Jamur Maitake Lawan Kanker 1
Jamur maitake mengandung senyawa MD-fraction yang mampu membantu melawan kanker.

Jamur maitake mengandung senyawa MD-fraction yang mampu membantu melawan kanker.

Jamur maitake melawan kanker dengan cara meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Faridah menggigil hebat. Dadanya terasa sakit bahkan seperti tembus ke punggung. Perempuan asal Makassar, Sulawesi Selatan, itu kerap emosi lantaran tak tahan menahan sakit. “Rasanya ingin mati,” ujarnya.

Kondisi Faridah (kanan)  yang mengidap kanker payudara stadium IV membaik setelah mengonsumsi kapsul bubuk maitake dan MD-fraction.

Kondisi Faridah (kanan) yang mengidap kanker payudara stadium IV membaik setelah mengonsumsi kapsul bubuk maitake dan MD-fraction.

Benjolan yang muncul ketiga kalinya di payudara Faridah menjadi penyebabnya. Pada 1994 sebuah benjolan sebesar buah kedondong pernah bersarang di payudara kiri ibu 60 tahun itu. Hasil diagnosis dokter benjolan itu adalah tumor. Karena khawatir berdampak buruk, Faridah menerima saran dokter untuk mengangkat benjolan pada 1995.

Pada 1996 benjolan kembali terdeteksi di kedua payudara. Setelah 3 bulan menjalani pengobatan benjolan mengempis. Sayangnya benjolan kembali muncul pada 1997. Kali ini disertai sakit yang hebat. Pada 1999 sang suami, Amin Aminuddin, mengenal kaplet berbahan MD-fraction, yakni senyawa aktif hasil ekstraksi jamur maitake. Jamur bernama ilmiah Grifola frondosa itu adalah jamur yang sangat populer di Jepang karena khasiat dan kelezatannya.

Benjolan kempis
Dalam berbagai penelitian di Jepang jamur maitake terbukti ampuh membantu melawan kanker. Karena berharap sembuh, Faridah mengikuti saran sang suami. Dalam sehari Faridah mengonsumsi kaplet maitake 3 kali masing-masing 2 kaplet. Lima belas hari berselang, benjolan mengempis dan kering. Rasa sakit pun lenyap. Karena merasa kondisi tubuhnya membaik, ia pun berhenti mengonsumsi obat medis dan kaplet maitake. Ia juga tak lagi berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kesembuhannya.

579_ 10Akibatnya, Juni 2014 benjolan kembali terdeteksi. Ketika itu ukurannya hingga sebesar stoples. Pada ujung benjolan di dekat puting tampak kemerahan. Di tepi bagian yang memerah tampak bintik putih. Dada, ketiak, punggung, perut, pundak, sampai kepala semua terasa sakit. Diagnosis dokter di Rumah Sakit (RS) Wahidin di Makassar, Faridah menderita kanker payudara stadium IV. Dokter langsung merekomendasikan Faridah opname untuk menjalani operasi pengangkatan payudara.

Jamur maitake melawan kanker dengan cara meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Jamur maitake melawan kanker dengan cara meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Namun, alumnus Universitas Veteran Republik Indonesia (UVRI) Makassar itu, lebih memilih melanjutkan untuk mengonsumsi maitake. Kali itu dosisnya bertambah. Ia mengonsumsi 4 kaplet bubuk maitake dan 3 kapsul yang mengandung MD-fraction 3 kali sehari.

Sebotol berisi 30 kaplet maitake habis dalam 2 hari. Terkadang ia juga mengonsumsi 2 kapsul suplemen berbahan minyak hati ikan hiu atau squalene dan royal jelly. Setelah 15 hari rutin mengonsumsi maitake, benjolan kempis dan mengering. Tak ada efek samping yang muncul meski dosis maitake bertambah. Walau pun kondisi tubuhnya membaik, ia tetap melanjutkan konsumsi maitake, yakni pada pagi setelah bangun tidur, setelah makan siang, dan malam sebelum tidur masing-masing 5 kaplet. Kini, benjolan dan luka di payudara Faridah mengering.

Faedah maitake juga dirasakan Misty. Pada 2015 sebuah benjolan di payudara teraba saat ibu asal Makassar itu sedang mandi. Hasil diagnosis dokter di payudara Misty bersarang tumor berukuran 3 cm. Karena berhasrat sembuh, Misty pun membeli kaplet bubuk maitake dan MD-fraction. Sejak itu ia rutin mengonsumsi kedua suplemen itu masing-masing 2 kapsul 3 kali sehari, yakni setelah sarapan, makan siang, dan makan malam. Efek maitake sudah terasa meski baru 3 hari mengonsumsi. Rasa sakit mulai berkurang. Dua bulan berselang benjolan mengempis.

