Ikebana yang Bicara 1

Ikebana aliran ikenobo gaya jiyuka karya Sandra Taslim menggunakan materi berupa korek api.

Ikebana aliran ikenobo gaya jiyuka karya Sandra Taslim menggunakan materi berupa korek api.

Persembahan terbaik para seniman bunga. Rangkaian-rangkaian mereka sarat pesan.

Di tangan Sandra Taslim ratusan batang korek api itu berubah menjadi rangkaian ikebana—seni merangkai bunga dari Jepang—nan unik. Sandra merangkai ikebana aliran ikenobo bergaya jiyuka untuk menghadirkan rangkaian bunga yang terinspirasi dari wujud cakra manusia itu. Rangkaian milik Sandra itu sukses mencuri perhatian karena menggunakan materi tak biasa. Meskipun jumlah bunga yang digunakan sangat sedikit, ikebana ikenobo jiyuka karya Sandra tetap apik.

Trubus Juni 2018 Highrest.pdf

Ikebana aliran ikenobo gaya rikka shofutai karya Herliana S. Wiharsa.

Ikebana aliran ikenobo gaya jiyuka karya Lily H. Sutanto memanfaatkan ranting kering sebagai salah satu materi rangkaian.

Ikebana aliran ikenobo gaya jiyuka karya Lily H. Sutanto memanfaatkan ranting kering sebagai salah satu materi rangkaian.

Maklum, ia tahu betul mengombinasikan setiap materi rangkaian sehingga tampak indah walaupun minim bunga. Sandra memamerkan rangkaian hasil karyanya itu pada ekshibisi ikebana bertajuk Harmony in Diversity yang diselenggarakan oleh Ikebana International Chapter 224 Jakarta. Sebanyak 6 aliran ikebana nan indah yakni ikenobo, misho—ryu, koryu, ohara, sogetsu, dan ichiyo dipamerkan dalam acara yang digelar pada 27—28 April 2018 itu.

Terbaik

Setidaknya ada 78 rangkaian ikebana dari 6 aliran berbeda turut memeriahkan acara tahunan untuk memperingati hubungan diplomatik antara Indonesia dan Jepang itu. Perangkai bunga di Jakarta Pusat, Lily H. Sutanto, juga sukses menampilkan rangkaian ikenobo bergaya serupa nan elok. Lily malahan memanfaatkan ranting kering sebagai materi rangkaian. Ia menuturkan dalam rangkaian ikebana selalu ada pesan tersembunyi dari setiap materi yang ditampilkan.

“Ranting kering seringkali dianggap kurang menarik, tetapi keberadaannya justru memiliki keunikan tersendiri karena melambangkan kehidupan manusia pada masa lalu,” katanya. Ranting kering itu berpadu apik dengan daun morning glory, bunga anthurium merah, dan baby’s breath. Rangkaian ikebana ikenobo bergaya rikka shofutai karya Herliana S. Wiharsa juga indah. Gaya rikka shofutai ibarat lukisan panorama alam lengkap dengan gunung, tebing, lembah, perkotaan, dan sungai.

Baca juga:  Sepanjang Jalan Penuh Aral

Trubus Juni 2018 Highrest.pdfUntuk mewujudkan rangkaian idamannya itu Herliana menggunakan materi flora berupa daun sikat botol Callistemon viminalis, cemara, pakis, azalea, kembang soka, jengger ayam, dan helikonia. Ia menyusun materi-materi flora itu dalam vas klasik berwarna krem. Materi flora saling melengkapi satu sama lain sehingga rangkaian terkesan hidup.

ikebana
Pada ajang itu perangkai ikebana beraliran lain juga tak mau kalah menampilkan karya terbaiknya. Indra Yulika dan Fetriwati Akbar menyuguhkan ikebana aliran ichiyo bergaya bebas atau free style. Indra merangkai ikebana ichiyo dalam wadah bambu dengan materi berupa daun-daun tanaman taman dan bunga kalalili. Sementara Fetriwati Akbar memilih batang kayu kering sebagai wadah.

Ikebana aliran misho-ryu gaya shinka karya Sunaty Ruslim.

Ikebana aliran misho-ryu gaya shinka karya Sunaty Ruslim.

Fetriwati lantas menyusun aneka flora seperti bunga protea, mawar, silver dust, silver dollar, dan batang Euphorbia lactea. “Ichiyo gaya free style memungkinkan perangkai menuangkan segala imajinasi dalam rangkaian asalkan garis utama rangkaian tetap terlihat,” katanya. Rangkaian beraliran sogetsu milik Lian Purwarna malahan tampil nyentrik. Ia meletakkan rangkaian menggantung pada tiang besi.

Untuk menikmati ikebana sogetsu karya Lian, pengunjung harus melihat lewat cermin yang dipasang di bawah rangkaian. Lian menyusun rangkaiannya itu dari daun helikonia yang diletakkan pada rangka besi berbentuk lingkaran. Di tengah rangkaian, ia menyematkan kembang hortensia ungu dan cymbidium hijau. Rangkaian ikebana aliran ohara bergaya hiraku katachi milik Swasti Kania juga tampil cantik. Swasti menggunakan materi flora berwarna cerah seperti lili merah muda, krisan kuning. amimajus, ruskus, dan pandanus.

Filosofi

Sementara itu rangkaian sarat filosofi terasa sekali pada rangkaian ikebana aliran misho-ryu karya Frida A.S Prawiradjaja dan Susanty Ruslim. Misho-ryu menggambarkan sesuatu yang tidak bisa mati dan selalu bertumbuh layaknya alam semesta. Dalam ikebana misho-ryu juga mengandung sejumlah filosofi seperti warna, kehidupan, dan karakter. Rangkaian ikebana misho-ryu bisa dikenali dengan adanya ada satu flora yang menghadap ke atas sebagai simbol ke hadirat Tuhan.

Trubus Juni 2018 Highrest.pdf

Ikebana aliran misho—ryu gaya shinka karya Susanty Ruslim.

Adapun jumlah flora di bagian bawah rangkaian paling banyak mewakili populasi umat manusia. Frida membuat rangkaian ikebana misho-ryu bergaya shinka. Ia menggunakan materi flora khas iklim tropis yang mudah dijumpai seperti daun dan pelepah palem, ranting srikaya, bunga bugenvil, lavender, dan terung susu. Ia menata sedemikian rupa setiap materi flora sehingga rangkaian tampak mewah. Suasana iklim tropis pun begitu terasa.

Ikebana aliran sogetsu  freestyle karya Lian Purwana.

Ikebana aliran sogetsu freestyle karya Lian Purwana.

Sementara itu Susanty Ruslim mengusung tema perahu pada rangkaian ikebana misho-ryu bikinannya. Oleh karena itu, ia menggunakan vas berbentuk cekung menyerupai perahu sebagai wadah rangkaian. Susanty lantas memanfaatkan daun palem untuk membuat layar tiruan yang diletakkan di tengah perahu. Berikutnya, ia meletakkan bunga ginseng, aster mini, futoi, dan lembaran daun kering. Ia lantas menambahkan anggrek cymbidium kuning sebagai pemanis rangkaian. (Andari Titisari)

Baca juga:  Tabulampot Lebatkan Jeruk ala Italia

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *