jenis ikan mas unggul yang tahan penyakit

Ikan Mas (Cyprinus Carpio) merupakan jenis ikan air tawar yang sudah dikenal dan cukup digemari di Indonesia. Karena ikan mas memiliki tekstur yang lembut dan memiliki nilai nutrisi tinggi, beragam olahan ikan mas pun tercipta, mulai dari ikan mas bakar, gulai ikan mas, ikan mas kuah kuning hingga pesmol ikan mas.

Potensi ekonomi dari ikan mas cukup tinggi, karena termasuk jenis ikan air tawar yang mudah untuk dibudidayakan. Bahkan di provinsi Sulawesi Selatan, produksi ikan mas lebih tinggi dibandingkan dengan ikan lele dan ikan nila.

Oleh karena besarnya potensi bisnis budidaya ikan mas, maka menjadi penting menggunakan bibit dari jenis ikan mas unggul agar keuntungan bisa semaksimal mungkin.

Pentingnya mengunakan jenis ikan mas unggul yang tahan penyakit

Ribuan ikan mas milik peternak di Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur, mengambang di permukaan air. Kematian massal Cyprinus carpio itu terjadi begitu cepat pada 2002. Tak lama berselang ikan mas di Waduk Cirata, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, terserang wabah yang sama.

Adi Sucipto,pemulia ikan mas mantap
Adi Sucipto, pemulia ikan mas mantap yang tahan serangan koi herpes virus (KHV) dan bakteri Aeromonas

Kematian massal ikan menyebar hingga ratusan kilometer dari sumber asalnya. “Ikan yang mati sebagian besar memiliki tanda serangan yang sama, yaitu terjadi luka membusuk pada sekitar insangnya,” kata Peneliti di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT), Adi Sucipto, SPi, MSi.

Tanda lain mata ikan masuk ke rongga tengkorak, luka tubuh, lendir yang berlebihan, dan kulit yang pucat. Itulah serangan wabah koi herpes virus (KHV). Untuk mencegah serangan KHV, kini peternak dapat memelihara ikan mas mantap.

Ikan mas unggul tahan penyakit dan hemat pakan : ikan mas mantap

Ikan mas mantap merupakan varietas hasil penelitian para periset Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar. Menurut Sucipto ikan mas tahan penyakit itu memiliki tingkat kelangsungan hidup yang lebih baik.

Ikan mas mantap
Ikan mas mantap hemat pakan dan laju pertumbuhannya tinggi

Produksi ikan mas makin baik pula. “Tingkat kerugian yang diakibatkan oleh serangan penyakit lebih kecil jika menggunakan produk ikan mas tahan penyakit,” kata Sucipto.

Baca juga:  Kiat Merawat Ikan Cupang (Betta)

Produksi akan meningkat walaupun ada serangan penyakit, khususnya yang disebabkan oleh KHV dan Aeromonas hydrophila.

Dengan demikian penggunaan ikan mas mantap akan mengurangi pengeluaran untuk obat-obatan,” ujar Adi Sucipto.

Sebab, bibitnya untuk memenuhi kebutuhan dinas perikanan di seluruh tanah air. Itu karena keberadaan indukan yang terbatas. Menurut Sucipto budidaya ikan mas mantap sama saja dengan ikan mas lain.

Keunggulan ikan mas mantab

Atep mengatakan, dengan perlakuan standar itu mas mantap memiliki keistimewaan pada ketahanan terhadap penyakit dan kemampuan memproduksi anakan yang lebih tinggi.

“Pengalaman saya selama membibitkan sejak 2014, pada kolam 700 m² , indukan mas mantap mampu memproduksi hingga 70 gelas takar (per gelas berisi 2.000 bibit) dengan tingkat kelangsungan hidup 80—90%.

Bandingkan dengan ikan mas majalaya—yang menjadi tetuanya—hanya menghasilkan 30 gelas dengan tingkat kelulusan hidup 20%. Indukan mulai bertelur pada umur 15 bulan dan dapat memijah 6 kali.

Setelah tidak produktif, indukan yang bobotnya 6 kg itu tetap bernilai ekonomis tinggi dan diburu pengusaha pemancingan sebagai ikan babon.

Ikan mas mantap juga efisien dalam hal pakan. Sebab, rasio kanversi pakan 1,2. Artinya untuk menghasilkan 1 kg daging diperlukan 1,2 kg pakan. Adapun rasio kanversi pakan ikan mas majalaya mencapai 2,2 Ikan mas majalaya memang menjadi tetua ikan mas mantap—singkatan dari ikan mas majalaya tahan penyakit.