Mioma di rahim Retno Kusumaningtyas mengecil sehingga tak perlu menjalani operasi.

Mioma di rahim Retno Kusumaningtyas mengecil sehingga tak perlu menjalani operasi.

Negatif
Setelah 3 bulan mengonsumsi MD-fraction, benjolan tak lagi teraba. Pada bulan ke-4 Misty memeriksakan diri ke dokter untuk meyakinkan jika tumor yang bersarang di payudaranya benar-benar hilang. Hasil diagnosis dokter menggembirakan. Pemindaian dengan ultrasonografi (USG) menunjukkan tak ada lagi benjolan di payudara Misty. Penanda tumor payudara (CA 15-3) pun negatif. Meski demikian ibu 3 anak itu tetap mengonsumsi 1 kaplet maitake per hari.

Khasiat jamur maitake tak hanya dirasakan pasien kanker payudara. Nun di Kota Surabaya, Jawa Timur, ada Titiek Suparti yang kondisi tubuhnya membaik setelah mengonsumsi suplemen kesehatan berbahan jamur maitake. Awalnya Titiek pernah terjatuh dan kejang-kejang saat sedang bekerja di kantor. Hasil pemeriksaan dokter menyebutkan penyebab kejang itu adalah tumor yang bersarang di kepala bagian atas kiri.

Baca juga:  Si Jangkung pun Merunduk

Pada 2015 salah seorang teman menyarankan Titiek untuk mengonsumsi suplemen berbahan jamur maitake. Sejak itu ia rutin mengonsumsi 6 kaplet bubuk jamur maitake, 2 kapsul MD-fraction, 2 kapsul lunak ekstrak hati ikan hiu atau squalene, 1 kapsul lunak royal jelly, 1 kaplet vitamin C, dan 1 kaplet suplemen kalsium setiap hari. Sepekan mengonsumsi, kondisi tubuh Titiek terasa lebih baik. Frekuensi kejang juga berkurang. Setelah 3 bulan mengonsumsi kejang tak lagi kambuh. Namun, ia tetap mengonsumsi 1 kaplet maitake dan 1 kapsul MD-fraction dua kali sehari. Ia tidak pernah cek medis lagi karena merasa sudah sembuh.

Benjolan di payudara Misty mengempis setelah mengonsumsi maitake.

Benjolan di payudara Misty mengempis setelah mengonsumsi maitake.

Kondisi tubuh Retno Kusumaningtyas juga membaik setelah rutin mengonsumsi suplemen kesehatan berbahan jamur maitake. Pada 1997 dokter mengungkap adanya mioma di rahim Retno. Untuk mengatasinya, Retno rutin mengonsumsi kaplet maitake 3 kali sehari masing-masing 2 kaplet.

Sebulan kemudian, Retno memeriksakan kembali kondisi mioma di rahimnya. Dokter menyatakan ukuran mioma mengecil sehingga tidak perlu operasi. Hingga saat ini ibu satu anak itu masih rutin mengonsumsi kaplet maitake setiap 1—2 hari sekali. Menurut guru besar emeritus Universitas Farmasi Kobe, Jepang, yang meneliti jamur maitake sejak 1983, Prof. Dr. Hiroaki Nanba, Ph.D., khasiat dan kelezetan jamur maitake dikenal sejak zaman dahulu, yakni pada zaman Edo sekitar tahun 1800-an. Ketika itu keluarga istana dan para samurai kerap mengonsumsi jamur maitake untuk menjaga stamina.

MD-fraction
Pada era modern para peneliti di berbagai universitas di Jepang meneliti tentang khasiat jamur maitake secara ilmiah. Pelopor penelitian tentang khasiat jamur maitake adalah Prof. Dr. Hiroaki Nanba, Ph.D. Ia meneliti mulai dari teknik ekstraksi untuk menghasilkan senyawa aktif bernama MD-fraction, lalu menguji khasiatnya. Khasiat jamur maitake untuk membantu mengatasi tumor dan kanker telah teruji secara klinis. Saat uji klinis Prof. Nanba memberikan maitake untuk pasien kanker payudara, paru-paru, hati, prostat, leukemia, perut, tulang, dan tumor otak.

