Jalan Atasi Aeromonas 1
Aeromonas masih menjadi momok bagi peternak lele

Aeromonas masih menjadi momok bagi peternak lele

Bakteri aeromonas kerap menggagalkan panen lele. Kombinasi meniran dan bawang putih tokcer mengatasi aeromonas.

Ulah bakteri aeromonas Aeromonas hydrophila sebuah nestapa bagi Dedi Muhyadi. Peternak lele di Cilegon, Provinsi Banten, ingat betul saat bakteri itu beraksi. Sebanyak 80% lele siap panen di 3 kolam berukuran masing-masing 8 m x 5 m tampak lemas dan enggan menyantap pakan. Dedi semula mengabaikan. Namun, beberapa hari kemudian satu per satu lele mati. “Dalam sehari lebih dari 30 lele yang mati. Saya rugi sampai Rp9-juta,” ujarnya.

Kehadiran bakteri aeromonas sebetulnya cerita lama. Hampir semua peternak lele pernah menghadapi serangan aeromonas. Sampai kini antibiotik seperti oxytetracycline, streptomysin, dan chloromycetin andalan para peternak lele termasuk Dedi. Pria 54 tahun itu memberikan antibiotik pada benih dan indukan lele. Peternak lazimnya memberikan antibiotik itu dengan cara menyuntikkan atau mencampur dalam pakan.

“Kualitas air kunci kesehatan ikan,” ujar Ade Sunarma MSi, peneliti lele di Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT), Sukabumi, Jawa Barat

“Kualitas air kunci kesehatan ikan,” ujar Ade Sunarma MSi, peneliti lele di Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT), Sukabumi, Jawa Barat

Herbal
Menurut Dedi harga antibiotik tergolong mahal sehingga sering kali peternak baru memberikannya ketika sudah ada lele terserang aeromonas. Peternak sebetulnya dapat memanfaatkan herbal yang bersifat antibakteri dan antiinflamasi pada pakan lele. Riset Dinamella Wahjuningrum dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, menunjukkan kombinasi umbi bawang putih dan meniran yang dicampurkan dalam pakan meningkatkan angka kelangsungan hidup benih lele yang diinfeksi bakteri aeromonas hingga 67%.

Penelitian pada 2013 itu menggunakan umbi Allium sativum dan meniran Phyllanthus niruri sebagai upaya pencegahan. Dinamella memberikan kombinasi herbal selama 21 hari pada benih lele berumur 11 hari. Pakan diberikan 3 kali sehari dengan dosis meniran 5 g per kg pakan dan bawang putih 25 g per kg pakan. Pada hari ke-22, periset itu merendam benih lele dalam larutan mengandung bakteri Aeromonas hydrophila selama 60 menit.

Baca juga:  Menikmati Laba Merpati dan Lele

Angka kelangsungan hidup lele yang pakannya dicampur dengan bawang putih dan meniran mencapai 85%. Sementara kelompok lele kontrol yang mengonsumsi pakan biasa angka kelangsungan hidupnya hanya 18%. Artinya, kombinasi herbal mampu meningkatkan angka kelangsungan hidup benih lele yang terserang aeromonas hingga 67%.

Bawang putih dan meniran bersifat antibakteri dan antiinflamasi sehingga dapat menjadi musuh aeromonas

Bawang putih dan meniran bersifat antibakteri dan antiinflamasi sehingga dapat menjadi musuh aeromonas

Menurut Dinamella kombinasi herbal bisa juga sebagai tindakan pengobatan. Eka Hidayathus dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, membuktikannya pada 2009. Riset itu menunjukkan angka kematian lele yang terserang aeromonas turun 57% setelah mengonsumsi ekstrak kombinasi bawang putih dan meniran berdosis 0,1 ml per g pakan. Pada kelompok kontrol, lele yang mati mencapai 90% dari total populasi sementara kelompok uji hanya 33%.

Perbandingan ekstrak bawang putih dan meniran 2 : 1. Periset mencampur ekstrak itu ke dalam pakan lalu membalut dengan putih telur agar merekat. Pemberian herbal selama sepekan sejak 2 hari pascapenyuntikan bakteri aeromonas. Selain bawang putih dan meniran, herbal lain yang juga berfaedah antiaeromonas yaitu jintan hitam Nigella sativa. Riset Roffi Grandiosa SPi MSc dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, menunjukkan jintan hitam dapat menekan pertumbuhan Aeromonas hydrophila.

Penggunaan herbal dalam mengatasi aeromonas harapan bagi peternak lele. Para peternak mudah mendapat herbal dan tanpa efek samping apa pun. Menurut Prof Dr Ir Arief Prajitno MS, ahli penyakit ikan dan udang dari Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, sebaiknya herbal yang diberikan dalam bentuk ekstrak. “Jika tidak ada ekstraknya cukup ditumbuk lalu taburkan di air,” ujar Arief yang menyarankan dosis 4—5 cc herbal per liter air itu. Arief menjelaskan pemberian dengan dosis tinggi tidak akan memberi efek negatif pada lele.

Eceng gondok sebagai biofilter untuk menjaga kualitas air

Eceng gondok sebagai biofilter untuk menjaga kualitas air

Herbal-herbal itu seluruhnya mengandung senyawa flavonoid yang efektif meningkatkan sistem kekebalan tubuh. “Karena kandungan itu, sistem kekebalan tubuh lele meningkat dan mampu menghadang serangan bakteri aeromonas. Caranya dengan menghancurkan sistem pelindung tubuh bakteri,” katanya. Selain itu, sifat antiinflamasi pada herbal itu menyembuhkan luka pendarahan akibat aeromonas. Faedah lain membatasi penyebaran luka akibat infeksi bakteri. Herbal lain yang juga bisa menjadi pilihan yaitu: daun pepaya, rimpang kunyit, temulawak, daun sirih, dan lidah buaya.

Baca juga:  Cegah Kematian Massal Benih Lele

Kualitas air
Pengobatan memang jalan terakhir untuk mengatasi aeromonas. Namun, peternak sebaiknya mencegah dengan menjaga kualitas air yang berperan sebagai sumber penularan aeromonas. “Tanpa memperhatikan kondisi lingkungan, serangan akan terus berulang,” ujar Arief. Menurut Ade Sunarma MSi, peneliti lele di Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT), Sukabumi, Jawa Barat, aeromonas bisa muncul setiap saat terutama bila kondisi lingkungan jelek.

Pemberian pakan yang berlebihan menimbulkan penumpukan sisa pakan di dasar kolam dan menyebabkan kadar amonia meningkat. Kondisi seperti itu merangsang pertumbuhan bakteri aeromonas

Pemberian pakan yang berlebihan menimbulkan penumpukan sisa pakan di dasar kolam dan menyebabkan kadar amonia meningkat. Kondisi seperti itu merangsang pertumbuhan bakteri aeromonas

“Misalnya, gara-gara sisa pakan yang menumpuk di dasar kolam sehingga kadar amonia meningkat. Kondisi itu sangat disukai bakteri aeromonas,” ujar Ade. Itulah sebabnya pemberian pakan jangan berlebihan. Salah satu upaya menjaga kualitas air dengan menggunakan eceng gondok sebagai filter. “Eceng gondok memiliki rongga yang ringan sehingga daya serapnya terhadap limbah cukup baik,” katanya.

Peneliti lele di Balai Pemuliaan dan Penelitian Ikan, Sukamandi, Subang, Jawa Barat, Bambang Iswanto SPi MP, mengatakan, “Asal kualitas air terjaga lele pun akan sehat.” Jika sudah terjangkit aeromonas, alumnus Universitas Brawijaya itu menyarankan peternak untuk memisahkan lele terserang aeromonas ke bak lain dengan air yang lebih bagus agar bakteri tidak menyebar. Bambang menyarankan penggantian air pada kolam yang lelenya terserang aeromonas. “Dengan cara itu sudah bisa menekan angka kematian akibat aeromonas,” katanya.

Selain kualitas air, varietas menjadi penentu ketahanan lele terhadap serangan aeromonas. Lele mutiara, misalnya. Varietas lele yang baru dirilis pada Oktober 2014 itu memiliki ketahanan yang lebih tinggi terhadap aeromonas. Pada pengujian labolatorium yang dilakukan BPPI Sukamandi, tingkat kematian benih lele mutiara yang direndam bakteri aeromonas dalam jangka waktu 60 jam hanya mencapai 30%. Sementara varietas lain sudah seluruhnya mati. Jika varietas lele dan kualitas airnya baik tapi aeromonas masih menyerang, herbal bisa menjadi pilihan peternak untuk mengatasinya. (Rizky Fadhilah)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *