Nila baru berpenampilan cantik dan bertubuh bongsor.

Ikan nila baru bersosok cantik dan pertumbuhan bongsor.

Ikan nila baru bersosok cantik dan pertumbuhan bongsor.

Sekilas segerombolan ikan itu mirip koi. Corak dan warnanya persis ikan hias anggota famili Cyprinidae itu. Ada yang merah di bagian kepala menyerupai tancho, berkelir merah dan putih mirip kohaku, dan dominan merah seperti kawarimono. Pemilik ikan, Pramujadi H Sulistyo, kerap memanen satwa air itu. Bukan untuk dijual sebagai ikan hias, melainkan sebagai hidangan nikmat keluarga. “Citarasanya enak dan gurih,” ujar warga Yogyakarta itu.

Ikan nila multifungsi, saat muda sebagai hiasan, saat dewasa sebagai ikan konsumsi.

Ikan nila multifungsi, saat muda sebagai hiasan, saat dewasa sebagai ikan konsumsi.

Ikan itu ternyata nila jaya. Keunggulan nila itu bertulang lunak dan renyah setelah digoreng. Istri Lilik—sapaan akrab Pramujadi H Sulistyo—dan keluarga menduga nila itu termasuk ikan muda karena tulangnya renyah. Menurut anggota staf pengajar di Fakultas Perikanan, Universitas Mulawarman, Dr Ir Ghitarina Syamsu, tulang nila muda pun sudah keras. “Luar biasa jika tulang ikan itu bisa dikonsumsi,” katanya.

Nila satria
Keunggulan lain nila jaya yakni berbobot bongsor. Ikan Oreochromis niloticus itu berbobot 420 gram ketika berumur 4 bulan dan 700 g saat berumur 6 bulan. Sementara nila lain lazimnya berbobot 300—400 g ketika berumur 4—6 bulan. Lilik menyilangkan nila satria untuk mendapatkan nila jaya. Terdapat dua jenis nila satria yaitu hitam dan merah. Satria hitam lebih cepat tumbuh karena berbobot 400—500 g dalam 4 bulan.

Koi diternakkan di kolam ikan.

Koi diternakkan di kolam ikan.

Sementara satria merah mencapai bobot sama ketika berumur 6—7 bulan. Sejatinya nila satria sudah ada sejak 2006. Namun, pertumbuhannya lambat akibat persilangan liar. Peternak memerlukan 1,5 tahun untuk mendapatkan nila berbobot 700 g. Oleh karena itu Lilik berhasrat menghasilkan nila merah yang pertumbuhannya pesat. “Saya ingin membuat nila cantik di kolam, tetapi tetap bongsor sebagai ikan konsumsi,” ujar ayah satu anak itu.

Baca juga:  Bikin Nila Cepat Tumbuh

Dengan demikian ia tetap bisa menikmati keindahan ikan sebelum panen. Saat melihat ikan nila milik teman, naluri penyilang Lilik pun muncul. Ia lalu memilih 30 nila merah berumur 2—3 bulan yang belum diketahui jenis kelamin. Kriteria indukan bersosok cantik, bermotif menyerupai koi, dan berukuran paling besar. Kemudian Lilik memelihara ikan dalam kolam bekas budidaya koi berlantai semen.

Kolam berbentuk seperempat lingkaran dengan panjang sisi masing-masing 4 m itu diisi air setinggi 40 cm. Naungan jaring terpasang untuk mencegah lumut. Lilik juga memasukkan kangkung air untuk membuat lingkungan alami sekaligus menjadi pakan tambahan. Ia memberikan pakan lele berprotein tinggi agar pertumbuhan optimal. Sebulan kemudian jenis kelamin ikan diketahui. Lilik memilih 13 pejantan dan 17 betina terbaik.

Motif ikan nila menyerupai ikan koi.

Motif ikan nila menyerupai ikan koi.

Ikan bersosok paling kecil dan berwarna kurang menarik tidak menjadi indukan. Ia dan keluarga mengonsumsi ikan apkiran itu. Selang 3—4 bulan tersisa 3 jantan dan 12 betina untuk induk. Lilik memindahkan indukan terpilih ke kolam terpisah dan ikan memijah alami. Induk betina bertelur setelah beberapa pekan, lalu menetas. Kemudian Lilik menyeleksi anakan bersosok paling cantik, berwarna cerah, tajam, dan mirip koi.

566_-49-3

Pramuhajadi Sulistyo, terapkan ilmu koi untuk silangkan nila.

Stabil
Ikan berkelir kuning, bercorak kotor, dan tidak masuk dapur untuk menjadi masakan lezat. Anakan betina paling cantik dikawinkan dengan induk jantan pertama sehingga terjadi perkawinan beda generasi. Setelah lahir, sekitar 1.000 anakan dipertahankan. Lilik kembali menyeleksi sesuai kriteria yang diinginkan. Setelah berumur 4 bulan, Lilik mengawinkan betina tercantik dan terbongsor dengan indukan jantan sehingga selalu kawin antargenerasi.

Sementara induk betina dihilangkan sehingga tidak terjadi perkawinan sedarah. Demikian seterusnya. “Lazimnya saya menyisakan 50 anakan,” kata Lilik. Saat ini generasi ikan hasil persilangan itu mencapai F5. Karakter ikan yang berbobot besar dan berwarna indah sudah stabil. Kadang masih ada 5% anakan berwarna hitam mengikuti warna dasar nila. Pertumbuhan nila hitam itu juga cepat dan berdaging tebal, tapi bertulang keras.

Baca juga:  Pilih Budidaya Ikan Lele atau Ikan Nila?

Lilik memelihara ikan anggota famili Cyprinidae itu di kolam semen samping rumah. Di dalamnya terdapat ikan berukuran 1—16 cm. Keunggulan nila jaya menarik perhatian pengusaha rumah makan di Yogyakarta yang berencana membudidayakan ikan itu di kolam 1 ha. (Syah Angkasa)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d