Warna kuning pekat memiliki ketebalan biji 1 cm. (Dok. PT East West Seed Indonesia)

Warna kuning pekat memiliki ketebalan biji 1 cm. (Dok. PT East West Seed Indonesia)

Jagung manis berumur genjah, produktivitas tinggi, dan warna bulir kuning keemasan.

Muhammad Dadin Jaelani bungah menuai jagung manis di lahan 4 hektare. Pekebun di Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, itu menanam 46.000 bibit jagung manis per ha atau total 184.000 bibit per 4 hektare. Jarak tanam 30 cm x 70 cm. Yang menyebabkan ia bungah umur panen yang singkat. Dadin menuai jagung manis itu hanya 85—90 hari setelah tanam (hst). Padahal, umur panen jagung hibrida lain mencapai 100—110 hari.

Tinggi tanaman jagung manis itu 260—285 cm. Ketika ia membuka kelobot, tampaklah deretan bulir yang rapat, teratur, dan berwarna kuning keemasan. Bulir jagung manis itu mengilap. Panjang tongkol tanpa kelobot mencapai 22 cm dengan diameter 6—8 cm. Bobot rata-rata tongkol 500—550 g. Tingkat kemanisan mencapai 15—17° briks. Kadar kemanisan itu lebih tinggi daripada jagung manis lain yang hanya 12—14° briks.

Dua kali lipat
Hal lain yang membuat gembira Dadin adalah jagung manis itu tetap segar selama 3—4 hari penyimpanan sehingga cocok untuk pengiriman jarak jauh. Hanya itu yang membuat Dadin riang? Jagung manis di lahannya itu bertongkol dua, lazimnya hanya satu tongkol per tanaman. Keruan saja, produktivitas hampir dua kali lipat, yakni 16—21 ton per hektare. Itulah keunggulan jagung manis secada. Namanya mengingatkan kita akan penyanyi kelahiran Kuba, Jon Secada.

Jagung manis asia-86, panjang tongkol 20 cm. (Dok. PT Benih CItra Asia)

Jagung manis asia-86, panjang tongkol 20 cm. (Dok. PT Benih CItra Asia)

Karena alasan itulah ia memilih secada dalam 3 musim tanam terakhir. Varietas secada merupakan produksi PT East West Seed Indonesia—sohor dengan sebutan Ewindo. Dengan produksi 12 ton saja, Dadin meraup omzet Rp42 juta per ha. Pada panen terakhir, Oktober 2016 harga jagung manis di tingkat petani Rp3.500 per kg. Petani jagung sejak 2007 itu mengatakan, biaya produksi mencapai Rp5 juta per ha.

Baca juga:  Pesona Puring Idaman

Artinya laba bersih Dadin mencapai Rp35 juta—Rp40 juta per ha. Laba bersih bertani jagung manis itu juga dua kali lipat dari biasanya. Harap mafhum, meski produksi melambung, biaya produksi relatif tetap. Apalagi populasi tanaman juga sama. Menurut Dadin pedagang tradisional seperti di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur, lebih menyukai jagung berukuran jumbo dibandingkan jagung manis lain.

Demikian juga pedagang jagung bakar di daerah wisata seperti Puncak, Kabupaten Bogor, dan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, keduanya di Provinsi Jawa Barat. Pasalnya rasa lebih manis dan ukuran yang lebih besar. Menurut anggota staf spesialis produk jagung PT East West Seed Indonesia (EWSI), Ipin Aripin, jagung manis secada pertama kali dirilis pada 2013. Potensi hasil sekitar 30—35 ton per ha dengan jarak tanam 30 cm x 60 cm.

Secada merupakan hasil persilangan dari SC 6582 F x SC 6813 M. Hasil persilangan itu menghasilkan varietas jagung manis yang berdaya hasil tinggi dan ukuran tongkol lebih besar dengan diameter 8—11 cm. Seleksi dilakukan di beberapa lokasi seperti Tanjungsari, Kabupaten Sumedang dan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi. Tak hanya berproduksi tinggi, secada dapat beradaptasi pada ketinggian 800—1100 meter di atas permukaan laut.

Kelebihan lain jagung manis secada adalah toleran terhadap penyakit bulai atau downy mildew. Penyakit akibat serangan fitopatogen Peronosclerospora maydis menjadi momok bagi para petani jagung. Menurut Ipin kualitas jagung secada sangat baik, yakni berwarna kuning keemasan, mengilap, serta ukuran tongkol dan bulir seragam.

Jagung genjah

Jagung manis secada dengan tingkat kemanisa 15—17o briks.

Jagung manis secada dengan tingkat kemanisa 15—17o briks.

Secada hanyalah salah satu varietas unggul yang menjadi pilihan pekebun. Pilihan lain adalah jagung hibrida bonanza 9. Munculnya bonanza 9 melengkapi deretan jagung unggul yang lebih dahulu hadir seperti bonanza dan bonanza 2. Pekebun di Cijotang, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Asep Khaerudin, membuktikan keunggulan bonanza 9 pada empat bulan terakhir. Ia mendapatkan hasil panen 30 ton jagung di lahan 3 ha.

Baca juga:  Peduli Peternak Sapi

Ketika panen pada akhir November 2016 harga jagung di tingkat petani Rp3.000 per kg. Omzet ayah 2 orang anak itu mencapai Rp39-juta. Bandingkan dengan varietas unggul lokal sebelumnya, Asep hanya mampu menuai 6—7 ton per ha. Itu artinya produktivitas bonanza 9 tiga kali lipat dari produksi jagung kebanyakan. Sejak awal pertumbuhan bonanza 9 memang menunjukkan keunggulan.

Permintaan jagung manis bonanza 9 terus meningkat seiring kebutuhan pasar. Dulu memang hanya menyasar pasar tradisional, pasokan hingga 25 kg per 3 hari. “Permintaan meningkat 30% pada hari-hari besar,” ujar Asep.

Ketahanan penyakit, umur panen cepat hanya 60—70 hari setelah tanam, bobot rata-rata 300—400 g dan potensi hasil mencapai 17—20 ton per hektare. Jagung manis bonanza 9 adaptif di ketinggian 500—1.200 meter di atas permukaan laut. Sebelum menanam, Asep membuat bedengan dengan panjang 4 m dan lebar 50 cm. Parit selebar 40 cm memisahkan setiap bedengan setinggi 15 cm itu.

Jagung manis bonanza 9, produktivitas tinggi mencapai 20 ton per ha.

Jagung manis bonanza 9, produktivitas tinggi mencapai 20 ton per ha.

Jagung manis unggul lain yakni asia 86. Anggota staf Riset dan Pemasaran PT Benih Citra Asia, Syahri Pane, mengatakan, jagung manis asia-86 berpotensi hasil 115 ton per hektare dan hasil tanaman seragam. “Jagung asia-86 juga sudah teruji di berbagai lokasi dan menjadi pilihan petani di berbagai daerah di tanah air,” ujarnya. Ciri khas asia-86 berwarna kuning cerah, biji padat, dan memiliki 2 tongkol besar.

Menurut petani di Desa Pancajaya, Kecamatan Maskaman, Jember, Jawa Timur, Siran Simoro, umur panen genjah, hanya 65 hari. Bobot tongkol tanpa kelobot sekitar 350—400 g. Panjang tongkol 18,5—20 cm dengan diameter 4,5—5,5 cm. Selain itu asia-86 memiliki akar kuat dan adaptif pada lahan kurang subur. Jagung yang dilepas pada 2016 itu juga tahan penyakit karat dan busuk tongkol.

Baca juga:  Berdandan Tahan Sebulan

Ia menanam 2 benih per lubang dengan jarak tanam 20 cm x 50 cm. Sepekan pascatanam, ia mencampur pupuk kandang dan Urea lalu melarutkan dalam 100 ml air. Kemudian mengocorkan sebanyak 5 g per tanaman. Pupuk selanjutnya diberikan setiap 20—30 hari sekali hingga tanaman berbunga pada umur 50 hari setelah tanam dengan dosis 10 g per tanaman.

Namun, pemupukan bukan satu-satunya perawatan yang dilakukan oleh pekebun agar tanaman dapat berproduktivitas tinggi. Untuk mencegah serangan ulat penggerek batang. Dadin melarutkan 75 ml insektisida berbahan aktif tiantoksan dalam 15 liter air. Cairan itu untuk menyemprot batang tanaman. Ia mengaplikasikannya pada 10 hari, 30 hari, dan 45 hari. (Tiffani Dias Anggraeni)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d