Lucky Hakim menyukai burung paruh bengkok lantaran jinak dan setia.

Lucky Hakim menyukai burung paruh bengkok lantaran jinak dan setia.

Paruh bengkok yang cerdas, jinak, setia, dan berbulu indah memikat pehobi.

Tengah malam sudah 30 menit berlalu ketika Lucky Hakim tiba di rumah dinasnya. Aktor sinetron yang menjadi anggota Komisi X DPR-RI periode 2014—2019 itu baru merampungkan sidang komisi yang berlangsung sejak sore hari. Melewati pintu depan, pekikan dan teriakan bersahutan menyambutnya. Seekor macaw blue and gold, 2 ekor sun conure, dan seekor african grey berebutan menarik perhatian.

Meski belum genap setahun memelihara mereka, pria berusia 38 tahun itu menjalin ikatan kuat dengan burung cerdas itu. Walaupun hari beranjak pagi, Lucky mengeluarkan mereka dari sangkar. Ia membiarkan mereka beterbangan di ruang tengah rumah dinas di kompleks DPR-RI Kalibata, Jakarta Selatan, itu. Saat itulah Lucky menjalin ikatan dengan burung-buring paruh bengkok kesayangannya itu.

Para pehobi menggemari bulu indah dan tingkah manja macaw.

Para pehobi menggemari bulu indah dan tingkah manja macaw.

Hubungan intim
Begitu burung keluar sangkar, satu per satu hinggap di lengan Lucky. Anggota parlemen itu mengayunkan lengan dengan lembut sampai mereka terbang. Lucky lantas menekuk lengan setinggi dada untuk tempat mereka hinggap kembali. Itulah dasar latihan teknik fly to me—kembali kepada pemilik—setelah burung itu dilepaskan dalam jarak tertentu.

Cara lain yang Lucky ajarkan kepada parrot peliharaannya adalah pemberian pakan melalui mulut. Artis kelahiran Cilacap, Jawa Tengah, itu menjepit pakan burung dengan bibirnya lalu membiarkan paruh bengkok mengambil pakan itu. Latihan-latihan itu bertujuan mempererat ikatan dengan para paruh bengkok.

Sesibuk apa pun dan jam berapa pun, ia menyempatkan diri melakukan hal itu minimal sejam setiap hari. Sifat jinak, setia, dan manja itu jugalah yang memikat para pehobi burung paruh bengkok. Angelina Prisilla di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, juga kesengsem satwa berbulu indah itu. Angie—nama panggilannya—jatuh hati dengan paruh bengkok ketika kehamilannya yang kedua memasuki umur 7 bulan.

Ketika hamil 4 bulan, ia mengidamkan peliharaan kura-kura. Namun, 3 bulan kemudian, keinginan itu berbelok kepada paruh bengkok. Angie bukan benar-benar orang yang baru mengenal burung parrot. Pada 2012 ia sempat memelihara jenis cockatiel dan parkit. Sayang, ia harus pindah ke rumah lain karena kediamannya direnovasi. Kesibukan merawat anak pertama yang baru berumur 2 tahun menyita waktu Angie.

Kakaktua galah dari Australia.

Kakaktua galah dari Australia.

Akibatnya paruh bengkok klangenan nyaris tidak terawat. Padahal, “Jenis parrot harus diajak bermain setiap hari agar tetap jinak,” ujar perempuan berusia 25 tahun itu. Tidak ada jalan lain, hobi itu mesti ia lepaskan. Pada September 2015 lalu, mendadak ia merindukan tingkah usil dan jinak burung cerdas itu. Setiap malam ia berselancar menelusuri berbagai literatur dan video di dunia maya.

Baca juga:  Gulma Berubah Cendera Mata

Burung pintar
Saking asyiknya berselancar, Angie kerap terjaga sampai pagi. Melalui rekomendasi rekan di media sosial, ibu 2 anak itu menemui Sutawijaya, pemilik toko First Parrot di Manggadua, Jakarta Utara. Di sana ia tertarik kepada macaw jenis catalina. Itu silangan antara jenis standar blue gold dan scarlett. Warna lebih menarik, yakni perpaduan biru, kuning, merah, dan hijau. Ia memboyong catalina belia yang bulunya bahkan belum tumbuh merata.

