Durian serombut, juara ke-1 kontes durian di Balaikarangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau

Durian serombut, juara ke-1 kontes durian di
Balaikarangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau

Balaikarangan memiliki kekayaan plasma nutfah durian terbaik di Indonesia, bahkan di dunia!

Itu ungkapan pemerhati durian, Karim Aristides. Ia  sekaligus penemu durian pelangi asal Papua Barat yang fenomenal. Ungkapan itu bukan sekadar isapan jempol. Itu terbukti pada kontes durian di Desa Balaikarangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Para juri antara lain Karim Aristides dari Papua, Dr Ir M Reza Tirtawinata MS (Bogor, Jawa Barat), Panca Jarot Santoso SP MS (Solok, Sumatera Barat), Imam Wiguna (Trubus) dan Eddy Simon Sim (Jakarta), mesti bekerja keras menentukan durian terbaik di antara 108 peserta kontes.

1.Para pemilik durian pemenang bersama juri, panitia, dan perwakilan Maniak Durian

1. Para pemilik durian pemenang bersama juri, panitia, dan perwakilan Maniak Durian

“Sebagian besar peserta merupakan durian berkualias. Tugas juri menentukan durian berkualitas yang memenuhi kriteria untuk ekspor: daging buah tebal, warna daging buah menarik, rasa manis kombinasi pahit yang pas, dan citrasa umami atau kelezatan yang tinggi,” ujar ketua dewan juri, Karim Aristides. Itulah sebabnya diskusi sengit terjadi saat para juri menentukan juara di antara 15 finalis. Persaingan ketat terjadi pada nomor peserta 44, 63, dan 77. Maklum, ketiga kontestan itu unggul karena berdaging buah tebal, lebih dari 2 cm. Oleh karena itu para juri mesti lebih jeli menentukan juara.

4.Para juri bekerja keras menentukan juara di antara 108 peserta

4. Para juri bekerja keras menentukan juara di antara 108 peserta

Daging tebal

Durian bernomor peserta 77 akhirnya memenangi persaingan ketat itu. Itulah durian serombut milik Kanius Neen asal Desa Puntikayan, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Menurut Karim Aristides serombut lebih unggul karena berdaging buah paling tebal, yakni mencapai 3,2 cm. Dalam satu buah tampak penuh dengan pongge durian karena berkulit tipis. “Kombinasi rasa manis dan pahit hampir setara musang king, serta terasa lebih “creamy” sehingga terasa lengket saat ditelan,” ujar Karim.

Baca juga:  Merdeka!

Peserta nomor 63, yakni durian balening milik Sa’id  sebetulnya memiliki warna daging buah menarik, yakni kuning. “Hanya saja ada warna kebiruan seperti lebam sehingga mengurangi kesan warna yang menarik,” ujar Dr M Reza Tirtawinata MS. Karim menuturkan ketebalan daging buah juga kalah dari serombut, yakni hanya 3 cm. Sementara durian nomor 44 berdaging tebal, meski ukuran buah mungil, yakni hanya dua kepalan tangan orang dewasa. Dari segi rasa juga tak kalah dengan juara ke-1 dan ke-2. Dengan berbagai keunggulan itu, pantas bila nilai ketiga juara terpaut sangat tipis.

Pada kontes di halaman kantor Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, terdapat beberapa peserta berwarna daging buah menarik, yakni jingga seperti kontestan nomor 39. “Dari segi rasa durian ini yang jadi favorit saya, manis dan pahit, serta lengket sehingga sulit ditelan,” kata juri dari Balai Penelitian Tanaman Buah (Balitbu) di Solok, Sumatera Barat, Panca Jarot Santoso. Sayang, ketebalan daging buah durian bernama tembaga minan itu hanya 1 cm sehingga meraih juara harapan ke-3.

3.Ir John Hendri MS, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sanggau

3. Ir John Hendri MS, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sanggau

Kualitas meningkat

Menurut Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Peternakan, Kabupaten Sanggau, Ir John Hendri MSi, kontes durian yang berlangsung pada 14 Desember 2013 itu adalah kontes kedua kalinya yang diselenggarakan di Kabupaten Sanggau. “Dengan kontes yang berkelanjutan diharapkan dapat melestarikan kekayaan durian di Kabupaten Sanggau yang saat ini terancam oleh meluasnya penanaman kelapa sawit,” ujar John. Yang menggembirakan jumlah peserta pada kontes kali ini lebih banyak, yakni mencapai 108 buah, sebelumnya 89 durian. Itu menjadi bukti antusiasme pemilik pohon durian di Kabupaten Sanggau meningkat.

Baca juga:  Pakan Tepat Laba Berlipat

Itulah sebabnya kontes di sentra durian terbaik di tanahair itu juga mendapat dukungan dari berbagai pihak seperti Asosiasi Eksportir Importir Buah dan Sayuran Segar Indonesia (ASEIBSSINDO) yang memberikan bantuan dana untuk hadiah para pemenang. Kontes durian itu juga mendapat perhatian para penggemar durian yang tergabung dalam komunitas Maniak Durian yang saat ini berjumlah 2.900 anggota. “Kami melakukan lelang bibit durian sotok mas asal Desa Sotok, Kecamatan Sekayam, untuk mendukung penyelenggaraan kontes. Hasil lelang ternyata laku hingga Rp3,5-juta. Uang hasil lelang kami serahkan ke panitia kontes,” ujar wakil sekretaris jenderal Maniak Durian, Hendra Gunawan Hadmidireja.

Dari segi kualitas peserta juga semakin meningkat. Menurut Karim pada kontes tahun lalu jumlah peserta berketebalan daging buah 2—3 cm hanya 18%. “Pada kontes kali ini mencapai 33%. Ini fantastis!” ujar Karim. Makanya tak berlebihan jika Karim berpendapat bahwa durian di Kabupaten Sanggau yang lebih dikenal dengan durian balaikarangan merupakan kekayaan durian terbaik di tanahair, bahkan di dunia. (Imam Wiguna)

Durian Terbaik

Durian Terbaik

FOTO:

  1. Para pemilik durian pemenang bersama juri, panitia, dan perwakilan Maniak Durian
  2. Durian serombut, juara ke-1 kontes durian di Balaikarangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau
  3. Ir John Hendri MS, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sanggau
  4. Para juri bekerja keras menentukan juara di antara 108 peserta

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d