Yukiguni Maitake, Co. Ltd., membudidayakan maitake di dalam gedung yang disebut biocenter.

Yukiguni Maitake, Co. Ltd., membudidayakan maitake di dalam gedung yang disebut biocenter.

Apa yang menyebabkan jamur maitake mampu melawan kanker? Menurut Prof. Nanba, kemampuan jamur maitake melawan tumor dan kanker disebabkan oleh senyawa aktif bernama D-fraction dan MD-fraction. Prof. Nanba mendapatkan kedua senyawa itu melalui ekstraksi jamur maitake.

MD-fraction memiliki aktivitas antitumor lebih baik daripada D-fraction. Itu terlihat pada uji antitumor yang dilakukan Prof. Nanba saat pengajuan paten. Dalam uji antitumor itu, Prof. Nanba memberikan D-fraction dan MD-fraction secara intraperitoneal kepada hewan uji yang telah ditransplantasi sel kanker MM-46 berdosis 0,1 mg/kg bobot tubuh. Hasil penelitian menunjukkan kelompok yang diberi MD-fraction mengalami efek penghambatan yang lebih kuat secara signifikan daripada kelompok yang diberi D-fraction.

Para peneliti juga membandingkan efek kedua senyawa itu terhadap aktivitas makrofag dan sel pembunuh (NK cell) lima hari setelah uji diberikan. Hasilnya, aktivitas antitumor dan potensi immunomodulator MD-fraction lebih kuat dibandingkan dengan D-fraction. Namun, keduanya, baik D-fraction maupun MD-fraction, memiliki toksisitas rendah dan sangat aman.

Kekebalan tubuh
Bagaimana duduk perkara maitake melawan kanker? Menurut Prof. Nanba, maitake mengatasi tumor dan kanker secara tidak langsung, yakni dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh melalui aktivitas makrofag dan juga memacu aktivitas sel kekebalan tubuh lain, seperti sel pembunuh alami (NK cell) dan sel T (Tc) sitotoksik yang dapat menyerang sel tumor. Maitake juga meningkatkan kekebalan tubuh dengan meningkatkan kadar interleukin-1(IL-1), interleukin-2 (IL-2), dan limfokin. Hasil akhirnya tubuh menjadi lebih tahan terhadap infeksi, kanker, bahkan berpotensi untuk membantu mengatasi human immunodeficiency virus (HIV) yang menyebabkan penyakit AIDS.

Efek pemberian MD-fraction untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh terbukti secara ilmiah. Prof. Nanba membuktikannya pada hewan uji yang diberi asupan MD-fraction melalui injeksi dengan dosis 0,5 mg/kg bobot tubuh, setara MD-fraction berdosis 1 mg/kg bobot tubuh yang diberikan secara oral. Perlakuan diberikan selama 10 hari. Hasilnya, aktivitas NK-cell dan sel T sitotoksik meningkat 1,5—2,2 kali lipat. Peningkatan juga terlihat pada jumlah produksi IL-1 (pengaktif sel T) dan anion super oksida (penghancur sel tumor). Kadar IL-2 juga meningkat 1,7 kali lipat (lihat tabel di halaman 12). Hasil itu menyimpulkan bahwa MD-fraction dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang mencegah pertumbuhan tumor.

Gejala kejang-kejang yang dialami Titiek Suparti akibat tumor otak hilang setelah rutin mengonsumsi maitake.

Gejala kejang-kejang yang dialami Titiek Suparti akibat tumor otak hilang setelah rutin mengonsumsi maitake.

Cara lain maitake mengatasi kanker adalah dengan menghambat aktivitas sel kanker untuk bermetastasis atau menyebar ke bagian tubuh lain. Mekanisme itu telah diuji Prof. Nanba terhadap hewan uji yang telah diinjeksi sel kanker hati MM-164 (1 x 107 sel).

Baca juga:  Pro Kontra Air Basa

Hasil penelitian menunjukkan hewan uji yang diberi tambahan MD-fraction dapat menghambat metastasis pada hati paling besar, yakni mencapai 91,3%, sedangkan hewan uji yang diberi tambahan bubuk maitake dapat menghambat hingga 81,3%. Prof. Nanba meyakini bahwa sel tumor pada hewan uji itu dirusak hingga sel tumor itu mati oleh sel kekebalan tubuh yang telah diaktivasi.

