Rifda Ammarina

Rifda Ammarina

Sepanjang 2005, Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia mencatat ada 40 fakultas pertanian di Indonesia gulung tikar. Kurangnya minat generasi muda terutama lulusan SMA pada dunia pertanian menjadi penyebab tutupnya fakultas-fakultas itu. Hal itu mengundang keprihatinan Ir Rifda Ammarina, alumnus Institut Pertanian Bogor. Rifda terdorong untuk membuat terobosan agar generasi muda kembali tertarik pada pertanian.

Upayanya itu mendapat titik cerah saat Rifda menggandeng Asep Saefuddin, Wakil Rektor IPB. Dengan visi yang sama, mereka pun mulai menggagas Agrinex Expo pada Maret 2007. Acara yang berkonsep pameran itu menonjolkan pencapaian dunia agribisnis di Indonesia. Berbagai komoditas pertanian unggulan dari berbagai daerah dipamerkan. Teknologi dan tren di bidang pertanian pun menjadi salah satu objek yang disasar.

Acara itu mendapat dukungan dari Anton Apriantono, Menteri Pertanian pada saat itu, Sandiaga S Uno ketua HIPMI, dan PT Sampoerna Agro. Rifda berhasil menyelenggarakan Agrinex Expo yang pertama pada Maret 2007. Ia pun merangkul berbagai pihak lain seperti pemerintah, akademisi, pengusaha, petani, dan pelaku agribisnis lainnya. Rifda berharap pertanian Indonesia semakin berkembang. “Perjuangan belum selesai. Kami berharap Agrinex dapat mendukung program ketahanan pangan yang berarti pemerataan kesejahteraan untuk seluruh rakyat,” kata Rifda, alumnus Sosial Ekonomi Peternakan, Institut Pertanian Bogor itu.

Agrinex Expo meningkatkan minat masyarakat terutama generasi muda terhadap pertanian

Agrinex Expo meningkatkan minat masyarakat terutama generasi muda terhadap pertanian

Untuk ke-9 kalinya, Agrinex Expo kembali diselenggarakan pada 20—22 Maret 2015. Acara yang akan berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, itu juga mendapatkan dukungan dari Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Selain itu, organisasi pelaku usaha seperti Apindo, Kadin Indonesia Bidang UMKM, LSM GRES, dan Yayasan Coop Indonesia pun turut ambil andil dalam acara tersebut.

Baca juga:  Nuklir Pertanian di Batan

Keinginan Rifda untuk meningkatkan jumlah pengunjung, membuatnya selalu berupaya menghadirkan hal-hal baru. Pada penyelengaraan ke-9, Rifda akan menyajikan seminar memasak atau cooking class tentang cara mengolah tanaman pekarangan menjadi pangan sehat. Seminar itu akan diisi para koki-koki andal dari hotel berbintang. Selain itu, bekerja sama dengan Trubus, Agrinex Expo juga akan memberikan seminar mengenai potensi buah unggul nasional. Pada acara itu juga akan diumumkan para pemenang lomba buah lokal unggul yang telah diseleksi.

“Kami juga ingin menonjolkan kamboja sebagai salah satu ikon bunga Nusantara,” ujar Rifda. Itu sebabnya Agrinex Expo juga akan menyelenggarakan kontes kamboja. Belasan jenis kamboja akan turut menghiasi area pameran. Tak hanya itu, berbagai seminar bertajuk kepedulian terhadap neraca jam kerja, alokasi pembiayaan, kontribusi kementerian dalam menggerakan pertanian, pembiayaan syariah, dan gaya hidup sehat dengan makanan mentah pun akan disajikan untuk pengunjung.

Untuk meningkatkan minat masyarakat untuk memiliki usaha di bidang pertanian, Agrinex Expo juga mengangkat isu terkait usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Deputi Gubernur Bank Indonesia, Halim Alamsyah, akan memaparkan Gerakan Ekonomi Syariah yang berperan untuk membiayai UMKM. Meningkatnya jumlah pengunjung Agrinex Expo menjadi salah satu tolak ukur kemajuan minat masyarakat terhadap pertanian. (Rizky Fadhilah)

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d