Fisik yang seperti serigala Canis lupus menjadikan husky banyak digemari.

Fisik yang seperti serigala Canis lupus menjadikan husky banyak digemari.

Pehobi di Indonesia menggemari anjing penarik kereta salju.

Setiap hari Steven Darmadi mengunjungi pasar swalayan untuk membeli 3,5 kg daging sapi giling. Steven bukanlah seorang juru masak atau pemilik restoran. Ia membeli daging sapi giling itu untuk makanan ke-14 siberian husky miliknya. Dalam sehari kebutuhan konsumsi daging giling mencapai 250 g per ekor siberian husky dewasa. “Jika masih anakan konsumsi daging sapi giling lebih tinggi, yakni mencapai 300 g per hari,” ujar Steven.

Daging sapi giling makanan tambahan untuk siberian husky. Untuk memenuhi kebutuhan makanan ke-14 siberian husky miliknya, penggemar siberian husky di Kota Bandung, Jawa Barat, itu menghabiskan biaya pakan Rp40.000 per ekor per hari atau total Rp560.000 per hari. Artinya, dalam sebulan ia harus merogoh kocek hingga Rp16-juta hanya untuk membeli pakan tambahan itu.

Pertemuan para anggota Community of Siberian Husky Indonesia di Rumah Guguk—Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Pertemuan para anggota Community of Siberian Husky Indonesia di Rumah Guguk—Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Rontok bulu
Menurut Steven kualitas pakan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan husky. “Makanan harus kaya protein dan diberikan secara teratur agar husky tumbuh optimal,” katanya. Apalagi jika husky sedang dalam masa pertumbuhan. Itulah sebabnya Steven memberikan pakan daging sapi giling lebih banyak kepada anakan husky. “Terkadang ada penangkar atau pehobi yang hanya memberi pakan berupa nasi. Hasilnya ukuran husky menjadi lebih kecil dan kualitasnya rendah,” katanya.

Steven Darmadi (Tengah) dengan rekan CSI—Bandung.

Steven Darmadi (Tengah) dengan rekan CSI—Bandung.

Pehobi acap kali memberikan makanan kesukaaanya kepada anjing klangenannya. Kebiasaan itu harus dihindari jika memelihara husky. Steven menghindari pemberian pakan berupa cokelat, keju, susu, dan bawang. “Jika sampai mengonsumsinya anjing akan lemas, muntah, diare, bahkan bisa menyebabkan kematian,” ujarnya. Jika sudah begitu segera bawa siberian husky ke dokter hewan.

Baca juga:  Sukses Berkat Teknik Ganda

Steven memelihara husky di dua lantai ruko miliknya. Ia memisahkan tempat pemeliharaan anjing jantan dan betina untuk mencegah husky berkembang biak secara bebas. “Kalau disatukan nanti tidak ketahuan orang tuanya sehingga tidak bisa dibuatkan stambum atau surat silsilah anjing ras,” kata ketua Community of Siberian Husky Indonesia (CSI) itu.

Husky sebetulnya berasal dari negara subtropis. Itulah sebabnya ia perlu beradaptasi saat dipelihara di Indonesia. Menurut Steven husky nyaman jika tinggal di daerah bersuhu kurang dari 25oC. Itulah sebabnya di kota-kota beriklim panas seperti Jakarta, Semarang, dan Surabaya, kandang husky sebaiknya berpendingin ruangan. “Di Bandung husky tak perlu beradaptasi karena suhunya sejuk,” katanya.

 I Nyoman Indrawan atau “Bgees” sedang mengikuti lomba Perkin Java International Show pada April 2015.

I Nyoman Indrawan atau “Bgees” sedang mengikuti lomba Perkin Java International Show pada April 2015.

Jika suhu udara terlalu panas, husky yang baru didatangkan dari negara subtropis biasanya akan merontokkan bulunya. “Masa kerontokan bulu bisa terjadi selama 3—6 bulan,” kata Steven. Husky sebetulnya mengalami masa rontok bulu secara periodik. Bulu husky jantan akan rontok saat masa berahi. Dalam setahun husky jantan mengalami sekali masa berahi. Sementara pada betina dalam setahun bisa dua kali rontok bulu. Untuk menjaga kualitas husky saat rontok bulu, sisir bulu dan secara teratur berikan vitamin untuk perawatan bulu.

Di berbagai kota
Meski membutuhkan biaya mahal untuk merawat siberian husky, penggemar anjing asal Rusia itu terus bertambah. Di beberapa kota bahkan terbentuk komunitas penggemar siberian husky. Di Bali ada komunitas Bali Siberian Husky Club (BSHC). Menurut I Nyoman Indrawan, ketua BSHC, hampir setiap rumah di Denpasar, Provinsi Bali, memiliki anjing dan sebagian besar memelihara husky.

Ivan dan husky kesayangannya.

Ivan dan husky kesayangannya.

Di Yogyakarta para penggemar siberian husky bergabung dalam komunitas Group of Siberian Husky Jogja (GSHJ). Ivan Septian, pengurus GSHJ, menuturkan peminat husky di Yogyakarta makin banyak sejak 2013. Geliat tren husky juga terlihat dari masuknya siberian husky sebagai salah satu kelas dalam kontes Jogja Dog Show 2011.

Baca juga:  Tembakau Usir Keong Mas

Apa yang menyebabkan siberian husky begitu digemari? Menurut Ivan Septian fisik siberian husky yang mirip serigala Canis lupus menjadi daya tarik utama. Selain itu, warna bulu anjing penarik kereta salju itu juga bervariasi. “Warna bulunya ada yang cokelat dan abu-abu, dengan kontras dan corak berbeda,” katanya.

Meski bertampang garang seperti srigala, husky tipe anjing yang bersahabat. “Husky anjing yang aktif, bahkan hiperakif. Ia senang bermain dan sedih jika tidak punya teman bermain,” katanya. Keunikan itulah yang membuat Ivan tertarik memelihara tujuh husky di rumahnya. Menurut Federation Cynologique International (FCI) husky tergolong anjing berukuran sedang. Bobot husky jantan 20,5—28 kg dan tinggi 53,5—60 cm.

Siberian husky di danau Bolshoy Vudyavr, kota Kirovsk, Provinsi Murmansk, Rusia saat musim dingin.

Siberian husky di danau Bolshoy Vudyavr, kota Kirovsk, Provinsi Murmansk, Rusia saat musim dingin.

Adapun husky betina lebih kecil, yakni berbobot 15,5—23 kg dan tinggi 50,5—56 cm. Para pehobi fanatik rela merogoh kocek hingga ratusan juta rupiah untuk mendatangkan indukan husky juara. Tujuannya untuk menghasilkan anakan dengan fisik sempurna. Para pehobi biasanya mendatangkan husky dari Tiongkok, Korea, Rusia, Amerika Serikat, dan Kanada. I Nyoman Indrawan menyarankan para pehobi yang tertarik memelihara siberian husky sebaiknya membeli anakan atau indukan berstambum atau sertifikat silsilah anjing.

Dengan begitu husky yang dibeli memiliki silsilah jelas. Harap mafhum, seiring meningkatnya permintaan husky, para penangkar nakal yang ingin cepat mendapatkan keuntungan tidak mempedulikan silsilah. Mereka mengawinkannya dengan induk tak bersertifikat, bahkan dengan anjing berbeda ras dan menjualnya dengan harga murah. “BSHC menjaga harga dan kualitas husky. Dengan begitu pemilik tidak akan sembarangan memelihara husky” katanya. (Muhamad Fajar Ramadhan/Peliput: Riefza Vebriansyah)

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d