Juragan Sayur dari Cianjur 1

Sarjana Pertanian yang mempraktikkan ilmunya di lahan. Omzet berniaga sayuran hingga Rp800 juta per bulan.

Umur Sandi Octa Susila masih relatif muda, tapi penghasilannya tergolong besar. Pendapatan pria berusia 25 tahun itu Rp780 juta—Rp800 juta saban bulan dari hasil perniagaan sayuran. Pemuda asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, itu menjual 141 tanaman aneka sayuran, seperti caisim, cabai, tomat, pakcoi, dan selada. Konsumen Sandi meliputi hotel, restoran, katering (horeka), dan pasar swalayan di Bogor, Jawa Barat, dan Jakarta.

Hasil panen sayuran berasal dari kebun sendiri seluas 8 hektare dan 373 petani mitra di Cianjur, Bandung Barat, Bandung, dan Garut—semua di Provinsi Jawa Barat. Ia melatih para petani mitra dan memberikan penyuluhan setiap 3 bulan sekali agar tidak ada hambatan di lapangan. Pria kelahiran Cianjur, 13 Oktober 1992 itu membudidayakan sayuran dengan teknologi semiorganik.

Media sosial

Sandi Octa mengurangi kecenderungan bahan kimia dalam budidaya sayuran. Di bawah bendera Mitra Tani Parahyangan (MTP) ia menanam aneka jenis sayuran di luas lahan sekitar 8 hektare di Tegallega, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Ia juga dipercaya oleh pihak PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII untuk mengelolah lahan 62 hektare yang terpencar menjadi 8 blok.

Pihak PTPN VIII ingin Sandi dan MTP menanam berbagai macam komoditas hortikultura agar lahan tak terurus itu membuahkan keuntungan. “Saya sempat ragu untuk mengelola lahan itu tapi setelah saya survei, saya yakin bisa maka saya terima dan bisa menambah pendapatan petani mitra,” ujar Sandi. Total panen berbagai macam sayuran mencapai 300 kg setiap hari.

Sandi Octa Susila mendapatkan omzet ratusan juta per bulan dari hasil berbisnis sayuran segar.
Sandi Octa Susila mendapatkan omzet ratusan juta per bulan dari hasil berbisnis sayuran segar.

Anak muda itu lantas mengirim sayuran segar ke sejumlah disributor langganan. Saat ini Sandi bekerja sama dengan 12 hotel, 16 pasar swalayan, serta restoran di Bogor dan Jakarta. Sandi memasok kebutuhan sayuran mereka setiap hari. Selain itu ia juga memasarkan sayurannya melalui sosial media dan situs website agrowing dan kansa sayur. Ia juga membuka layanan pesan antar ke konsumen.

Baca juga:  Pagi Guru, Siang Bertani

Dari perniagaan sayuran itu, Sandi meraup omzet Rp780 juta—Rp800 juta setiap bulan. Seiring dengan peningkatan permintaan, omzet Sandi pun kian besar, pada pertengahan Mei 2018 ia berhasil meraup omzet Rp900 juta. Sandi selalu memiliki target yang ingin dicapai setiap tahun. Pada 2018 ia ingin menambah relasi 10 hotel dan bekerja sama dengan pihak ketiga.

Tujuan kerja sama itu untuk menyediakan berbagai macam komoditas seperti 32 jenis buah-buahan, daging segar berupa daging sapi, kambing, dan ayam, serta dry food yaitu mi, abon, dan tepung terigu. ”Berkecimpung di pertanian tidak merugikan sama sekali, mumpung masih muda kita bisa bereksperimen lebih banyak yang tentu bermanfaat bagi orang banyak,” ujar Sandi.

Butuh makan

Sandi tertarik menanam sayuran lantaran tumbuh di lingkungan keluarga besar pekebun sayuran. Ayahnya kerap mengajak Sandi kecil pergi ke kebun. Di sana ia belajar meracik pupuk, menyiangi gulma, atau mengenal jenis sayuran. Saat kuliah semester 5, Sandi bertekad menguasai ilmu pertanian secara menyeluruh untuk memajukan bisnis keluarga. Pendiri MTP itu ingin menjadi petani sukses yang menguasai teori dan lapangan.

Produk sayuran yang dipasarkan oleh Mitra Tani Parahyangan (MTP).
Produk sayuran yang dipasarkan oleh Mitra Tani Parahyangan (MTP).

“Sepanjang manusia butuh makan, pertanian memiliki peluang bisnis yang menjanjikan,” ujar Sandi. Alumnus Fakultas Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor itu beragribisnis karena, “Kita sendiri yang membuat keputusan kapan harus bekerja dan beristirahat. Sekecil apa pun usaha itu, kita adalah bos di perusahaan kita,” ujarnya.

Ia mantap bertanam sayuran karena lingkungan mendukung lantaran berketinggian 900—1.000 meter di atas permukaan laut (m dpl). Alasan lain, merosotnya minat pemuda untuk menerjuni pertanian. Oleh karena itulah, ia fokus di dunia pertanian dan membuktikan bahwa pertanian menjanjikan keuntungan. Jika pertanian dikelola baik maka pendapatannya pun bisa melebihi gaji pekerja di perkantoran.

Baca juga:  Bisnis Suvenir Pernikahan Unik

Trubus Edisi Juli 2018 Highrest.pdf

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *