Jambu Kristal: Atur Panen Setiap Hari 1
Jambu kristal kualitas A berbobot rata-rata 300 gram per buah.

Jambu kristal kualitas A berbobot rata-rata 300 gram per buah.

Budidaya intensif dan pemangkasan kunci Rakhmad Hardiyanto panen 200 kg jambu kristal setiap hari.

Seorang pekebun jambu kristal di Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur, heran. “Di Batu kok jambu kristal tidak habis-habis, ya?” Di pasar swalayan pasokan jambu kristal asal Kotamadya Batu, Provinsi Jawa Timur, terus mengalir. Jambu biji tanpa biji berasal dari kebun Rakhmad Hardiyanto yang membudidayakan 1.300 pohon di lahan 4 ha. Pekebun di Dusun Banaran, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, itu rutin memetik 150—200 kg setiap hari.

Bahkan pada musim panen raya, Hardi memetik 400—450 kg per hari. Panen raya pada April, Agustus, November, hingga Desember. Bagaimana cara Hardi panen setiap hari? “Saya juga melakukan budidaya intensif dengan memaksimalkan pangkas ranting dan seleksi buah,” ujar Hardi.

Rakhmad Hardiyanto (bertopi) bersama mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya yang sedang kunjungan lapang di kebunnya.

Rakhmad Hardiyanto (bertopi) bersama mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya yang sedang kunjungan lapang di kebunnya.

Pangkas cabang
Rakhmad Hardiyanto mengelola 1.300 tanaman produktif berumur rata-rata di atas 4 tahun. Ia berencana meningkatkan produksi karena permintaan pasar melonjak hingga 500 kg setiap hari. Hardi membagi populasi itu menjadi tujuh blok masing-masing 190-an tanaman per blok. Tanaman anggota famili Myrtaceae itu bakal berbunga sebulan sejak pemangkasan. Dua bulan kemudian buah siap panen. Artinya sebuah pohon perlu waktu tiga bulan hingga panen buah.

Dalam satu siklus berbuah, produksi sebuah pohon mencapai 150—200 kg. Kunci itulah yang dipegang oleh Hardi saat membuahkan jambu kristal. Itu sejalan dengan saran Lai Yi Rong. Praktikus jambu kristal asal Taiwan itu menuturkan untuk mencapai produkstivitas tinggi pekebun harus menerapkan prinsip rutin dan tepat waktu dalam budidaya, yakni memupuk, memangkas ranting, seleksi buah, kemudian membungkus buah.

Baca juga:  Omzet Besar Jambu Kristal

Menurut Ridwan Zaenuri yang mengelola kebun jambu kristal di Bogor, Jawa Barat, pekebun harus mengatur waktu pangkas tanaman. Zaenuri mengatakan pohon perlu 6 bulan untuk berbuah dan panen usai pangkas berat atau memangkas habis daun tanpa tersisa sama sekali. Pekebun dapat mempercepat waktu panen, 2,5—3 bulan, jika menerapkan pangkas sedang atau ringan.

Pangkas ranting dan tunas jambu kristal yang tak produktif.

Pangkas ranting dan tunas jambu kristal yang tak produktif.

Artinya jika hendak memangkas berat dan ingin memanen pada Oktober, pekebun mesti melakukannya pada April—Mei. Namun, jika melakukan pangkas sedang atau ringan bisa dilakukan pada Juli—Agustus. Hardi memangkas rutin tiap dua pekan sekali di sebuah blok. Ia memotong ranting dan tunas tidak produktif dan terserang penyakit. Pemangkasan juga dilakukan pada cabang atau ranting yang saling menutupi.

Ia selalu mengusahakan agar antarcabang tidak saling bersentuhan sehingga sinar matahari bebas masuk “Pemangkasan secara tidak langsung memacu tanaman untuk berbuah terus-menerus,” ujarnya. Setiap selesai panen, Hardi juga melakukan pemangkasan. Ia memotong cabang bekas bantalan buah sepanjang 5 cm untuk merangsang tunas baru dan munculnya bunga. “Biasanya sekalian saat panen agar biaya tenaga kerja tidak bengkak,” ujarnya.

Berbuah serempak
Menurut ahli Fisiologi Tumbuhan dari Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Dr Ir Ni Made Armini Wiendi MSc pemangkasan tanaman secara serempak pada jambu kristal memunculkan cabang-cabang baru, kemudian bunga, dan buah secara serempak pula. Menurut Armini pemangkasan serempak bisa diterapkan pekebun jambu kristal yang ingin membuahkan secara serempak.

Kebun jambu kristal Rakhmad Hardiyanto panen 150—200 kg tiap hari.

Kebun jambu kristal Rakhmad Hardiyanto panen 150—200 kg tiap hari.

Doktor Agronomi alumnus Institut Pertanian Bogor itu mengatakan pemangkasan cabang-cabang yang tegak lurus maupun yang terserang hama dan penyakit juga bermanfaat ganda. “Pohon tidak terlalu tinggi dan produktivitas buah di cabang yang dipangkas bisa maksimal,” ujar Armini. Menurut Armini distribusi nutrisi ke buah lebih maksimal pada pohon pendek yang rutin dipangkas.

Baca juga:  Sukses Berkat Nozel

Lai Yi Rong menyarankan untuk mulai memangkas jambu kristal sejak dini. “Jika tinggi bibit sudah semeter, pangkas batang utama jambu kristal sepanjang 25 cm dari ujung batang,” ujar Rong. Dua bulan kemudian muncul cabang baru. Pilih tiga cabang yang sehat dan arah tumbuhnya berlawanan, sisanya pangkas. Pemangkasan cabang atau ranting idealnya disertai dengan pemberian nutrisi tanaman.

Hardi membenamkan 20 gram pupuk kalium dan 1 kg kapur per pohon setiap bulan. Sementara pada musim kemarau, Hardi menggantinya dengan 5 kg pupuk kandang terfermentasi dan 2 kg arang sabut kelapa per pohon setiap tiga bulan. Ia juga memberikan zat pengatur tumbuh baik kimia maupun organik demi memperoleh hasil panen yang diinginkan. “Saya mengaplikasikan keduanya bergantian setiap dua minggu,” katanya. (Baca: Panen Kristal Terbaik, Trubus Juni 2013)

Cabang-cabang itu kemudian tumbuh besar menjadi tanaman dewasa yang siap produksi. Dari cabang-cabang itulah Hardi memanen 150—200 kg jambu kristal tiap hari dengan mutu yang tetap tinggi. “Pada musim panen raya, grade A jambu kristal kami mencapai 80%,” ujar Hardi. Ciri-ciri jambu kristal kualitas A, berbobot di atas 300 gram dan lebar 4 jari. Harga jambu kelas A mencapai Rp15.000 per kg.

Adapun buah kelas B, berbobot 250—300 g dan lebar 3 jari (Rp13.000), sedangkan buah kelas C berbobot sekitar 200 g (Rp10.000). Alumnus Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya itu mengirim jambu kristal ke pasar swalayan di Malang dan Surabaya—keduanya di Provinsi Jawa Timur, Denpasar (Bali), Yogyakarta, dan Jakarta. (Bondan Setyawan/Peliput: Andari Titisari)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments