Johan Baru Asal Johor 1
Assalam, gaya paling heboh, digadang-gadang raih BOB.

Assalam, gaya paling heboh, digadang-gadang raih BOB.

Serama kuning berekor kelabu meraih gelar paling bergengsi.

Kegembiraan tampak di wajah Nasir, pehobi serama asal Johor, Malaysia, ketika para juri mendaulat serama berbulu kuning dengan ekor kelabu miliknya sebagai best of the best (BOB). Serama terbaik di kelas dewasa A itu mengalahkan jawara-jawara di kelas lainnya, yakni remaja, muda, tanpa lawi alias ABS (ayam belum siap), dan dewasa B. Serama dengan dada besar itu memiliki gaya selam melebihi saingannya dan terus bertahan dari awal sampai akhir penilaian.

Sementara saingan terdekatnya, serama juara kelas dewasa B sesekali menunduk dan mematuk-matuk karpet yang melapisi meja penjurian. Saingan lainnya, serama juara kelas tanpa lawi, terlihat lelah bergaya setelah ikut di kelas antarnegeri. Nasib malang menimpa serama juara kelas remaja. Ia terus-menerus berkebas, mengangkat dada, dan menggerak-gerakan sayap ke depan sambil mengitari meja penilaian. Gaya selamnya juga cukup bagus.

Cheetah belasan kali BOB, gagal di kontes Kelantan.

Cheetah belasan kali BOB, gagal di kontes Kelantan.

Sayang, ia mendapat diskualifikasi. “Joki keluar dari garis batas (kotak berukuran 60 cm x 60 cm, red) yang telah ditentukan. Jika tidak, serama inilah yang layak menyandang gelar BOB,” kata Suhaimey bin Harun, juri asal Kelantan, Malaysia. Pendapat itu senada dengan pengamatan para pehobi dan penonton. “Sebetulnya serama remaja itu yang pantas menjadi BOB. Dia unggul pada gaya dan kecerian yang menjadi kriteria penilaian,” kata Edy Yuwono, pehobi serama asal Kediri, Jawa Timur, yang menyaksikan kontes di Kelantan itu.

Patahkan prediksi
Kontes berlangsung pada 11 April 2015 diikuti 512 serama dari seantero Malaysia. Selain itu peserta juga datang dari Thailand dan Indonesia. Edy memaklumi, Malaysia menerapkan peraturan sangat tegas: jika peraturan dilanggar, maka tidak ada ampun sekalipun hanya hal sepele. “Hal seperti itu yang belum bisa diterapkan di Indonesia,” ujar Edy yang juga Presiden Serama Indonesia. Kemenangan serama milik Nasir itu mematahkan prediksi para pengamat serama sebelum lomba.

Baca juga:  Teh Rempah Untuk Yang Muda

Pasalnya, pada kontes itu terjun serama langganan jawara, seperti Cheetah, milik Tok Nadog, peternak serama besar asal Kedah, Malaysia. Serama itu mengoleksi 38 kali gelar juara di kelasnya dan belasan kali BOB. Sayang, pada saat kontes ia kurang bergaya sehingga gagal lolos ke babak BOB. Para pengamat juga menjagokan Assalam, serama milik Azhari, yang digadang-gadang bakal merebut BOB.

Jengger, ditata sehari sebelum kontes.

Jengger, ditata sehari sebelum kontes.

Sebelum kontes serama yang sudah ditawar pehobi asal Indonesia RM12.000 setara Rp42-juta itu tampak bergaya luar biasa. “Selam abis dan sangat aktif,” kata Sugianto alias Alupeng, pehobi serama asal Bandung, Jawa Barat, yang melihat penampilan Assalam sehari sebelum kontes. Pada saat kontes, penampilan Assalam tetap menunjukkan gaya yang memukau dan ceria. Assalam mendapat nilai gaya maksimal, 24 poin.

