Dominasi maine coon dalam 2nd Internasional Cat Show (CFA) di Jakarta

Crocoon Jon Snow, memiliki potensi yang bagus di masa depan karena saat ini masih kitten dan dapat “dibentuk” menjadi kucing dengan penampilan lebih baik lagi.

Crocoon Jon Snow, memiliki potensi yang bagus di masa depan karena saat ini masih kitten dan dapat “dibentuk” menjadi kucing dengan penampilan lebih baik lagi.

Oh my God! Jadi belanje-belanje kita,” seru Nancy Florence Jipanis semringah saat juri menyematkan roset terakhir di kandang kucing maine coon klangenannya. Crocoon Jon Snow, nama kucing koleksi Nancy, baru saja melewati penilaian final untuk kelas kitten. Dalam putaran terakhir di ring 4, maine coon itu meraih nilai tertinggi dan mengalahkan 15 pesaing. Kemenangan Jon terasa istimewa bagi Nancy.

Harap mafhum itu karena keikutsertaannya perdana pada gelaran kontes kucing di luar negaranya, Malaysia. Menurut Nancy salah satu alasan mengikuti kontes kucing di Indonesia untuk menunjukkan kualitas hasil tangkarannya. “Sebagai breeder, saya selalu berusaha meningkatkan kualitas kucing anakan. Mengikuti cat show adalah kesempatan yang bagus untuk menunjukkan hasil terbaik dari segala perawatan kepada khalayak,” ujar wanita pemilik Crocoon Cattery di Kuala Lumpur itu.

Kucing berkualitas

GC X-Indie Alanzo of Edynacoons, memiliki pola mackerel tabby yang sangat tegas, ditunjang oleh badan yang sehat, kepala yang besar dan bulu yang baik.

GC X-Indie Alanzo of Edynacoons, memiliki pola mackerel tabby yang sangat tegas, ditunjang oleh badan yang sehat, kepala yang besar dan bulu yang baik.

Juri Cat Fanciers’ Association dari Amerika Serikat, Carla Bizzel, memilih Jon Snow sebagai johan alias juara karena, “Maine coon itu memiliki bentuk tubuh proporsional dan ototnya kuat. Paling istimewa bagian wajah yang manis dengan bentuk rahang dan moncong kokoh.” Bagi Nancy keberhasilan Jon dengan raihan skor tertinggi sebuah kejutan yang indah. “Penampilan kompetitor dari Indonesia semuanya bagus, perasaan sangat tegang selama proses penilaian berlangsung,” ujar Nancy.

Sebagai penangkar sejak 2008, Nancy selalu merawat klangenannya dengan berbagai perlakuan istimewa supaya menghasilkan penampilan yang prima dan siap turun dalam berbagai ajang kontes. Nancy mengatakan, proses seleksi calon kucing berkualitas tinggi sejak umur 1,5 bulan. Saat itu masa perkembangan dan pertumbuhan paling pesat bagi maine coon. Menurut Nancy yang terpenting dalam perawatan adalah harus tulus mencurahkan kasih sayang.

Ganswed Ezel, debutan yang istimewa, langsung menyabet Best Kitten Persian sekaligus Highest Scoring Breed Indonesia

Ganswed Ezel, debutan yang istimewa, langsung menyabet Best Kitten Persian sekaligus Highest Scoring Breed Indonesia

“Maine coon itu sangat suka main air, tetapi tidak boleh terlalu sering dimandikan. Cukup 3 pekan sekali, karena bulu menjadi kering dan rusak jika terlalu sering terkena air,” ujar Nancy. Lantaran bulu Jon dominan berwarna putih, maka perlu penanganan ekstra, yaitu tidak sembarangan memilih tempat saat mengajak bermain, menyikat bulu 2 hari sekali, dan memberi vitamin harian khusus untuk pemeliharaan bulu.

