Ikan Cupang Halfmoon dan Serit (Crowntail) 1

Ikan cupang jenis halfmoon dan serit memang sangat indah. Tak heran banyak yang menyukai keindahan ikan cupang tersebut, dari anak-anak hingga dewasa. Pantas saja ikan halfmoon betta dan crowntail betta tersebut dibandrol dengan harga yang lumayan tinggi.

Ikan termahal

Jangan lupa. Ada ikan hias mahal peringkat dunia, yaitu arwana platinum, polkadot stingray, dan peppermint anglefish. Namun, ada peringkat nasional: arwana, lou han, koi, oscar, discus, maskoki, dan ikan cupang serit. Cupang serit ternyata mampu menggeser guppy dan ikan angle di Indonesia.

Tunggu dulu. Berapa harga ikan hias termahal dunia? Ikan arwana platinum tahun ini memecahkan rekor, Rp5,3 miliar.

Adapun di tingkat nasional, arwana kita bertengger di kelas satu miliar saja. Sementara lou han cukup Rp40 juta, ikan koi termahal Rp7 juta, dan oscar cukup Rp250.000. Nah, berapa harga ikan cupang serit? Sebenarnya berkisar antara Rp15.000—Rp300.000.

Namun, kalau juara bisa mencapai Rp2 juta atau US$1.500. Itu bermula di Thailand pada 2016 ketika seekor cupang serit terjual 153.000 bath.

Ikan Cupang Serit

Cupang serit – crowntail Betta –ikan kecil dengan ekor mahkota. Jenis cupang itu mulai muncul di Jakarta pada dekade 1990-an. Sempat jadi bahan tertawaan di Bali, karena dianggap sebagai ikan pecah.

Namun, memasuki 2010 demam cupang serit ternyata melanda berbagai kota. Puncaknya, pada akhir 2018 seorang pemuda di Jember, Jawa Timur, mendadak terkenal, masuk televisi karena sukses memelihara ikan cupang serit itu.

Entah bagaimana, kini ikan cupang serit menduduki peringkat ke-7 ikan hias termahal nasional. Nama penangkarnya Achmad Yusuf alias Iyus pun tercatat sebagai pelopor.

Kemudian dipopulerkan ke mancanegara oleh Henry Gunawan. Kongres Ikan Cupang Internasional (IBC = International Betta Congress) juga mengakuinya, meskipun belum masuk jajaran ikan mahal dunia.

Baca juga:  Dies Natalis Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian

Lalu, bagaimana dengan pemuda di Jember itu?

ikan cupang serit
ikan cupang serit

Potensi budidaya ikan cupang

Biasa saja. Ia aktif di Centra Cupang Jember, satu di antara pebisnis ikan cupang yang tersebar di Indonesia. Media massa mengabarkan, banyak penjual ikan cupang meraih omzet sekitar Rp20 juta per bulan.

Media sosial menjelaskan: kalau seekor ikan laku dua ribu rupiah, omzet itu tercapai dengan melepas 10.000 ekor. Itulah yang dijual dengan harga grosir karena partai besar.

Seekor cupang betina bisa bertelur 1.000 butir dan menetas dalam 24 jam. Anakan ikan antara 1—2 cm sudah bisa dijual. Jadi jangan heran, pembudidaya ikan cupang tersebar di Jember, Blitar, Kediri, Malang, Kudus, Semarang, bahkan ada Gudang Ikan Cupang di Medan.

Dalam facebooknya, Komunitas Cupang Hias di Batam (KCHB) didukung lebih dari 16.000 anggota. Pencinta cupang suka bergerombol, ikan cupang lebih baik hidup menyendiri. Ikan cupang terkenal protektif pada habitatnya dan sering menjadi agresif.

Ada tiga macam: cupang petarung, cupang hias, dan cupang liar atau alami. Cupang aduan disebut juga cupang plakat – yang dalam Thailand bermakna tarung. Itulah cupang yang paling laku dan banyak disukai para remaja. Dibawa dalam botol atau akuarium mini, dijadikan sahabat dan diadu pada musimnya.

Bulan sepotong (halfmoon)

Ikan cupang halfmoon
Ikan cupang halfmoon, ekor menyatu secara simetris membentuk setengah lingkaran bak bulan purnama.

Pada dasarnya, ikan cupang Betta sp. memang disukai karena mudah dipelihara. Mereka tahan hidup dengan air ala kadarnya. Cupang bisa menghirup oksigen langsung dari udara, asal kelembapan terjaga.

Oleh karena itu, bisa ditaruh dalam stoples, tabung, atau wadah air tanpa aerator – pemasok hawa. Cupang biasa hidup di air dangkal, sawah-sawah, rawa-rawa, bahkan selokan di Indonesia, Vietnam, Thailand, dan Asia Tenggara pada umumnya.

Cupang senang air yang hangat, makan kutu air, larva nyamuk dan cacing artemia. Umurnya berkisar antara 3—5 tahun, dengan variasi warna dan bentuk sirip yang luar biasa indahnya.

Sebelum cupang serit berkibar, cupang halfmoon itulah yang paling banyak dicari. Sirip dan ekornya menyatu secara simetri sehingga membentuk setengah lingkaran, seperti bulan sepotong. Warnanya macam-macam, dari merah cerah, kuning, biru sampai ungu menyala.

Baca juga:  Elok Jarak Negeri Siam

Cupang halfmoon diyakini mulai berkembang di Amerika Serikat pada 1980-an, hasil perkawinan silang yang dikembangkan seorang penangkar bernama Peter Goettner.

Kecantikan cupang halfmoon bukan hanya pada sirip dan ekornya, tapi juga keseluruhan tubuhnya. Geraknya anggun, banyak dikembangkan di Eropa, terutama Perancis dan Swiss. Para pencinta ikan cupang bulan sepotong membentuk organisasi bernama International Betta Splendens Club.

Ikan cupang jenis lain

Sementara itu seluruh pencinta ikan cupang punya World Betta Community yang setiap tahun berkongres di Alabama, Amerika Serikat. Itulah otoritas tertinggi yang mengesyahkan munculnya jenis ikan cupang baru. Di antara yang baru muncul adalah cupang raksasa – giant betta, berukuran sampai 12 cm, lazimnya hanya 5 cm. Satu lagi jenis baru yang sedang tren adalah cupang fancy atau fancy betta.

Berbeda dengan cupang serit yang lahir dan muncul dari Slipi, Jakarta; cupang fancy datang dari Thailand. Mereka merupakan persilangan cupang hias dan cupang aduan, yang menghasilkan warna-warni dengan gradasi seindah lukisan.

Harga indukannya Rp350.000 per ekor. Harga anakannya Rp100.000. Meskipun begitu, cupang serit belum tertandingi. Di arena ikan hias ia mengalahkan guppy dan molly yang berperut besar.

Tantangan sekarang adalah bagaimana mengembangkan aneka ragam serit yang asli Indonesia. Sejak awalnya muncul serit tunggal yang disebut combtail – ekor sisir dan serit balon, yang memunculkan gelembung udara.

Kemudian ada serit dua yang disebut double ray crowntail, yang disusul cupang king crown tail dan cupang cross ray. Kini dari sentra cupang di Pontianak, Kalimantan Barat, muncul serit delapan alias DDDR – double double double ray. Itu semua menunjukkan bahwa keindahan ikan cupang serit masih akan terus berkembang.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments