Dagingnya agak berair dan beraroma tebu

Dagingnya agak berair dan beraroma tebu

Jambu baru hijau jumbo berbobot 300 gram dan manis hingga 13o briks.

Sosok buah hijau jumbo itu persis jambu madu deli hijau. Bentuk buahnya bak lonceng, bulat lonjong dengan pangkal runcing. Warnanya juga mirip, yakni hijau muda, atau hijau putih. Bukan hanya penampilan, sifat pohon juga sangat produktif dan genjah. Bedanya bua hijau jumbo berukuran jumbo, lebih besar daripada madu deli hijau yang lebih dahulu sohor.

Bobot satu buah hijau jumbo mencapai 250—300 g atau 3—5 buah per kg. Bandingkan dengan deli hijau yang bobotnya 150—200g atau 5—7 buah per kg. Selain bersosok besar, pendatang baru itu juga manis hingga 12—13o briks alias sangat manis. Dengan kelebihan itu pantas para pencinta jambu di Jawa menyematkan nama taiwan super green kepada pendatang baru, hijau jumbo itu.

Deli jumbo berukuran 250—300 g

Deli jumbo berukuran 250—300 g

Menukar cinta
Hijau jumbo juga berasal dari Binjai, Provinsi Sumatera Utara. Pemilik UD Mulia Tani—penangkar bibit buah, Sunardi, mengembangkan jambu hijau jumbo sejak 2011. Seorang kenalannya menukar bibit jambu hijau jumbo koleksinya dengan bibit durian varietas loved, unggulan lokal baru milik Sunardi. Saat itu harga bibit loved setinggi 40 cm Rp150.000. Saat Sunardi berkunjung untuk mengambil tanaman barter ia melihat jambu berwarna kehijauan di dak lantai lima rumah toko itu.

Sebenarnya jambu itu tidak terlalu menarik, karena warna buahnya putih. Namun, ayah lima anak itu tetap memilihnya lantaran paling menarik di antara puluhan koleksi tabulampot yang tersedia. Ia mendapat 3 potong entres dari tabulampot berumur 2 tahun sebagai barter bibit durian loved. Rekan Sunardi itu mendapatkan bibit jumbo hijau dari saudaranya yang bermukim di Australia. Namun, asal bibit dari Taiwan.

Sunardi mendapatkan jambu deli jumbo dari 3 entres

Sunardi mendapatkan jambu deli jumbo dari 3 entres

Sunardi menempel ketiga entres dan berhasil tumbuh sehingga dapat mengembangkan jambu baru itu. Pada umur 9—12 bulan, Syzygium samarangense mulai berbuah. Ukuran buah besar, hingga 300 gram, lebat, rasa sangat manis, dan beraroma tebu kampung. Ukuran buah lebih besar, meski kurang lebat jika dibandingkan madu deli hijau. Namun, karena ukuran besar, maka produktivitasnya tetap sama dengan deli hijau.

Baca juga:  Sirsak Pelangsing

Pakar buah di Bogor, Jawa Barat, Dr Ir Mohamad Reza Tirtawinata MS mengatakan, jambu hijau jumbo memang dari Taiwan. Para pemulia jambu di Taiwan banyak memanfaatkan induk dari Indonesia. Kini di tanah Formosa itu jambu air berkembang sangat maju sehingga muncul banyak hibrida. Sentra pengembangannya di Pingtung, Taiwan selatan yang beriklim tropis.

Tulang daun deli jumbo berwarna kekuning-kuningan dan membentuk mangkok

Tulang daun deli jumbo berwarna kekuning-kuningan dan membentuk mangkok

Reza menduga Taiwan super green merupakan hasil persilangan. Di Taiwan jambu air termasuk buah premium dan banyak disajikan pada acara-acara penting. Meski demikian, hijau jumbo bukan varietas paling istimewa di sana. Menurut Reza banyak varietas lebih manis daripada hijau jumbo. Varietas unggul biasanya ditandai dengan warna kulit merah kehijauan seperti black pearl.

Menyebar
Dari Binjai jambu deli jumbo menyebar hingga Jawa. Namanya berubah menjadi taiwan super green. Menurut Bayu Ari Sidi, pekebun deli jumbo di Yogyakarta, ia mendapatkan bibitnya langsung dari Sunardi pada 2012. Andai saja Sunardi tak menukar bibit durian “cinta” dengan deli jumbo, pekebun seperti Bayu mungkin tak dapat mengebunkan jambu unggul itu.

Bayu Ari Sidi tertarik mengembangkan hijau jumbo lantaran berukuran besar dan bersifat genjah. “Penampilannya lebih oke daripada madu hijau,” ujar pengusaha perikanan di Binjai itu.

Di lahan seluas 3.000 m2 di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, ia menanam 60 bibit dalam kantong berbobot 60 kg. Secara umum budidaya deli jumbo sama dengan madu deli hijau. Bayu memenuhi kebutuhan air lewat jaringan irigasi. Frekuensi pemberian 1—2 kali sehari, tergantung cuaca dan kondisi tanaman. Ia memberikan air hingga mendekati titik jenuh dengan indikasi air keluar dari dasar wadah tanam.

Pengairan mutlak diberikan agar produksi buah tinggi dan tetap manis.

Pengairan mutlak diberikan agar produksi buah tinggi dan tetap manis

Sunardi meletakkan si jumbo dalam screenhouse sehingga tidak perlu menyemprotkan pestisida untuk mengatasi hama dan penyakit. Di lahan bekas tebu itu ia telah 3 kali memanen jumbo hijau. Karena kapasitas produksi masih sedikit, sehingga buah hanya dibagikan kepada pengunjung kebun. Si jumbo hijau itu bakal menjadi pesaing madu deli hijau yang selama ini mendapat gelar tiga ter, yakni terproduktif, tergenjah, dan termanis.

Baca juga:  Briket Batok Setara Batubara

Terproduktif karena mampu menghasilkan 6 kg per pohon pada tahun pertama dan meningkat 20 kg sejak berumur 4 tahun penanaman di pot. Tergenjah karena cepat berbuah, pada umur 9 bulan dari bibit setinggi 40 cm mulai berbuah. Sementara itu termanis dengan tingkat kemanisan 14o briks. Adapun jambu hijau jumbo, selain memenuhi ketiga ter itu juga mendapat satu tambahan ter, yakni terbesar. (Syah Angkasa)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d