Julio Caesar menjadi grand champion karena tampil paling bagus di antara ikan pesaing

Julio Caesar menjadi grand champion karena tampil paling bagus di antara ikan pesaing

Kaisar Romawi, Julius Caesar, mewujudkan semboyan legendaris vini, vidi, vici. Saya datang, saya tampil, dan menang.

Paulus Iskandar menamai ikan lou han koleksinya Julio Caesar yang datang ke kontes, bertanding, dan menang. Para juri—Hadi Senjaya, Miat Talim, dan Agus Triono—menobatkan lou han milik Paulus sebagai grand champion pada gelaran Liga Lou han Indonesia. Grand champion gelar tertinggi pada kontes itu. Menurut juri asal Bandung, Jawa Barat, Hadi Senjaya, penampilan Julio Caesar paling bagus ketimbang ikan pesaing.

“Dari awal hingga akhir lomba ikan itu tampil maksimal dan aktif bergerak,” kata Hadi. Selain itu, sisik Julio Caesar juga mengilap dan berwarna cerah. Itu prestasi pertama Julio Caesar menggondol gelar grand champion. Sebelumnya di Liga Lou han Indonesia pada November 2014 lou han itu meraih peringkat kedua kelas cencu B.

Berpenampilan maksimal dan berwarna bagus modal louhan milik Freddy Liem menjadi young champion

Berpenampilan maksimal dan berwarna bagus modal louhan milik Freddy Liem menjadi young champion

Dua champion
Paulus Iskandar mengatakan, “Saya senang Julio Caesar menyabet gelar grand champion.” Pria berkacamata itu membeli ikan bernongnong Rp15-juta dari seorang teman pada November 2014. Ia tertarik dengan Julio Caesar karena ikan itu tampak gagah dan aktif bergerak. Paulus mengatakan tidak ada tip khusus merawat lou han berjenis cencu itu. Setiap hari ikan ternakan lokal itu melahap 2 kotak cacing beku 3 kali sehari.

Satu hingga dua pekan sebelum kontes, Paulus memberikan pelet warna. Agar bermental bagus, ia memasukkan ikan parrot ke dalam akuarium Julio selama 10—15 menit. Frekuensi setiap 2 hari sekali. Kebahagiaan Paulus semakin lengkap karena juri menasbihkan lou han lain milik Paulus sebagai baby champion. ”Ikan itu berhak mendapat baby champion karena kondisinya stabil selama penjurian,” ucap Hadi.

Kondisi louhan milik Paulus stabil sepanjang penjurian sehingga menjadi baby champion

Kondisi louhan milik Paulus stabil sepanjang penjurian sehingga menjadi baby champion

Pesaing Roma—peraih baby champion—yaitu juara dari kelas cencu C. Sayang, penampilan ikan itu tidak stabil. Kadang terlihat cerah, di lain waktu tampak gelap. Menurut Hadi banyak yang menyebabkan kondisi ikan tidak stabil seperti mental. “Bisa jadi ikan tidak terbiasa dengan kondisi akuarium baru sehingga stres,” kata pria kelahiran Bandung itu.

Baca juga:  Seleksi Indukan Unggul

Kebahagiaan tidak hanya milik Paulus. Freddy Liem pun senang dengan hasil kontes itu. Musababnya ikan milik pehobi asal Surabaya, Jawa Timur, itu, meraih gelar young champion. Ikan berjenis cinhua B itu layak juara karena berpenampilan maksimal, serta sirip dan warnanya bagus. Menurut juri asal Jakarta, Miat Taslim, kelas paling ketat yaitu cencu B.

Pada kelas itu lou han milik Jaya Raja dari Samarinda, Kalimantan Timur, menjadi kampiun dengan nilai 20.847,50. Adu molek louhan di Whole Trade Center (WTC) Manggadua, Jakarta Utara, itu berbeda dari kontes sebelumnya. Panitia membagi kelas klasik dan golden menjadi dua kategori (A dan B), semula masing-masing kedua kelas itu hanya satu. Pembagian dua kategori berdasarkan ukuran ikan.

Paulus Iskandar (tengah) meraih 2 piala, yaitu grand champion dan young champion

Paulus Iskandar (tengah) meraih 2 piala, yaitu grand champion dan young champion

Bertambah
Lou han klasik atau golden berukuran 19 cm atau lebih masuk kelas A, sedangkan ikan berukuran kurang dari 19 cm tergolong kelas B. Pembagian kelas A dan B pada kelas klasik dan golden menyebabkan jumlah kelas pada kontes itu bertambah. Semula hanya 12 kelas, kini menjadi 14 kelas. Kerap terjadi pada kelas klasik atau golden ikan berukuran lebih besar langganan juara pada kelas itu.

“Dengan sistem ini penilaian juga lebih adil,” kata Hadi. Menurut panitia kontes, Jimmy, lomba pada Januari 2015 itu diikuti 259 ikan. Peserta berasal dari berbagai daerah seperti Bandung, Jakarta, Surabaya, dan Samarinda. Jumlah kontestan itu lebih banyak daripada acara serupa pada 2014 yang mencapai 230 ikan. Banyaknya lou han juga melebihi target panitia yaitu 240 ekor.

Jaya Raja, pemilik lou han juara kelas rancu B, kelas paling ketat

Jaya Raja, pemilik lou han juara kelas rancu B, kelas paling ketat

Pemilik ikan yang bertanding tergabung dalam 6 tim berbeda yaitu Revolution, Villa, Lou han United, Aries, Brotherhood, dan N/A. Di akhir acara tim juri menobatkan Revolution sebagai tim peraih nilai terbanyak yaitu 1.514. Atas prestasi itu Revolution berada di puncak klasemen sementara Liga Lou han Indonesia 2015 diikuti Villa dan Louhan United yang masing-masing bertengger di posisi kedua dan ketiga. (Riefza Vebriansyah)

Baca juga:  Koi dan Lou Han Kampiun

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d