576_ 76-2Nurseri Oscar Tintori menjual 70.000 tabulampot jeruk per tahun. Koleksinya 400 varietas jeruk.

Penampilannya saja unik. Kulitnya memiliki dua “tanduk” kecil seperti kait. Jeruk lain mana ada yang bertanduk begitu. Kulit buah jeruk itu berwarna jingga amat menggoda. Itulah sosok jeruk corniculata. Karena bercita rasa masam, maka masyarakat mengolah buah tanaman anggota famili Rutaceae itu menjadi selai jeruk. Buah “bertanduk” itu juga bertahan di tanaman sekitar 3 bulan pascamasak.

Nurseri jeruk Oscar Tintori memiliki lebih dari 400 varietas jeruk dari mancanegara.

Nurseri jeruk Oscar Tintori memiliki lebih dari 400 varietas jeruk dari mancanegara.

Kelebihan itu cocok untuk tanaman buah dalam pot (tabulampot). Apalagi tanaman yang kali pertama diidentifikasi ahli botani Swedia, Carolus Linnaeus, itu pun berbuah lebat. Saat itulah waktu paling pas mengundang kerabat untuk melihat keelokan pohon jeruk. Tanaman itu berduri dan tumbuh ke atas dengan daun berkelir hijau gelap. Horned bitter orange begitu nama lain jeruk itu juga kuat sehingga toleran ditanam di luar ruangan.

Koleksi 400 jenis
Trubus menjumpai jeruk istimewa itu di nurseri Oscar Tintori, Pistoia, Italia, kira-kira 300 km dari Kota Roma, ibukota Italia. Bunga jeruk bertanduk Citrus aurantium berwarna putih dan wangi seperti jeruk manis. Sejatinya jeruk masam bertanduk itu berasal dari Tiongkok. Pada abad ke-10 orang Arab membawa jeruk itu ke wilayah Mediterania. Kemungkinan jeruk itu masuk ke Italia pada abad ke-11 oleh tentara perang salib dari Palestina.

Koleksi nurseri jeruk Oscar Tintori lainnya yakni citron cina Citrus medica “aurantiata”. Menurut pengelola nurseri, Alberto Tintori, jeruk itu kultivar tua di kebun Medici sejak abad ke-17. Para pakar menduga aurantiata hasil persilangan citron dan jeruk masam (seville orange). Sosok tanaman relatif kecil dengan pertumbuhan ke atas. Daunnya oval, agak “gemuk”, dan hijau tua.

Buah chinese citron relatif besar, tanpa biji, dan ujungnya meruncing tebal. Ketika masak buah berwarna jingga dan berkulit keriput. Arancia—sebutan jeruk di Italia—lain yang menyedot perhatian pengunjung nurseri itu adalah rose apple lemon Citrus limon “mellarosa”. Tanaman kerabat jeruk bali Citrus maxima itu unik lantaran buahnya beralur memanjang, tidak mulus seperti jeruk lainnya.

Buah Citrus aurantium “Corniculata” unik karena memiliki “tanduk” kecil.

Buah Citrus aurantium “Corniculata” unik karena memiliki “tanduk” kecil.

Ketika muda buah berwarna kuning lalu berubah jingga ketika masak. Mellarosa berair, bercita rasa masam, tapi menyegarkan dan tanpa biji. Sosok tanaman relatif kecil, kompak, dan berproduksi tinggi. Corniculata, aurantiata, dan mellarosa hanyalah segelintir koleksi jeruk nurseri Oscar Tintori. Menurut Alberto nurseri miliknya memiliki lebih dari 400 varietas jeruk.

Baca juga:  Banyak Jalan Cari Modal

Gian Marco Lippi pun takjub dengan koleksi jeruk nurseri itu. “Tempat itu sangat menyenangkan karena banyak jenis jeruk yang saya belum kenal sebelumnya,” kata Marco kepada Trubus. Nurseri itu memproduksi tabulampot jeruk. Ia tidak mengebunkan jeruk dan tidak menjual buahnya. Harap mafhum jika musim dingin suhu terlalu rendah sehingga tidak cocok untuk perkebunan jeruk.

Jaga kesehatan
Data Global Agricultural Information Network (GAIN) kelolaan Foreign Agricultural Service (FAS) United States Department of Agriculture (USDA) 2016 menyebutkan Sisilia (59%) dan Calabria (22%) sentra penghasil jeruk di Italia. Sisilia cocok untuk mengebunkan jeruk komersial seperti jeruk merah (blood oranges) khas Italia lantaran beriklim lebih hangat karena pancaran sinar matahari lebih banyak.

“Kami hanya menghasilkan tabulampot jeruk untuk hiasan,” kata Alberto. Meski menjadi tanaman penghias rumah, konsumen pun dapat mencicipi jeruk langsung dari sumbernya. Ia menjual sekitar 70.000 tabulampot aneka jeruk setiap tahun. Lemon adalah jenis jeruk favorit pelanggan. Anggota staf nurseri, Elisa Granucci, mengatakan pada 2016 caviar lemon Microcitrus australasica paling banyak terjual dibandingkan dengan jenis jeruk lainnya.

Para pakar menduga Citrus medica “Aurantiata” hasil persilangan antara citron dan jeruk asam (seville orange).

Para pakar menduga Citrus medica “Aurantiata” hasil persilangan antara citron dan jeruk asam (seville orange).

Alasannya buah tanaman kerabat kemuning Murraya paniculata itu sangat wangi sehingga masyarakat memanfaatkannya sebagai bahan masakan. Selain Italia, konsumen juga berasal dari negara-negara Eropa seperti Jerman, Swis, dan Austria. Sekitar 10.000 orang mengunjungi nurseri seluas 5 hektare itu saban tahun.

Semula lemon
Nurseri berumur 47 tahun itu juga bekerja sama dengan perusahaan lain untuk menyediakan aneka produk turunan jeruk seperti selai dan minuman beralkohol. Sejatinya bisnis utama nurseri bikinan Oscar Tintori itu bukanlah jeruk. Kakek Alberto itu semula mengembangkan aneka bunga seperti mawar. Kebetulan pada 1950 tanaman hias termasuk mawar tengah tren dan menjadi komoditas utama di Pescia, Italia.

Baca juga:  Kebangkitan Hortikultura

Pada 1963 Oscar membeli properti Via Tiro a Segno dari hasil perniagaan bunga potong. Ternyata di tempat itu terdapat tanaman lemon yang tumbuhnya “menjalar” di tembok bagian selatan salah satu bangunan. “Dari situlah Oscar mulai hobi memperbanyak lemon dan menanamnya dalam pot,” kata Elisa. Tanaman berumur lebih dari 100 tahun itu masih hidup hingga kini.

Oscar memberikan tabulampot lemon itu ke kerabat dan teman sebagai hadiah. Pada pameran tanaman hias dan bunga perdana di Pescia, Biennale del Fiore Fair, Oscar membawa tabulampot lemon itu di stan bunga potong miliknya. Tidak disangka produk baru Oscar itu menyedot perhatian pengunjung pameran. Tabulampot lemon itu pun mulai terkenal di ekshibisi florikultura yang berlangsung pada 1952 itu.

Oleh karena itulah, ia makin semangat membudidayakan dan menjual tabulampot lemon. Ahirnya pada 1970 Oscar membuat keputusan berani: menghentikan produksi bunga potong dan makin mengembangkan produk tabulampot lemon dan jeruk lainnya. Keputusan Oscar tepat dan bisnis tabulampot jeruk terus maju dan berkembang.

Alberto Tintori berharap nurseri jeruk miliknya makin populer.

Alberto Tintori berharap nurseri jeruk miliknya makin populer.

Kini Alberto yang melanjutkan bisnis sang kakek. Ia berharap nurseri jeruk itu makin populer pada masa mendatang. Sebetulnya pencinta tanaman sangat mengenal nurseri kelolaan Alberto itu. Musababnya tempat itu salah satu nurseri paling penting di Benua Eropa.

Peneliti jeruk dari Research Centre for Olive, Citrus, and Tree Fruit (CREA-OFA), Acireale, Sisilia, Italia, Concetta Licciardello, Ph.D., pun mengenal nurseri jeruk Oscar Tintori. “Beberapa kawan saya juga meneliti tanaman jeruk untuk hiasan,” kata Concetta. Alberto mengklaim nurseri miliknya tempat koleksi jeruk paling lengkap dan penting di dunia selain California Citrus State Historic Park, Amerika Serikat.

Kunjungan Trubus ke nurseri jeruk Oscar Tintori termasuk rangkaian acara Vestire il Paesaggio 2017. Hajatan internasional itu bertujuan memperkuat citra Pistoia sebagai kota tanaman sekaligus kota seni, kota lanskap, dan kota budaya. Dr. Renato Ferretti mengundang jurnalis, arsitek, dan perancang taman di Eropa untuk memeriahkan dan mempopulerkan Vestire il Paesaggio 2017. Trubus satu-satunya media dari Asia yang mendapat undangan acara prestisius itu. (Riefza Vebriansyah)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d