Ikan merah yang tahan penyakit : ikan mas najawa

Ikan mas unggulan lain yang sudah dirilis adalah najawa—singkatan dari mina Jogja istimewa. Ikan mas najawa itu hasil riset Balai Pengembangan Teknologi Kelautan dan Perikanan (BPTKP).

Bentuk fisiknya berbeda sengan ikan mas pada umumnya, yakni memanjang seperti torpedo. Lazimnya ikan mas cenderung bulat.

Ir Dwijo Priyanto MMA
Ketua Balai Pengembangan Teknologi Kelautan dan Perikanan (th 2015), Ir Dwijo Priyanto MMA

“Diperkirakan, ikan jenis ini secara genetis memiliki jarak kekerabatan yang jauh dengan jenis rajadanu, majalaya, sinyonya, wildan, dan sutisna,” ujar Kepala BPTKP, Ir Dwijo Priyanto MMA.

Keunggulan ikan mas najawa

Pertumbuhannya juga cepat, relatif tahan terhadap penyakit, toleran terhadap berbagai jenis lingkungan, dan memiliki potensi ekonomis yang tinggi.

Tingginya nilai ekonomis ikan mas itu berasal dari warna merahnya. Sebagian masyarakat Tionghoa menganggapnya sebagai ikan pembawa hoki atau keberuntungan.

Para peternak tengah membesarkan najawa untuk memperoleh indukan baru dan memenuhi kebutuhan pasar yang masih terbuka lebar. Bobot ikan jantan dewasa 0,5 kg dan panjang 30 cm, sedangkan betinanya bobotnya lebih berat yaitu berkisar 1 kg.

Menurut Dwijo Priyanto ikan mas najawa merupakan ikan lokal dan endemik di Cangkringan, Yogyakarta. Balai Pengembangan Teknologi Kelautan dan Perikanan menjaga kemurnian galur najawa dengan cara tidak menyilangkan dengan jenis lainnya.

Baca juga:  Panen Ganda Akuaponik
profil ikan mas najawa
Profil ikan mas najawa

Ikan mas unggul tahan penyakit dan cepat tumbuh : ikan mas mustika

Peternak di Waduk Cirata, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Muksin, senang sekali melihat panen calon indukan ikan mas pada Oktober 2016. Pada Juli 2016 ia menebar 50 kg benih berukuran 10-15 gram per ekor di kolam 49 m². Tiga bulan berselang ia memanen 1,05 ton ikan mas.

Pembesaran selama 3 bulan itu menghabiskan pakan 1,6 ton. Bandingkan dengan musim tebar sebelumnya, saat ia menebar ikan mas jenis lain.

Ketika itu dengan padat tebar yang sama, Muksin hanya panen 0,84 ton dengan jumlah pakan 1,5 ton. Kesuksesan itu berkat penggunaaan ikan mas mustika hasil pemuliaan Balai Penelitian Pemuliaan Ikan (BPPI) Sukamandi, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Mustika merupakan ikan mas unggul tahan serangan virus herpes. Varietas anyar itu lahir melalui metode seleksi marka molekuler yang tahan terhadap penyakit itu.

Sejarah ikan mas mustika

Pemulia ikan mas di Balai Penelitian Pemuliaan Ikan, Khairul Syahputra MSi, menuturkan mustika lahir dari tetua ikan mas rajadanu yang selamat dari wabah virus herpes di waduk Cirata pada 2007.

Ikan mas rajadanu terbukti tahan serangan virus herpes dibandingkan dengan strain lain seperti majalaya, wildan, dan sutisna. Itulah sebabnya Khairul memilih rajadanu untuk merakit varietas baru.

Khairul Syahputra MSi
Khairul Syahputra MSi peneliti ikan mas di Balai Penelitian Pemuliaan Ikan (BPPI) Sukamandi, Kabupaten Subang, Jawa Barat

Pada tahap awal, ia melakukan uji tantang untuk mengevaluasi tingkat ketahanan terhadap virus herpes. Adapun uji Polymerase Chain Reaction (PCR) virus herpes untuk mengetahui keberadaan Cyca-DAB1*05—marka molekuler penanda ketahanan virus herpes.

Master Bioteknologi alumnus Institut Pertanian Bogor itu lantas menyeleksi lanjutan untuk memperoleh ikan mas yang memiliki pertumbuhan paling cepat.

Khairul juga menguji multilokasi untuk mengetahui performa ikan di berbagai sistem budidaya seperti kolam air tenang, kolam air deras, dan kolam jaring apung.

