Inspirasi Hidroponik 1
Bupati Dadang M Naser dan wartawan Trubus Rosy Nur Apriyanti (masing-masing ketiga dan keempat dari kiri)

Bupati Dadang M Naser dan wartawan Trubus Rosy Nur Apriyanti (masing-masing ketiga dan keempat dari kiri)

“Kapan rombongan dapat beli EC meter?” tanya Mulyanto. Pria asal Bukitbatu, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Kepulauan Riau, itu tak sabar hendak mempraktikkan cara meramu pupuk untuk sayuran hidroponik. Ilmunya ia dapatkan dari Kunto Herwibowo, pembicara pada pelatihan budidaya sayuran hidroponik yang Trubus selenggarakan. Supaya ramuan yang dibuat pas, Mulyanto yang berencana membuka lahan untuk hidroponik, butuh EC meter—alat ukur kepekatan larutan pupuk, EC = electro conductivity.

Meski teknologi budidaya tanpa tanah itu sudah diperkenalkan di tanahair sejak era 1980-an, tapi baru 2—3 tahun belakangan kembali marak. Teknologi itu unggul karena mampu menghasilkan sayuran berkualitas tinggi sehingga harga jualnya juga tinggi. Kuncinya adalah nutrisi tepat yang dipasok ke tanaman melalui media air—sesuai dengan arti hidroponik. Budidaya tanaman bisa dilakukan di berbagai tempat—bahkan halaman rumah sekalipun untuk skala hobi dan komersial—karena tidak tergantung pada kesuburan tanah dan iklim. Apalagi kini hadir teknologi hidroponik tanpa greenhouse yang menghemat biaya investasi.

Para peminat teknologi hidroponik sangat luas. Mulai dari ibu rumahtangga, para pensiun, dosen, eksekutif di perusahaan swasta, hingga pejabat pemerintahan, dan selebritas. Wartawan Anda, Rosy Nur Apriyanti menemui Bupati Bandung, H Dadang Mohamad Naser SH, SIP, MSi, yang menanam sayuran hidroponik di halaman rumah dinas. Sementara aktor era 1970—1980-an, Mark Sungkar, berkebun sayuran hidroponik di Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pembaca terhormat, dengan antusiame itu maka Majalah Trubus kembali mengulas tema hidroponik sebagai topik utama pada edisi November 2014. Kali ini tema utamanya mengenai teknik hidroponik tanpa atap yang berpotensi mendongkrak laba pekebun karena lebih hemat biaya investasi, tapi tentu disertai sejumlah kendala. Berbarengan dengan topik hidroponik pada edisi November 2014 itu, kami juga menerbitkan buku panduan lengkap teknologi hidroponik yakni My Potential Business: Hidroponik Praktis. Pembaca terhormat, selamat membaca dan semoga semakin terinsipirasi. ***

Baca juga:  Biarkan Mata Kukang Tetap Menyala

Tags: hidroponik, inspirasi hidroponik

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *