Oh nooo, You use Adblocker!
Your Adblocker is active! It is preventing us to show you our content.

Jagoan Olah Tanah

Jagoan Olah Tanah 1

Petani yang menggunakan traktor hanya perlu 2,5 hari untuk mengolah 10 hektare lahan, semula 10 hari.

565_-96-5

Petani sangat membutuhkan traktor diesel untuk mengolah lahan dalam waktu singkat.

Mantep Supriawan antusias sekali menyambut musim tanam tahun ini. Pasalnya, petani di Kecamatan Muarapadang, Kabupaten Musibanyuasin, Sumatera Selatan, itu memiliki traktor baru yang mempermudah pekerjaannya. Sebelumnya Mantep menggunakan traktor tangan untuk membajak 10 hektare sawah miliknya. “Traktor tangan kurang efisien sebab butuh waktu lebih lama,” ujarnya.

Untuk membajak 1 hektare saja menghabiskan waktu hingga sehari. Artinya untuk menyelesaikan seluruh lahan butuh 10 hari kerja.Bandingkan dengan traktor diesel bertenaga 50 HP miliknya. Dengan traktor moderen itu, ia hanya butuh 2,5 hari untuk membajak seluruh lahan. Keuntungan lain, biaya tenaga operator Rp100.000 per hektare. Sebelumnya saat menggunakan traktor tangan, ia membayar Rp150.000 per hektare.

Mesin pintar

Mesin tanam besutan PT Kubota Machinery Indonesia luwes bergerak di lahan basah.

Mesin tanam besutan PT Kubota Machinery Indonesia luwes bergerak di lahan basah.

Petani lain pun turut merasakan manfaat alat olah tanam moderen itu. Mereka menyewa traktor milik Mantep Rp700.000 per hektare. Traktor berbobot 1.490 kg itu mampu bertahan di lahan basah maupun kering. Lampu pada bagian sisi depan memungkinkan petani bekerja pada malam hari sekalipun. Bagian kemudi dilengkapi dengan panel meter Light Emiting Diode (LED) yang menyala.

Dengan begitu petani bisa memperoleh informasi lengkap mengenai kondisi alat sebelum digunakan. Alat olah tanah itu memiliki delapan gigi maju dan delapan gigi mundur. Petani bisa mengatur kecepatan alat sesuai kondisi lahan. Kecepatan jelajah mesin pun mumpuni. Ketika berjalan maju kecepatan mesin pada kisaran 2,5—27,2 km per jam. Sementara saat mundur kecepatannya sekitar 2,4—26,1 km per jam.

Alat tanam model dorong dengan efisiensi kerja  0,4 hektare per hari.

Alat tanam model dorong dengan efisiensi kerja
0,4 hektare per hari.

Sistem kemudi mesin mampu membuat putaran sejauh 2,6 m. Jarak sumbu roda yang panjang memungkinkan mesin bekerja optimal di lahan basah maupun kering. Mesin dilengkapi dengan tangki berkapsitas 48 liter bahan bakar. Bila tangki berisi penuh bahan bakar maka alarm akan berbunyi. Menurut Manajer Pemasaran PT Kubota Machinery Indonesia, Silvi Erfina, olah tanah langkah awal penentu keberhasilan budidaya.

Bila salah olah bisa mengganggu pertumbuhan akar tanaman. Dampaknya kemampuan tanaman menyerap nutrisi berkurang. Jika itu terjadi maka produksi tanaman kurang optimal, bahkan gagal panen. Perangkat olah tanah nan cerdas juga menjadi andalan PT Galaxy Partani Mas. Traktor berseri GLX—702 itu mampu membajak 3 hektare lahan dalam sehari.

Mesin bertenaga 51,5 kw berbahan bakar solar itu cocok bekerja di lahan kering maupun basah. Keunggulan lain, mesin menggunakan ban crawler berlapis rubber track. “Itu sebabnya radius putar traktor lebih cepat dibanding dengan traktor roda empat,” ujar Herjanto, anggota staf pemasaran PT Galaxy Partani Mas.

Alat tanam

Alat tanam model tugal berfungsi ganda mengeluarkan benih dan pupuk sekaligus.

Alat tanam model tugal berfungsi ganda mengeluarkan benih dan pupuk sekaligus.

Menurut Taufik Rizaldi dari Departemen Teknologi Pertanian,Universitas Sumatera Utara, keberadaan alat-alat pertanian yang moderen membantu memperbaiki mutu produksi, sekaligus meningkatkan efisiensi kerja. Traktor, misalnya, petani mengenal mesin pertanian modern itu sejak puluhan tahun silam. Semula traktor roda dua menjadi andalan hingga hadir traktor roda empat.

Page :
Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x