Penelitian berikutnya berupa uji terhadap cekaman amonia, derajat keasaman, salinitas, suhu, dan penyakit. Khairul menuturkan ikan mas tahan virus herpes mempunyai tingkat kelangsungan hidup lebih tinggi.

Keunggulan ikan mas mustika

Pertumbuhkan ikan pun cepat dan toleran terhadap segala jenis lingkungan. Ikan mas mustika memiliki persentase nilai kelangsungan hidup (SR) 98,89% lebih baik dibanding ikan mas lain. Sementara rasio konversi pakan 1,24 kg.

Artinya untuk menghasilkan 1 kg daging, mustika memerlukan 1,24 kg pakan. Rasio konversi pakan ikan mas rata-rata 2 kg. Laju pertumbuhan mustika hingga 3,62% bobot per hari.

Itu sebabnya waktu panen bisa lebih singkat yakni 2,5 bulan—khusus pada pembesaran di keramba jaring apung. Ikan mas mustika juga memiliki produktivitas pembesaran yang tinggi yakni 67%.

Baca juga:  Ciri dan Kandungan Gizi Ikan Layang

Khairul menuturkan ikan mas mustika hadir sebagai upaya untuk mendukung keberadaan bibit unggul ikan mas tahan virus herpes. Peternak membutuhkan bibit unggul agar selamat dari ancaman virus herpes.

profil ikan mas mustika
Profil ikan mas mustika

Sejak 2015 calon induk maupun induk ikan mas mustika mulai didistribusikan ke berbagai sentra produksi seperti Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Yogyakarta, Lampung, dan Riau.

Benih ikan mas mustika juga sudah disebar ke peternak di sejumlah daerah seperti Jawa Barat (Cianjur, Kuningan, Karawang, Ciamis, dan Bogor), Nusa Tenggara Barat (Lombok Timur), dan Kampar (Riau).

Ikan tahan penyakit dan sangat adaptif : ikan mas super RD

Ikan mas ini juga lahir dari tangan peneliti di Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Tawar (BPPBAT), Bogor, Jawa Barat. Menurut Kepala BPPBAT Prof Dr Ir Brata Pantjara MP, penelitian menitikberatkan pada karakter pertumbuhan strain rajadanu.

Hasilnya riset yang berlangsung sejak 2008—2014 itu sukses mencetak ikan mas yang memiliki karakter pertumbuhan unggul yakni super RD—singkatan dari strain unggul pertumbuhan rajadanu.

Prof Dr Ir Brata Pantjara MP
Prof Dr Ir Brata Pantjara MP, peneliti di Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Tawar (BPPBAT), Bogor, Jawa Barat

Sejarah ikan mas super RD

Silsilah ikan mas super RD bermula dari tetua rajadanu koleksi BPPBAT pada 1997. Tim peneliti melakukan pembentukan populasi F1 sejak 1998—2001, lalu berlanjut dengan seleksi populasi F2 pada 2001—2002.

ikan mas super RD
Ikan mas super RD hasil pemuliaan BPPBAT, Bogor, Jawa Barat

Kemudian pada 2008—2014 dilakukan seleksi induk dasar dari 24 ekor ikan jantan dan 47 ekor betina. Masing-masing berbobot 1.660 gram dan 2.380 gram. Hasil riset dari 3 generasi itu menunjukkan persentase pertumbuhan kumulatif mencapai 32,8%.

Selama masa budidaya, ikan mas super RD tidak membutuhkan bantuan prebiotik maupun probiotik untuk memacu pertumbuhan. Varietas unggul itu memiliki daya tetas induk hingga 80,5% dengan persentase kelangsungan hidup benih sebesar 50,3%.

Keunggulan ikan mas super RD

Rasio konversi pakan yang dibutuhkan tergolong efisien yakni 1,1—1,2 kg. Menurut peneliti madya di BPPBAT, Drs Jojo Subagja, semakin sedikit nilai konversi pakan maka semakin rendah limbah organik dan sisa pakan yang mengendap.

varietas ikan mas tahan KHV
Varietas ikan mas tahan KHV dan tumbuh cepat jadi incaran peternak

Ikan mas super RD itu mampu bertahan hidup pada kolam bersalinitas 0—12 ppt. Akan tetapi, mereka paling menyukai kolam dengan salinitas 5 ppt.

Super RD kian tumbuh sehat bila kolam memiliki oksigen terlarut 2,5-7 mm dan derajat keasaman sekitar 5-6. Adapun suhu yang paling cocok adalah 28°C –32°C. Super RD adaptif dibudidayakan di segala jenis kolam seperti kolam air deras, keramba jaring apung, dan kolam tergenang.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d