Hore… Jul Bertemu Jodoh 1
Jul, julang emas jantan, diperkirakan berumur 2 tahunan

Jul, julang emas jantan, diperkirakan berumur
2 tahunan

Mobil dua gardan itu melaju di perkampungan Suku Batin Sembilan, Hutan Harapan, Provinsi Jambi, dengan kecepatan sedang, 30 km per jam. Tiba-tiba Musadat berteriak lantang, “Itu Jul…, itu Jul…,” sembari mengetuk-ngetuk atap mobil bak terbuka. Lokasi ketukan persis di atas kepala sopir. Frekuensi ketukannya amat cepat. Edi Prayitno yang mengendarai mobil itu mengerem dan menepikan kendaraan.  Para penumpang di bak terbuka pun berloncatan dan bergegas mendekati Jul.

Musadat turut merawat Jul dengan mencari buah-buahan hutan seperti karamunting

Musadat turut merawat Jul dengan mencari
buah-buahan hutan seperti karamunting

Burung berparuh besar itu bertengger di sebuah cabang pohon medang kunyit Litsea sp, 3 meter di atas permukaan tanah. Musadat hafal betul dengan sosok Jul, bahkan ketika terbang sekalipun. Harap mafhum ia salah satu petugas di Hutan Harapan yang merawat Jul dua tahun lalu.  Ia  dan rekan memanggil burung anggota famili Bucerotidae itu dengan sebutan Jul mengacu pada jenis burung , yakni julang emas. Nasib Jul tragis, terjatuh dari sarang ketika belum mampu terbang pada Desember 2011. Sumo (30 tahun), warga Suku Batin Sembilan, usai mencari getah lulun meson alias jernang Daemonorops draco menemukan Jul tergeletak di lantai hutan.

Sumo membawa pulang julang emas nahas itu. Musadat lantas menemui Sumo untuk memindahkan dan merawat Jul. Untunglah Sumo memberikan julang emas kepada Musadat.  Bersama rekan-rekannya, Musadat meletakkan Jul di cabang pohon jambu eropa Bellucia axinanthera, di dekat pembibitan beragam tanaman hutan. Pemberian pakan pun secara alami, dengan cara menggantung pakan di ranting pohon jambu eropa.

Prof Dr Johan Iskandar

Prof Dr Johan Iskandar

Menurut Musadat semula pakan untuk Jul berupa buah pepaya, pisang, atau apel. Namun, sebulan kemudian, mereka mengganti pakan dengan buah-buahan hutan antara lain buah bedih Sapium baccatum, pala hutan Myristica sp,  atau karamunting Rhodomyrtus tomentosa. Musadat acap mencari buah hutan itu dan memetik bersama tangkai agar dapat digantung di pohon jambu eropa. Menurut Kepala Departemen Riset Hutan Harapan Achmad Yanuar  PhD, penggantian pakan itu bertujuan agar Jul mampu bertahan di hutan.

Baca juga:  Bisnis Besar Betta

Ketersediaan pakan berupa buah pala hutan,  bedih, atau karamunting berlimpah di hutan. Sementara apel, pisang, atau pepaya tak tersedia di hutan. Jul tumbuh besar dan sehat. Manajer Komunikasi PT Restorasi Ekosistem Indonesia (REKI), pengelola Hutan Harapan, Surya Kusuma, mengatakan, usai sarapan Jul terbang jauh ke dalam hutan. “Anehnya kembali ke penginapan pada jadwal makan siang,” kata Surya. Singkat kata Jul menjadi akrab dengan staf pengelola Hutan Harapan.

Itu merisaukan pengelola Hutan Harapan. Sebab, Jul menjadi tergantung pada manusia. Oleh karena itu pengelola hutan melepasliarkan Jul di Fokus 3 berjarak 28 km dari lokasi penginapan. Namun, Jul masih kembali ke tempat ia dibesarkan.

Ahli burung dari Jurusan Biologi Universitas Padjadjaran, Prof Johan Iskandar PhD, mengatakan bahwa pelepasliaran idealnya secara bertahap agar burung dapat beradaptasi. “Selama ini dia (Jul, red) kan dimanja, makanan selalu disediakan. Setelah pelepasliaran ia harus belajar sendiri mencari makanan,” kata doktor alumnus Kent University, Inggris, itu. Setelah tiga kali upaya pelepasliaran, Jul  akhirnya mampu beradaptasi.

Musadat mengatakan, “Jul sekarang sudah menemukan jodohnya. Kemarin 30 November (2013, red) Jul terbang bersama dan bertengger di pohon sengon.”  Ia yakin rangkong yang terbang dan bertengger bersama Jul itu betina karena tampak dari kantung paruh berwarna biru. Kantung paruh julang emas jantan berwarna kuning keemasan. Setelah menemukan jodoh, mereka bakal mencari rongga di pohon besar sebagai lokasi bersarang. “Mereka mencari wilayah teritori di lubang yang belum ditempati burung lain,” kata Johan.

Begitu mengeram, betina tak beranjak dari sarang. Jantan akan menutup tempat pengeraman dengan tanah dan menyisakan lubang yang sesuai ukuran paruh betina. Induk betina mengeram, Jul bakal mencari pakan untuk memenuhi kebutuhan pakan betina selama mengeram. Burung monogami itu baru membongkar tutupan lubang tempat betina mengeram, setelah telur-telur burung anggota famili enggang-enggangan itu menetas.

Baca juga:  Pameran Flori Indonesia 2017

Julang emas hanya salah satu burung yang menghuni kawasan hutan seluas hampir 100.000 ha itu. Tercatat 9 spesies rangkong seperti enggang klihingan Anorrhinus  galeritus dan kangkareng hitam Anthracoceros malayanus  yang menghuni Hutan Harapan. Achmad Januar PhD mengatakan Hutan Harapan menjadi hunian 305 spesies burung.

PT Restorasi Ekosistem Indonesia (REKI), mengelola Hutan Harapan sejak 2008. Itu  setelah masa konsesi pemegang hak pengusahaan hutan PT Asia Log berakhir. REKI merestorasi atau memulihkan kawasan ekosistem hutan agar kembali alami seperti semula sehingga menjadi habitat beragam satwa seperti julang emas. Burung rangkong yang kini berumur 2 tahunan itu juga membantu pemencaran beragam buah hutan yang menjadi pakannya. Kepak sayap mereka bagai mesin helikopter yang menderu itu akan terus terdengar sepanjang pakan berupa buah-buahan hutan tersedia. Tentu saja pohon-pohon besar yang berongga juga lestari agar julang emas tetap menjadi legenda hidup. Harapan itu terwujud jika Hutan Harapan juga pulih. (Sardi Duryatmo)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments