi juara. Selisih nilai dibanding no 26 sangat tipis, yakni hanya 2 poin. Dari segi warna dan ketebalan kedua durian itu sebetulnya hampir setara. Raja buah itu unggul karena, “Rasanya manis dengan sedikit sensasi pahit, warna buah kuning cerah, tekstur lembut dan terasa lengket di lidah,” kata ketua dewan juri, Panca Jarot.

Meriah

Menurut ketua panitia tingkat kecamatan, Anggoro Widhiatmoko, kontes yang diselenggarakan pada 1 Februari 2014 itu untuk pertama kali. Pemilihan lokasi kontes di Kecamatan Mijen, Kabupaten Semarang, bukan tanpa alasan. “Kami ingin mempromosikan Mijen sebagai sentra durian unggulan kota Semarang,” ujar Anggoro.

"Saya ingin muncul varietas baru durian unggul" ujar Walikota Semarang, Hendrar Prihadi

“Saya ingin muncul varietas baru durian unggul” ujar Walikota Semarang, Hendrar Prihadi

Sebagian peserta memang berasal dari kecamatan yang ditempuh 30 menit dari kota Semarang itu. Selain Kota Semarang, sejumlah durian asal sentra di Kabupaten Pekalongan, Batang, Wonosobo, dan Jepara juga menjadi peserta. ”Saya ingin dari festival ini muncul varietas baru durian unggul seperti durian kholil yang berhasil menjadi juara tingkat nasional beberapa waktu lalu,” ujar Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Ir Wahyu Permata Rusdiana, MP tujuan kontes sebagai ajang untuk menyaring durian unggul lokal Semarang. “Setiap juara itu nantinya akan dilombakan untuk varietas unggul nasional,” ujar Rusdiana. Kriteria yang dicari antara lain: daging buah tebal, warna daging buah kuning, serta kombinasi rasa manis, legit, dan pahit yang pas.

Baca juga:  Tiram Awet Setahun

Dalam penilaian kontes, rasa daging buah memiliki bobot tertinggi di antara seluruh kriteria, yakni mencapai 30%. Adanya aroma alkohol juga menjadi pertimbangan. Kriteria lain, daging buah bertekstur kering, lembut, creamy, dan tidak berserat. Penampilan buah dari mulai bentuk, warna daging buah, ketebalan buah, dan besarnya porsi buah yang dapat dimakan juga menjadi pertimbangan. Itulah sebabnya diskusi sengit terjadi saat para juri menentukan juara di antara 51 finalis.

Selain kontes durian unggul, Festival Durian juga menyajikan aneka lomba seperti lomba makan durian dan lomba olahan makanan berbahan dasar durian. Pengunjung yang datang juga bisa makan durian sepuasnya dengan membayar Rp100.000 per orang.

Panca Jarot menuturkan maraknya kontes durian di beberapa sentra merupakan langkah yang menggembirakan dalam pengembangan durian nasional. “Sebagai tahap awal tujuan kontes adalah mengumpulkan plasma nutfah durian unggul yang memiliki kriteria berpotensi ekspor,” ujarnya. Pada tahap berikutnya adalah pengembangan durian hasil seleksi.

Setelah beberapa tahun kontes yang diselenggarakan tidak lagi dalam upaya seleksi durian unggul, tapi sudah beranjak ke tahap penilaian kebun terbaik. “Dalam tahap itu, varietas yang turut dalam lomba bisa jadi sama, tapi yang membedakan adalah kualitas buah dari setiap kebun pasti berbeda,” ujar Jarot. (Kartika Restu Susilo)

532_49

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *