Berkreasi dengan bunga artifisial maupun segar.

Rangkaian bunga artifisial karya Andy Djati Utomo SSn CFD AIFD.

Rangkaian bunga artifisial karya Andy Djati Utomo SSn CFD AIFD.

Setiap kali Andy Djati Utomo SSn CFD AIFD menuntaskan sebuah rangkaian, tepuk tangan pun bergemuruh. Peserta demo merangkai bunga di Hotel Shantika, Kelapagading, Jakarta Utara, itu terkesima melihat kepiawaian Andy memadukan aneka materi flora. Desainer bunga profesional di Jakarta Selatan itu bagai tak kehabisan ide menciptakan rangkaian bunga nan elok.

Objek serupa bidak catur pun bisa digunakan sebagai tempat untuk meletakkan rangkaian.

Objek serupa bidak catur pun bisa digunakan sebagai tempat untuk meletakkan rangkaian.

Andy menampilkan rangkaian materi flora segar dan artifisial alias tiruan dalam acara yang berlangsung pada 1 Desember 2016 itu. “Keuntungan merangkai bunga tiruan yakni perangkai tak perlu khawatir terhadap kesegaran bunga sebab sudah pasti lebih tahan lama dibanding dengan bunga segar,” ujarnya. Yang menarik, ia tak melulu menggunakan vas sebagai wadah rangkaian. Ia bereksperimen dengan sejumlah benda seperti papan, bambu, dan gulungan kawat.

Tahan lama
Andy memilih sebuah papan hitam bertiang besi untuk membuat rangkaian dominan hijau. Rangkaian terkesan melayang sebab ia merekatkan sebagian besar materi di ujung tiang. Proses pembuatan rangkaian berbentuk horizontal itu mudah dan cepat berkat materi flora artifisal. Bobot rangkaian ringan sebab Andy tak perlu membasahi floral foam. Rangkaian artifisial lain yang melilit di sebuah tiang serupa bidak catur pun tampak cantik.

Rangkaian bunga bernuansa ungu dari materi flora artifisial.

Rangkaian bunga bernuansa ungu dari materi flora artifisial.

Perangkai itu memilih ornamen tiruan berupa rumput laut dan anggrek bulan putih sebagai materi rangkaian. Berkat ornamen artifisial pemilik sekolah merangkai bunga Intuition Floral Art Studio itu sukses membuat rangkaian bernuansa ungu. Pria berkacamata itu menuturkan bunga segar berwarna ungu jarang sekali ditemukan di negara beriklim tropis. Itu sebabnya, kehadiran bunga tiruan sangat dibutuhkan.

Rangkaian ikebana ikenobo karya Lily Sutanto.

Rangkaian ikebana ikenobo karya Lily Sutanto.

Keuntungan lain Andy bisa menerapkan lebih banyak teknik merangkai mulai dari lipat, potong, hingga lem tanpa khawatir bunga cepat layu. Pada acara yang diselenggarakan oleh klub pencinta bunga, Plumeria, itu Andy juga memeragakan rangkaian berbahan flora segar. Setiap rangkaian tampil berkarakter dan eksklusif. Andy bermain dengan belasan pita kayu untuk membuat rangkaian penghias ruangan.

Rangkaian ikebana ikenobo bergaya shokka shofutai milik Wendy Mandik tetap cantik, meskipun hanya menggunakan satu jenis materi flora.

Rangkaian ikebana ikenobo bergaya rikka sehimputai karya Lusy Wahyudi.

Karya lain berupa rangkaian penghias meja pun tampil begitu indah. Rangkaian berbentuk bundar itu disangga oleh potongan bambu.

Rangkaian bunga segar penghias ruangan.

Rangkaian bunga segar penghias ruangan.

Adapun elemen flora penyusunnya berupa hanjuang, daun ekor tupai, mawar, tulip, dan hortensia. Menurut ketua panitia, Lilia Veronica, seluruh rangkaian karya Andy mendapat apresiasi tinggi dari peserta. “Mereka memetik pelajaran bahwa materi merangkai bunga sangat luas. Pun teknik yang sangat beragam,” ujarnya.

Baca juga:  Tantangan Dunia Pertanian

Ikebana

Rangkaian ikebana ikenobo bergaya shokka shofutai milik Wendy Mandik tetap cantik, meskipun hanya menggunakan satu jenis materi flora.

Rangkaian ikebana ikenobo bergaya shokka shofutai milik Wendy Mandik tetap cantik, meskipun hanya menggunakan satu jenis materi flora.

Rangkaian bunga sederhana, tetapi elegan bisa pula diwujudkan lewat ikebana—seni merangkai bunga dari Jepang. Materi flora yang kerap dianggap remeh pun bisa tampil menawan dalam balutan ikebana. Sebut saja ranting kering, daun yang layu, bahkan daun yang robek. Menurut Lusy Wahyudi, perangkai ikebana ikenobo di Jakarta Selatan, setiap daun maupun bunga memiliki keindahan tersembunyi yang bila digali mampu menciptakan pemandangan nan elok.

Rangkaian bunga segar penghias meja menggunakan potongan bambu sebagai sarana merangkai.

Rangkaian bunga segar penghias meja menggunakan potongan bambu sebagai sarana merangkai.

Lihat saja Lusy merancang rangkaian ikebana ikenobo bergaya rikka shimputai menggunakan daun anthurium yang robek dan pelepah palem kering sebagai salah satu elemen rangkaian. Rangkaian karya Lusy tetap indah dipandang sebab ia menata apik setiap materi hingga tercipta kesatuan yang harmonis.

Lily Sutanto, perangkai bunga di Jakarta Pusat, menuturkan ikebana cenderung mengutamakan dimensi dalam rangkaian. “Rangkaian jauh dari kesan datar meskipun materi yang digunakan sedikit,” ujarnya. Itu sebabnya, ikebana karya Lily tetap tampak cantik walaupun hanya terdiri atas tangkai dracaena dan krisan. Bagi Herliana S. Wiharsa, ketua Ikebana Ikenobo Indonesia, ikebana menyimpan pesan yang ingin disampaikan oleh perangkai lewat pemilihan materi flora.

Rangkaian ikebana ikenobo bergaya rikka shofutai karya Herliana S. Wiharsa.

Rangkaian ikebana ikenobo bergaya rikka shofutai karya Herliana S. Wiharsa.

Pada rangkaian ikebana bergaya rikka shofutai karya Herliana, misalnya. Ia menggunakan mawar dan krisan untuk menyampaikan pesan cinta dan persahabatan, serta bambu sebagai lambang umur panjang. Boleh dibilang ikebana bak karya seni bercitarasa tinggi. Satu jenis materi flora saja bisa menimbulkan kesan luar biasa bila dirangkai lewat ikebana. Wendy Mandik, perangkai bunga di Jakarta Timur, membuktikannya.

Baca juga:  Gamelan di Kebun Pakcoi

Wendy hanya menggunakan batang soka merah untuk membuat rangkaian bergaya shoka shofutai. Ia menata batang tanaman anggota keluarga Rubiaceae itu sealami mungkin tanpa bantuan kawat. Ia mengatur arah dan lekukan batang dengan sangat cermat agar rangkaian tampil sempurna. (Andari Titisari)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d