Sun conure dapat melakukan berbagai aksi, salah satunya berbaring diam.

Sun conure dapat melakukan berbagai aksi, salah satunya berbaring diam.

Ia harus memberi pakan dengan menyuapi. Menurut Angie, cara itu justru efektif untuk membentuk ikatan lantaran burung menjadi benar-benar mengenal pemiliknya. Sejatinya salah satu sifat paruh bengkok yang menarik baginya adalah kemampuan bicara dan bernyanyi. Sifat itu terdapat di jenis amazon. Sulung dari 3 bersaudara itu pun kembali menyambangi Sutawijaya dan memboyong seekor amazon berumur sekitar 6 bulan.

Beberapa minggu di kediaman Angie, burung dengan bulu dominan hijau itu langsung membuktikan kepandaiannya. Saat Angie memanggil pembantunya, Kiwi—demikian ia menamai parrot jenis amazon itu—ikut menyahut. Saat wartawan Trubus, Muhamad Fajar Ramadhan, menyambangi kediamannya, Angie menunjukkan video rekaman Kiwi tengah menyanyikan lagu anak-anak “Burung Kakaktua”.

Angelina Prisilla memilih bermain dengan parrot ketimbang jalan-jalan atau berbelanja.

Angelina Prisilla memilih bermain dengan parrot ketimbang jalan-jalan atau berbelanja.

Sejatinya ketika mengunjungi Sutawijaya, ia tertarik pada seekor amazon lain berumur sekitar 3 tahun. Sayang, waktu itu sang pemilik tidak terpikir menjualnya. Beberapa hari kemudian, Angie bak kejatuhan durian. Sutawijaya mengabari Angie bahwa sang pemilik amazon berubah pikiran dan ingin mengganti amazon dengan macaw. Tanpa membuang waktu, Angie kembali meluncur ke Manggadua dan membawa pulang amazon.

Baca juga:  Paruh Bengkok Baru: Elok Suara dan Rupa

“Salah satu keunikannya, ia hanya mau menurut kepada perempuan,” kata alumnus sebuah akademi pariwisata di Jakarta itu. Tidak sampai sebulan di kediaman Angie, kemampuan Wendy—nama burung itu—bernyanyi dan menirukan kata-kata singkat tidak kalah dengan Kiwi. Hal itu tidak terjadi ketika Wendy masih di tangan pemilik sebelumnya.

Tertawa di garasi
Bagi Lucky dan Angie, kemenarikan paruh bengkok bukan sekadar warna bulu yang elok. “Saya kaget pas tahu ada burung yang bisa diajak jalan-jalan tanpa kabur,” kata Lucky Hakim. Padahal, harga paruh bengkok peliharaan mereka tidak bisa dianggap remeh. Demi menebus Wendy, rupiah yang Angie keluarkan setara uang muka rumah tipe 45.

Memelihara paruh bengkok pun mendatangkan suka dan duka. Pada suatu malam, Angie dan suami mengalami hal konyol. Waktu itu mereka baru beberapa hari memiliki Kiwi dan Wendy sehingga belum menyadari bahwa burung itu pun mampu menirukan tawa manusia. Saat baru tiba di rumah, pasangan itu memasuki garasi yang gulita tempat Wendy dan Kiwi berada. Dalam kegelapan mendadak terdengar tawa mengumandang. Keduanya segera menghambur ke dalam rumah sampai tersengal-sengal.

Amazon dapat bernyanyi dan menirukan kata-kata.

Amazon dapat bernyanyi dan menirukan kata-kata.

Saat hari-hari berikutnya suara tawa itu semakin kerap terdengar, Angie baru sadar bahwa itu kelakuan amazon penghuni garasi. Pengalaman Lucky Hakim lebih dari sekadar kaget. Cockatiel berumur sekitar 1 tahun yang baru ia beli tampak jinak dan menurut ketika latihan dalam rumah. Begitu ia membuka pintu dan mengajaknya keluar, sang paruh bengkok segera terbang tanpa kembali.

Bukan harga yang membuatnya menyesal, tetapi kedekatan yang terjalin sebelumnya Pengalaman serupa nyaris ia alami dengan macaw. Untungnya macaw itu sepertinya hanya ingin menjajal kemampuan sayapnya. Begitu berada di ketinggian, ia kebingungan untuk kembali. “Mungkin karena dari atas semua rumah di kompleks ini terlihat sama,” kata Lucky. Ia lantas mencari berkeliling kompleks sembari memanggil. Bermodal pendengaran, macaw itu terbang mendekat. Proses pencarian itu makan waktu hampir 1 jam.

Kumpul sesama pehobi burung paruh bengkok menjadi ajang berbagi cara menjalin ikatan dengan satwa klangenan.

Kumpul sesama pehobi burung paruh bengkok menjadi ajang berbagi cara menjalin ikatan dengan satwa klangenan.

Perlu penangkaran
Dari interaksi dengan parrot, Lucky sadar ia harus banyak belajar. Sifat manja paruh bengkok kadang ditunjukkan dengan mematuki tubuh pemiliknya. “Bayangkan sakitnya ketika paruh macaw sebesar itu menarik telinga,” tutur Lucky. Yang ia lakukan berikutnya adalah melepaskan paruhnya perlahan-lahan sambil menahan sakit. Sejatinya bisa saja Lucky mengibaskan dengan keras sampai burung terbanting, tetapi burung pasti sakit dan ketakutan sehingga upaya menjalin ikatan gagal total.

Baca juga:  Tembakau: Nikotin untuk Vitamin

Belum lagi kotoran burung yang bertebaran ketika ia melepaskan mereka dalam ruangan. Pakar neurologi di Cilandak, Jakarta Selatan, Tri Ariesta CM NLP menyatakan, paruh bengkok menjadi pilihan klangenan orang kota lantaran dapat membuang kepenatan. “Ritme hidup serba cepat, kemacetan di mana-mana, dan ancaman kriminalitas mengakibatkan stres tinggi,” kata Tri.

Burung paruh bengkok african grey koleksi Lucky Hakim.

Burung paruh bengkok african grey koleksi Lucky Hakim.

Efeknya hobi-hobi baru, termasuk yang ekstrem dan memacu adrenalin, berkembang di kota-kota besar. Hal itu didukung dengan tingkat penghasilan yang memungkinkan pehobi menggelontorkan rupiah dalam jumlah relatif banyak, yang terkadang dianggap tidak masuk akal bagi orang lain. Paruh bengkok memang sedang tren. Lucky Hakim dan Angelina Prisilla hanya 2 dari banyak pehobi paruh bengkok. Mereka semua mengoleksi paruh bengkok impor seperti macaw, cockatiel, parkit, sun conure, atau patagonian.

Soal keelokan, sejatinya paruh bengkok lokal seperti kakaktua raja atau kakaktua jambul kuning jauh lebih baik ketimbang parrot impor. Sayang, undang-undang melarang perdagangan dan pemeliharaan semua paruh bengkok lokal. Menurut Hanom Bashari dari Yayasan Burung Indonesia, paruh bengkok yang merupakan kekayaan alam Indonesia timur terancam oleh perburuan liar.

Untuk itu habitatnya harus dipertahankan. Lucky Hakim berpendapat, “Seharusnya ada upaya penangkaran sebelum mereka punah di alam,” kata Lucky. Ia mencontohkan penangkaran curik bali di luar habitat yang berhasil dengan gemilang. Penangkaran menjadi salah satu jawaban terbaik bagi kelestarian satwa cerdas yang elok itu. Itulah salah satu jalan lurus atau jalan yang tepat agar paruh bengkok tak terancam punah. Jalan lurus lain, keruan saja merawat si paruh bengkok dengan segenap hati. (Argohartono Arie Raharjo/Peliput: Muhamad Fajar Ramadhan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d