Baca juga:  Bukan Sekadar Nata de Coco

Jagoan dari tanah air tidak kalah prestasinya pada gelaran bergengsi 2nd Internasional Cat Show (CFA) The Champ Season #2 di Kuningan City, Jakarta Selatan. GC X-Indie Alanzo of Edynacoons, maine coon milik Oktarina Kartika Ayu menyabet best of the best championship. Maine coon berumur 1,5 tahun itu menyingkirkan 137 kucing yang mengikuti kelas championship, bahkan 27 di antaranya sudah bergelar grand championship.

Ina—panggilan Oktarina—tidak menyangka kucingnya menjadi yang terbaik. “Saya memang sedang mengejar peringkat poin juara di CFA, tetapi Alanzo menjadi best of the best di luar perkiraan. Target saya menjadi finalis di setiap ring, mengingat persaingannya sangat ketat,” ujar Ina. Sangat jarang ras maine coon mengungguli ras persia pada kelas championship di berbagai kontes.

Magic Shine Orion berotot bagus, plus karakternya yang jinak.

Magic Shine Orion berotot bagus, plus karakternya yang jinak.

Juri asal Amerika Serikat, Melanie Morgan, mengatakan, “Dia memiliki pola mackerel tabby yang sangat tegas. Kelebihan itu ditunjang oleh badan yang sehat, kepala yang besar dan bulu yang baik.” Semua itu tidak terlepas dari keseriusan Ina dalam merawat klangenannya. Pemilik Edynacoons cattery itu memberikan perlakuan untuk peningkatan stamina dan membuat kualitas bulu menjadi maksimal. Menjelang kontes Alanzo sedang berahi.

Persia istimewa
Pada kontes yang terselenggara atas kerja sama komunitas Sukses Beternak Kucing Ras (SBKR) itu ras persia menorehkan prestasi. Ilyusha of Ganswed milik Muhammad Ali Suwed meraih gelar veteran cat, penghargaan bagi kucing berumur 12 tahun yang masih aktif mengikuti kontes. Kucing persia koleksi Suwed lainnya yaitu Ganswed Ezel juga menyandang gelar best kitten persian sekaligus highest scoring breed Indonesia.

Baca juga:  Bisnis Besar Betta

Melanie Morgan mengatakan, sebagai blue persian, Ezel mempunyai warna biru yang sesuai standar tinggi dan diharapkan juri. “Bagian kepalanya yang istimewa, tinggi dan lebar, telinganya kecil, mata bulat ekspresif. Anatominya juga bagus, badannya proporsional, dan cobby atau berkaki pendek dan besar khas ras Persia,” ujar Melanie. Selain di Jakarta, kontes kucing juga berlangsung di Gresik dan Surabaya.

Bengal juara
Gresik Cat Lover (GCL) dan Sukses Beternak Kucing Ras menyelenggarakan cat show and cat fun pada 14 Agustus 2016. Sebanyak 170 peserta dari berbagai daerah seperti Malang, Sidoarjo, Yogyakarta, Tangerang, dan Surabaya bersaing. Pada kontes itu Magic Shine Orion, kucing bermotif mirip macan tutul itu menjadi yang terbaik. Ketika Cacang Effendi berkali-kali menggoda, Magic Shine Orion naik turun, bergerak ke kiri dan ke kanan mengikuti tangan Cacang.

562_-133Orion tetap aktif meladeni godaan juri asal Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat, itu meski jam menunjukkan pukul 19.00. Maka tanpa ragu, Cacang menyematkan gelar best adult alias kucing dewasa terbaik di kandang orion. “Kucing yang memperoleh nomine best of adalah yang terbaik di masing-masing kelas dan kategori, tetapi penilaian yang adil adalah dari segi stamina kucing yang tetap aktif saat penilaian best of,” ujar Cacang.

Hari itu Magic Shine Orion menggondol 2 juara sekaligus yaitu best adult dan juara ke-1 kategori bengal adult. Kucing bermotif indah itu unggul dari sosok tubuh dan karakternya yang jinak. Menurut Cacang, “Kucing bengal jarang yang besar seperti itu. Otot bagus, karakternya pun jinak.” Pemilik Orion, Agung Sembodo, mempunyai kiat khusus untuk merawat kucing bengal itu.

562_-134Agung bersama keluarga membuat program satu jam bersama kucing setiap hari. “Kami sediakan waktu minimal satu jam tiap hari untuk bermain bersama Orion,” ujar suami Tri Novitasari itu. Selain pembentukan karakter, pehobi asal Malang, Jawa Timur, itu juga membentuk badan bengal lebih berisi dan berotot. “Tiap tiga hari sekali orion mengonsumsi daging ayam dan sapi. Pemberiannya kami gilir antara daging ayam dan sapi dengan jumlah 1—2 ons tiap pemberian,” ujar Agung yang mendatangkan orion dari Rusia.

Baca juga:  Para Kampiun Kontes Satwa

Ketua komunitas GCL, Tresno Slamet, menuturkan jumlah peserta kontes di Kecamatan Sidokumpul, Kabupaten Gresik, itu melebihi target. “Kami menargetkan 150 peserta, ternyata antusias pehobi kucing terutama di Jawa Timur tinggi sehingga pesertanya lebih dari 170,” ujar Tresno.

Vitamin

Tim Gresik Cat Lover dan juri.

Tim Gresik Cat Lover dan juri.

Selain best adult, juri juga menyematkan jawara perawatan kucing terbaik atau best grooming. Pehobi kucing asal Tangerang, Provinsi Banten, Permadi Eko Susanto, bersama kucing kesayangannya bernama Caramel meraih gelar bergengsi itu. Menurut Cacang Efendi, kucing berumur 9 bulan itu unggul dari tingkat kebersihannya. “Bulunya mengembang dan bersih. Titik kebersihan paling tinggi kucing itu pada matanya,” ujar Cacang.

Permadi menyatakan bahwa rahasia kebersihan dan bulu cantik Caramel berawal dari pemberian vitamin. “Pemberian pakan plus kami beri vitamin bulu dan vitamin pencernaan. Vitamin bulu membuat bulu sehat dan mengembang, sementara vitamin pencernaan membuat tubuh lebih gemuk dan besar. Hal itu karena bulu yang mengembang sebenarnya juga karena badannya yang besar,” ujar Permadi.

Menurut Cacang persaingan paling sengit terjadi di kategori kucing maine coon. “Semua maine coon yang diikutkan kontes sudah masuk standar penilaian semua, sehingga selisih nilainya tipis,” ujar President Club Cat Fanciers Society of Indonesia itu. Yulis Misbach, juri asal Bekasi, Jawa Barat, menuturkan, perkembangan kucing maine coon di kalangan pehobi saat ini cukup pesat. Sehingga mereka berlomba-lomba untuk menghasilkan kucing maine coon terbaik. Hal itu yang membuat persaingan di ras kucing bongsor itu ketat.

Yulis Misbach juri kontes.

Yulis Misbach juri kontes.

Yuki koleksi Rahmad Jilow menjadi jawara di kategori maine coon kitten. Adapun jawara maine coon adult Ferostar Victorinox (Fathoni). “Juara di kategori maine coon secara umum memiliki profil bagus dengan postur badan besar dan saat kontes kondisi kucing itu sedang fit,” ujar Cacang Effendi. Hazelnut koleksi Halim meraih juara kategori persia kitten (lihat Jawara Gresik).

Menurut juri Yulis Misbach, secara umum kualitas kucing peserta kontes termasuk baik. “Setiap kontes selalu ada peningkatan kualitas kucing dari waktu ke waktu. Hal ini membuktikan pehobi semakin memahami bagaimana cara merawat kucing yang baik,” ujar Misbach. Cacang Effendi menuturkan kekompakan para pencinta kucing di Jawa Timur patut mendapat apresiasi. (Muhammad Hernawan Nugroho & Bondan Setyawan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d