Irama Terindah Agung 1
Irama Agung jawara pertama di kelas dewasa senior

Irama Agung jawara pertama di kelas dewasa senior

Empat babak berturut-turut, Irama Agung menunjukkan aksi manggung tanpa lelah.

Di kelas dewasa senior kontes Piala Kapolri, Irama Agung berada di gantangan 34. Perkutut koleksi HR Ali Badri Zaini terus manggung tiada henti selama empat babak. Padahal, “Persaingan di kelas dewasa senior cukup ketat,” ungkap M Zainal, juri kontes. Di luar arena, riuh sorak-sorai penonton semakin membuat persaingan memanas. Namun Irama Agung tak gentar, ia tetap menunjukkan aksinya.

Juri mengganjar aksi Irama Agung dengan jawara pertama. Sementara Calisto, perkutut milik Sulistianto dari Malang, Jawa Timur, tak mampu mengejar Irama Agung. Calisto bernomor gantangan 107 itu harus puas di peringkat kedua. Menurut M Zainal, “Perkutut di gantangan nomor 34 memiliki kualitas irama yang besar dan ujungnya bagus.” Itu sesuai namanya yakni Irama Agung, yang berarti irama yang besar.

Kontes perkutut Piala Kapolri berlangsung meriah diikuti 800 peserta

Kontes perkutut Piala Kapolri berlangsung meriah diikuti 800 peserta

Rutin gurah

Meski perkutut kontes memiliki suara yang lebih unggul, perawatannya sederhana. Ali Badri Zaini menjelaskan kemudahan merawat perkutut sekelas Irama Agung. Ia memandikan Irama Agung sebulan dua kali, menggurah setiap 2 pekan sekali, dan latihan dua kali sepekan. Badri menggurah perkutut menggunakan herbal seperti rimpang jahe, daun saga, atau kunyit. Pehobi itu memasukkan cairan herbal lewat hidung untuk menghilangkan lendir agar suara jernih. Lendir menyebabkan suara burung menjadi serak.

Irama Agung perkutut andalan tim Alib Surabaya itu memang kerap menjadi jawara kontes. “Irama Agung sudah tiga kali menjuarai kontes perkutut tingkat nasional. Pertama di Malang, Surakarta, dan terakhir di Bandung ini,” ujar Ali Badri. Tak hanya Irama Agung yang memboyong juara pertama. Ma’onah, perkutut milik H Aan dari Malang, Jawa Timur, juga memboyong juara satu untuk kelas dewasa junior. Perkutut bernomor gantangan 174 itu mengalahkan Ramadhan, perkutut milik Asep KS di Cianjur, Jawa Barat, yang akhirnya menjadi juara kedua.

Baca juga:  Kampium Daring

Kunci kemenangan Ma’onah juga perawatan rutin. Kusnadi yang merawat Ma’onah menuturkan, perawatan perkutut kontes seperti Ma’onah cukup mudah. Apalagi, “Dasar burungnya memang sudah bagus,” ujarnya. Ia hanya memandikan seminggu sekali, mengumbar (melepas di kandang selepas kontes), dan memberikan pakan campuran 40% milet dan 60% gabah.

Para pemlik burung pemenang kontes perkutut

Para pemlik burung pemenang kontes perkutut

Meriah

Kontes perkutut tingkat nasional pada 3 – 4 Mei 2014 di lapangan Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat, Bandung, Jawa Barat itu berlangsung meriah. Terselenggaranya kontes atas kerja sama Persatuan Pelestari Perkutut Seluruh Indonesia (P3SI) dengan Polisi Resor Kota Besar Bandung. Turut hadir di kontes itu Kapolri Jenderal Polisi Sutarman; Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Mochammad Iriawan, dan Walikota Bandung, Ridwan Kamil.

Menurut Ketua Umum Persatuan Pelestari Perkutut Seluruh Indonesia, Mayjen TNI (Purn) Zainuri Hasyim, kontes pertama Piala Kapolri itu berlangsung spektakuler. “Setelah 57 tahun lomba, akhirnya petinggi negara (Kapolri) turut hadir. Ini merupakan penghargaan tersendiri bagi maniak kung,” ungkapnya. Selain itu antusiasme pehobi juga sangat tinggi. Itu terlihat dari jumlah peserta yang banyak dan pemiliknya berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Jawa, Bali, Sumatera, maupun Sulawesi.

Kontes perkutut kelas nasional itu terbagi atas 5 kelas, piyik junior, piyik dewasa, gantung, dewasa junior, dan dewasa senior. “Dari kelima kelas yang dipertandingkan jumlah peserta mencapai 800 peserta,” ujar Zainuri. Untuk proses penjurian, panitia mendatangkan 22 juri dari seluruh Indonesia. Penilaian kontes terdiri atas suara depan, tengah, ujung, irama, dan volume. Setiap komponen memiliki bobot yang sama. (Desi Sayyidati Rahimah)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *