Lebih dari 800 ikan cupang dari berbagai negara beradu elok demi menjadi yang terbaik.

Senyum menghias wajah Cholis Albar ketika ikan cupang koleksinya meraih gelar best of show (BOS) di kontes internasional di Bumi Serpong Damai, Kota Tangerang Selatan, Banten. Itu gelar paling prestisius di ajang kontes cupang nasional dan internasional.

“Saya sangat senang dengan prestasi yang diraih ikan itu,” kata warga Kelurahan Slipi, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, itu.

Juri asal Tangerang Selatan, Banten, Daniel Indarta, mengatakan cupang berumur 5 bulan itu layak menang karena bermental bagus.

ikan cupang serit milik Ted Hau dari Hongkong
Penampilan cupang milik Ted Hau dari Hongkong maksimal sehingga layak meraih gelar best of show (BOS).

Selama penjurian ikan ternakan dalam negeri itu kerap membuka insang dan mengembangkan siripnya (ngedok). Artinya cupang tidak takut orang atau ikan sejenisnya. Kelebihan lain ikan itu yakni berwarna paling menarik kombinasi merah dan biru.

Kontes Ikan Cupang yang Meriah

Daniel menuturkan, “Cupang itu masih muda dan berpeluang menjadi juara di kontes berikutnya.” Menurut Cholis cupang hasil rawatannya itu lebih unggul daripada ikan lainnya karena berwarna lebih kontras, serit rapi, dan berukuran lebih besar.

Cupang itu bukan hasil ternakan Cholis. Ia membeli ikan itu dari seorang kawan pada Juli 2018 seharga Rp500.000. Apa rahasia cupang itu sehingga menjadi juara?

Perserta kontes international betta show
Perserta kontes membeludak hingga 823 ikan yang berasal dari dalam dan luar negeri.

Cholis mengatakan tidak ada perawatan spesial. Setiap hari ia memberikan pakan berupa jentik nyamuk 3 kali sehari hingga ikan kenyang. Jentik nyamuk salah satu pakan alami terbaik cupang karena mengandung protein yang diperlukan untuk pertumbuhan ikan itu.

Untuk menjaga kesehatan ikan ia juga mengganti air total per 3 hari. Tiga hari menjelang lomba Cholis menggunakan air kemasan untuk ikan.

Alasannya, “Agar pH air tidak berubah ketika lomba,” kata Cholis. Jika pH tidak sesuai menganggu pertumbuhan cupang hingga bisa menyebabkan kematian. Tidak hanya Cholis yang berbahagia. Pehobi cupang di Jakarta Utara, Surya pun senang dengan hasil kontes karena cupang miliknya meraih gelar best of variety kelas Junior.

Baca juga:  Juri Tercepat
ikan cupang juara best of variety (BOV) kelas Junior
Kali pertama mengikuti kontes, cupang milik Surya mendapatkan gelar best of variety (BOV) kelas Junior.

Kontes cupang yang diikuti Cholis dan Surya bertajuk My Betta My Pride 5th Anniversary itu berlangsung sukses dan meriah. Sebanyak 823 ikan beradu elok pada gelaran itu.

Daniel yang juga penyelenggara kontes mengatakan, cupang berasal dari dalam dan luar negeri seperti Hongkong, Taiwan, dan Filipina. Sebetulnya jumlah ikan pada kontes yang dilaksanakan pada 16—19 Agustus 2018 itu melebihi target panitia yaitu 700 ikan.

“Jumlah peserta yang melebihi target itu membuktikan antusias pemilik ikan mengikuti kontes tinggi,” kata Daniel. Harap mafhum jadwal kontes My Betta My Pride 5th Anniversary berbarengan dengan acara sejenis yang diadakan di Taiwan dan Tiongkok. Peserta yang membeludak bukti kontes My Betta My Pride 5th Anniversary banyak peminatnya.

Penghargaan untuk juara kontes ikan cupang

Cholis Albar mendapatkan sepeda motor baru.
Perawat cupang peraih BOS, Cholis Albar, mendapatkan sepeda motor baru.

Daniel mengatakan kontes itu menjadi acuan kontes cupang internasional lainnya sejak 2016. Apalagi pemilik BOS berhak mendapatkan hadiah berupa 1 unit sepeda motor seharga kurang lebih Rp17 juta. Kontes itu bertujuan memotivasi pehobi agar menghidupkan pasar cupang di Indonesia. Tujuan lainnya meningkatkan apresiasi untuk cupang hias tanah air.

Yang paling penting manfaat kontes itu adalah menyatukan semua pemain cupang lintas grup. Kontes besutan Betta Club Indonesia itu menerapkan sistem penilaian berdasarkan standar International Betta Congress (IBC). Hal baru pada kontes itu yakni adanya penghargaan best of optional untuk BOV di kelas female, junior, form and finnage, serta temporary.

“Itu bukti kami mengahargai ikan bagus dari kelas tersebut,” kata Daniel yang juga penangkar diskus itu. Ada 6 juri yang menilai cupang pada kontes yakni Jesda Attavichit (Thailand), Wesley Tan (Malaysia), Daniel Indarta (Indonesia), Hermanus Haryanto (Indonesia), Adhie Guna Dharma (Indonesia), dan Piwi Huang (Indonesia).

Baca juga:  Upaya Melestarikan Teripang yang Semakin Terancam

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d