Maitake juga melawan kanker dengan memicu apoptosis. Apoptosis adalah kematian sel terprogram untuk menghilangkan sel yang tidak diinginkan dan mengurangi jumlah sel yang terlalu banyak sehingga jumlah sel dalam jaringan dapat dikendalikan. Mekanisme itu terbukti dalam penelitian secara in vitro yang dilakukan Departemen Urologi New York Medical College di Valhalla, New York, Amerika Serikat, terhadap sel kanker prostat PC-3. Hasilnya menunjukkan, pemberian MD-fraction berkonsentrasi 480 µg/ml mematikan lebih dari 95% sel kanker prostat. Hasil analisis secara histologis (in situ hybridization/ISH) dan analisis molekular, para peneliti menduga kematian sel kanker itu disebabkan apoptosis.

Sejak 1995
Di Indonesia, maitake sejatinya bukan hal baru. Masyarakat mulai mengenal maitake pada 1995. Ketika itu PT Multicare Mitra Sejahtera yang merupakan bagian dari Indocare Group, pemasar suplemen kesehatan di Jakarta Barat, memasarkan suplemen yang mengandung bubuk maitake dan MD-fraction yang didatangkan dari Yukiguni Maitake, Co., Ltd. Pada 1996, PT Multicare menyelenggarakan seminar nasional di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta Barat, dan mengundang Prof. Nanba sebagai salah satu pembicara utama. Dalam seminar itu Prof. Nanba menyampaikan hasil penelitian maitake yang dilakukannya sejak 1983.

Beberapa dokter juga menganjurkan maitake sebagai salah satu suplemen untuk membantu memperbaiki kondisi pasien kanker. Salah satunya, dr. Rony Wijaya, Medical Marketing PT. Indocare Citrapasific, yang mengatakan bahwa setiap orang perlu suplemen jamur maitake meski dalam kondisi sehat. “Pada dasarnya setiap orang berisiko terkena kanker. Apalagi di sekitar kita banyak sekali pencetus kanker, seperti polusi udara dan bahan makanan yang bersifat karsinogenik alias pencetus kanker,” ujar alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha Kota Bandung, Jawa Barat, itu.

Dokter Rony menuturkan, tubuh orang sehat sebetulnya memiliki sistem perlindungan sendiri. Begitu ada sel abnormal, sistem kekebalan tubuh akan menyerangnya dengan cara merusak,”menelan”, atau “menyuntikkan” zat tertentu sehingga sel abnormal tersebut mengalami apoptosis atau mekanisme bunuh diri sel. Pada pasien kanker, sistem kekebalan tubuh anjlok sehingga sel kanker berkembang pesat dan dapat menyebar di dalam tubuh atau mengalami metastasis. “Oleh sebab itu maitake sebaiknya dikonsumsi pasien kanker berdampingan dengan obat kemoterapi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang anjlok akibat kemoterapi,” ujarnya. Jika kekebalan tubuh pasien meningkat, maka tubuh akan melawan sel kanker. Dokter Rony menyarankan agar mengonsumsi kapsul maitake 1—2 jam setelah konsumsi obat yang diresepkan dokter.

Dokter lain yang menganjurkan pasien untuk mengonsumsi kapsul maitake adalah dr. Toto Imam Soeparmono, Sp.OG. K. Onk. Dokter spesialis obstetri dan ginekologi di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, itu, memberikan maitake kepada para pasien kanker yang telah selesai menjalani terapi kanker seperti kemoterapi dan radioterapi. Menurut dr. Toto, ia memberikan maitake kepada para pasien sebagai suplemen, bukan obat. Dokter Toto menganjurkan kepada pasien untuk mengonsumsi 1 buah kapsul MD-fraction per hari.

Beberapa pasar swalayan di tanah air mulai banyak yang menjual jamur maitake impor dari Jepang. Namun, menurut Prof. Nanba konsumsi jamur maitake segar tidak cukup untuk membantu mengatasi penyakit. “Untuk menghasilkan tablet yang mengandung 50 mg MD-fraction perlu 200 kg maitake segar,” tutur Prof. Nanba. Oleh sebab itu konsumsi maitake dalam bentuk suplemen satu-satunya pilihan untuk membantu penyembuhan. Di tanah air sudah ada perusahaan yang memasarkan bubuk maitake dan MD-Fraction dalam bentuk kaplet/kapsul, yaitu PT Multicare Mitra Sejahtera yang berkantor pusat di Jakarta Barat. Dengan begitu maitake dapat menjadi salah satu pilihan bagi pasien kanker untuk menggapai kesembuhan. (Imam Wiguna/Peliput: Argohartono Arie Raharjo)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *