Jambu Mete Andal Atasi Hipertensi

Daun jambu mete terbukti menurunkan hipertensi.

Daun jambu mete berkhasiat menurunkan tekanan darah tinggi.

Daun jambu mete berkhasiat menurunkan tekanan darah tinggi.

Sebanyak 1,6-miliar orang setara 29% penduduk di seluruh dunia bakal mengidap hipertensi. Itu prediksi Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada 2025. Sementara itu berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada 2013, hipertensi merupakan penyakit dengan prevalensi tinggi yaitu 25,8%. Jika jumlah penduduk Indonesia 252-juta jiwa maka terdapat 65-juta jiwa yang menderita hipertensi.

Prevelensi tertinggi terjadi di Provinsi Bangka Belitung yaitu 30,9% atau 426.655 jiwa. Sementara itu prevelensi terendah terjadi di Papua yaitu 16,8%. Menurut mantan ketua Perhimpunan Hipertensi Indonesia di Bandung, Jawa Barat, Prof dr Rully MA Roesli MD PhD FINASIM, hipertensi sering disebut sebagai silent killer atau pembunuh diam-diam. Itu karena orang yang mengalami hipertensi alias tekanan darah tinggi sering kali tidak menunjukkan gejala.

Konsumsi garam
Pengidap hipertensi baru menyadari setelah terjadi komplikasi seperti munculnya penyakit jantung. Seseorang dikatakan terkena darah tinggi saat tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Pengukuran itu biasanya dua kali dengan interval 5 menit dalam keadaan tenang atau cukup istirahat. Sementara tekanan darah normal berkisar 120/70 mmHg.

dr Dito Anurogo di Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

dr Dito Anurogo di Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

Menurut Rully setiap tekanan darah 20 mmHg/10mmHg meningkatkan risiko komplikasi serangan jantung dan stroke sampai 2 kali lipat. Menurut dr Dito Anurogo di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, beberapa faktor terjadinya hipertensi primer yaitu usia, obesitas, genetik, dan diet tinggi natrium atau garam. “Mengonsumsi garam lebih dari 3.000 mg per hari dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi,” ujar Dito.

Itu karena garam meningkatkan volume darah. Garam mampu menyedot cairan dari luar pembuluh darah sehingga masuk ke dalam pembuluh darah. Selain itu depresi atau stres dan makanan berlemak juga meningkatkan risiko hipertensi. Stres membuat pembuluh darah menegang sehingga kurang lentur saat aliran darah meningkat. Sementara makanan berlemak menimbulkan plak di dalam pembuluh darah yang mengakibatkan pembuluh darah menyempit.

Jika tidak segera ditangani hipertensi dapat menyebabkan kematian. “Hipertensi dapat menjadi komplikasi dan menyebabkan beberapa penyakit seperti jantung dan stroke,” ujar dokter yang sedang menempus pendidikan spesialis di Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada itu. Peningkaatan risiko itu saat tekanan darah di atas 115/75 mmHg pada semua kelompok usia. Biasanya dokter akan menyarankan untuk modifikasi pola hidup pada penderita hipertensi.

Modifikasi pola hidup itu seperi pembatasan konsumsi garam dan penurunan bobot tubuh. “Setiap penurunan bobot 1 kg, tekanan darah berkurang sekitar 0,5 hingga 2 mmHg,” ujar Dito. Selain mengubah pola hidup, konsumsi daun jambu mete yang berkhasiat menurunkan tekanan darah tinggi. Itu hasil riset Yudo Prihanto dan rekan dari Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.

Tekanan turun

Makanan berlemak meningkatkan risiko hipertensi.

Makanan berlemak meningkatkan risiko hipertensi.

Dalam riset ilmiah itu, Yudo dan rekan melibatkan 30 tikus putih berumur 12 pekan berbobot 200—250 gram. Mereka menginduksi NaCL 4% sebanyak 3 ml selama 2 pekan untuk meningkatkan tekanan darah tikus. Dampaknya tekanan darah semua kelompok meningkat sebesar 13/15 mmHg pada kelompok kontrol, 33/27 mmHg (kontrol negatif), 25/23 mmHg (I), 24/21 mm/Hg (II), dan 21/25 mm/Hg (III).

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x