Sayang, di kelas tanpa lawi saja ia tidak menang. Musababnya, jengger Assalam rusak akibat gigitan nyamuk sehingga juri memotong 1 angka untuk penilaian balong atau kepala. Bulu juga kurang sempurna sehingga hanya mendapat poin 4,5 dari total nilai 5 poin. Akibatnya, serama berbobot 240 g itu dikalahkan serama asal Sungai Ramal, Kajang, Malaysia.

Atas keberhasilannya meraih BOB, Nasir berhak memperoleh hadiah uang senilai RM200,00 atau Rp700.000. Nilai itu mungkin tidak sebanding dengan jerih payahnya membesarkan dan merawat serama. Namun, “Serama juara harganya pasti langsung meroket, bisa 5—10 kali lipat. Makanya setiap orang menginginkannya,” kata Tok Nadog, peternak serama besar di Kedah, Malaysia.

Meraih gelar BOB memang menjadi kebanggaan luar biasa bagi pehobi serama. Pada kontes serama di Malaysia, menjadi johan atau juara sangat sulit. Musababnya, kualitas peserta sebagian besar merata dan jumlah peserta di masing-masing kelas banyak, bisa mencapai 50—100 ekor. Sementara di Indonesia, setiap kelas rata-rata hanya diikuti 15—30 ekor.

Percantik serama jelang kontes.

Percantik serama jelang kontes.

Wajar jika serama yang masuk dalam perebutan BOB bisa menjadi buah bibir dan incaran para maniak serama. “Bukan hanya serama juara yang dicari, tapi tetua, saudara, dan keturunannya mendadak laris manis,” tutur Po’ Keik, peternak asal Dungun, Trengganu, Malaysia.

Baca juga:  Rasa Juara dari Dataran Tinggi

Terbesar
Kontes yang diselenggarakan di Taman Orkid, Pengkalan Chepa, Kota Bharu, Kelantan, Malaysia, itu disebut-sebut sebagai salah satu kontes terbesar di Malaysia. “Pesertanya dari tahun ke tahun tidak pernah kurang dari 500 ekor,” kata Deraman Bin Wan Omar, pehobi serama asal Pendang, Kedah.

Menurut Deraman di Kelantan peternak dan pehobi serama sangat banyak, sama seperti di Trengganu dan Kedah. Lomba kali makin diminati peserta karena mempertandingkan kelas baru yang sangat bergengsi yakni kelas serama antarnegeri. Pada kontes yang dikomandoi juri kenamaan Sahasdi Yusoff itu, panitia membagi peserta dalam 9 kelas: anakan A dan B (keduanya tak membedakan jantan dan betina), jantan remaja, jantan muda, betina dewasa, jantan dewasa A, jantan dewasa B, dan laga bintang antarnegeri.

“Persaingan masing-masing kelas sangat ketat, karena para pehobi betul-betul mempersiapkan seramanya sebelum kontes,” ujar Catur Didik, juri asal Indonesia. Oleh karena itu pengadil pun harus betul-betul jeli agar kontes yang berlangsung setiap tahun ini ditunggu para maniak serama.

Peserta kontes datang dari berbagai negeri.

Peserta kontes datang dari berbagai negeri.

Euforia para maniak serama di Malaysia untuk menerjunkan serama andalannya di arena kontes, jauh-jauh hari sudah terasa. Itu terlihat ketika Trubus melakukan kunjungan ke farm-farm serama di Kualalumpur, Subang, Pulau Pinang, Ipoh, Kedah, dan Kelantan. Mereka tak ingin melewatkan kontes untuk mempromosikan serama-seramanya. “Saya harus ikut, karena dengan kontes ini farm akan terkenal,” ungkap Azmi, pehobi dari Pulau Pinang, Malaysia.

Mie Kebab, nama panggilan Azmi, menjadi terkenal di seantero jagad serama berkat serama Paduka dan Pelormas miliknya yang banyak menyabet gelar juara. Imbasnya, serama-seramanya banyak dicari walau dengan harga relatif tinggi. Pantas bila kontes serama di jiran begitu semarak. (Karjono)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *