Jawara Adu Kicau 1
Ceper tampil prima sehingga menjadi yang terbaik di kelas anis merah TVRI

Ceper tampil prima sehingga menjadi yang terbaik di kelas anis merah TVRI

Ceper meraih selusin gelar juara dalam waktu 4 bulan.

Ceper pantas disebut burung juara. Sejak 8 Desember 2013 hingga awal Maret 2014 anis merah milik Victor Janna asal Jakarta itu meraih 12 gelar juara dalam 12 kontes burung berkicau tingkat nasional. Sebut saja juara ke-1 di kelas www.kicaumania pada kontes burung berkicau Pemilu KM Cup 2013 dan menjadi yang terbaik di kelas BnR pada gelaran Gubernur DKI Cup 2013 di Jakarta.

Prestasi teranyar Ceper adalah menjadi juara kesatu kelas utama anis merah TVRI.  Burung berumur 2 tahun itu menjadi jawara setelah mengalahkan 29 pesaingnya. Ceper memang istimewa. “Burung itu terus berkicau saat ‘teler’ ke kanan dan kiri selama penjurian. Selain itu, volume suaranya besar,” kata Rusbandi atau Bandi Batam, koordinator juri.

Menurut Victor kicau Ceper yang lama dan volumenya yang besar itu berkat stamina prima. Maklum, Victor memang merawat klangenannya secara intensif. Setiap pagi ia memberikan pakan berupa 2 jangkrik dan voer secukupnya. Pehobi di Jakarta itu juga menjemur Ceper selama 30 menit setiap pagi. Satu hari menjelang kontes, Victor memberikan seperlima apel merah untuk meningkatkan berahi dan vitamin sesuai dosis di kemasan untuk menambah stamina Ceper. Dengan perawatan itu Ceper pun tampil maksimal di setiap kontes.

Hasilnya, ia selalu meraih juara. Dengan kemenangan Ceper di kelas utama anis merah TVRI Victor pun berhak atas hadiah uang tunai Rp20-juta. Selain Victor, Tatuk Hadi Widayat dari Surabaya, Jawa Timur, juga mendapat hadiah serupa. Itu berkat kemenangan Comot di kelas pentet TVRI. Burung berumur 2 tahun itu menjadi juara setelah menundukkan 15 lawannya. Menurut Bandi Batam Comot juara karena tidak putus berbunyi dan volume suaranya juga besar.

Comot mendapat hadiah tertinggi di kelas Pentet TVRI

Comot mendapat hadiah
tertinggi di kelas Pentet
TVRI

Diikuti 2.000 peserta

Baca juga:  Pameran Produk Alami 2017

Total jenderal ada 47 kategori pada kontes burung berkicau yang   diselenggarakan Ebod Jaya bekerja sama dengan Televisi Republik Indonesia (TVRI) daerah Jawa Barat itu. Kontes pada 2 Maret 2014 itu semarak karena sekitar 2.000 burung dari berbagai daerah menghadirinya seperti Aceh, Belitung, Bandung, Jakarta, Purbalingga, Malang, dan Samarinda.

Selang seminggu, berlangsung kontes burung berkicau yang dihadiri peserta dari berbagai daerah seperti Jabodetabek, Bandung, Tasikmalaya, Yogyakarta, dan Semarang di lapangan kantor Walikota Depok,  Jawa Barat. Kontes yang bertajuk Lomba Konservasi Burung Berkicau itu diikuti 1.000 burung. “Jumlah itu tergolong banyak untuk even perdana ini,” kata Ridho Pulungan, ketua pelaksana lomba.

Kontes yang berlangsung pada 9 Maret 2014 itu juga unik. Lazimnya, pemilik burung berteriak untuk memicu klangenannya berbunyi pada saat kontes berlangsung. Namun, di kontes burung itu kicaumania tidak berteriak sehingga memudahkan juri menilai suara burung.

Pada kontes burung yang diselenggarakan oleh Komunitas Kicau Mania bekerja sama dengan Pemerintah Kota Depok itu Raja Top muncul sebagai juara ke-1 di kelas muraibatu Walikota. Raja Top menjadi jawara setelah sukses mengalahkan 79 pesaingnya. Menurut  koordinator juri, Ivan KM, burung itu juara karena lagunya bervariasi dan voume suaranya besar. Dengan kemenangan itu Teddy D Yudho dan Wagiyanto—pemilik Raja Top—pun berhak mendapat hadiah utama Rp10-juta. (Riefza Vebriansyah)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *