Lomba besar dengan tiket di atas Rp10-juta biasanya hanya diikuti 30—50 peserta

Lomba besar dengan tiket di atas Rp10-juta biasanya hanya diikuti 30—50 peserta

Racikan 5 bahan pakan mancing itu mengantarkan para pehobi  menjadi juara lomba mancing.

Abing baru satu jam mendiami lapak 73 di Telaga Karawang, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ketika seekor ikan mas menyambar umpan di ujung kailnya. Ia tampak santai dan tenang menggulung kenur hingga ikan berbobot 10,50 kg itu terangkat. Itulah ikan terberat yang ia raih di sesi pertama (15.00—16.30) lomba mancing pada 5 Januari 2014. Atas prestasinya itu, Abing memperoleh hadiah Rp60-juta. Hingga sesi keempat usai pada pukul 21.00, ikan mas itu juga menjadi yang terberat. Itulah sebabnya Abing juga memperoleh hadiah lagi Rp225-juta.

Hari itu Abing membawa pulang total hadiah Rp285-juta. Kemenangan gemilang itu antara lain karena umpan. Para pehobi lazimnya menutupi jenis umpan yang digunakan saat mengikuti lomba mancing. Namun, Abing akhirnya membuka rahasia kemenangannya. Ia memanfaatkan  campur-an daging belut rebus, mi, roti, sagu, pelet, dan esens. “Saya lebih menyenangi esens yang beraroma lembut,” kata pehobi mancing di Cibubur, Jakarta Timur, itu. Pakan serupa juga digunakan oleh Iman, pemancing di Cipamongkolan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Iman mengolah semua bahan itu secara khusus.

 

Kincir air di kolam membantu pelepasan amonia ke udara sehingga air tidak cepat bau

Kincir air di kolam membantu pelepasan amonia ke udara sehingga air tidak cepat bau

Kunci: belut

Untuk menghadapi lomba besar yang biasanya berdurasi 6 jam itu, Iman membutuhkan 5 kg belut segar. Ia merebus belut itu kemudian memotong-motong berukuran 4 cm. Selain itu ia juga mempersiapkan 250 gram sagu, 15 kg pelet, dan 2 bungkus roti tawar. “Seluruh bahan diaduk menjadi satu sehingga homogen dan mudah dibuat menjadi bulatan-bulatan,” kata Iman yang sohor dengan sebutan Mr X di kalangan maniak mancing itu.

Dengan pakan itu, Iman pernah meraih prestasi pada Agustus 2013 saat mengikuti lomba mancing di Telaga Dewi, Cipayung, Jakarta Timur. Saat itu Iman mengangkat ikan mas berbobot 11 kg. Itu ikan terberat dalam lomba sehingga Iman meraih hadiah utama Rp150-juta. “Saya menang setelah bisa mendapat ikan mas seberat 11 kg,” ujar Iman. Para pemancing memang memiliki ramuan pakan sendiri setiap kali mengikuti lomba memikat ikan.

Baca juga:  Rakit Peranti Hidroponik

Herman pemancing asal Cibubur, Jakarta Timur, pun mempersiapkan hal serupa jika mengikuti lomba besar. Untuk 6 jam pertandingan Herman menyiapkan 3 kg belut, 15 kg pelet, 500 gram sagu, 4 bungkus roti tawar, 2 kg roti bubuk, dan 2 kg mi bubuk. Pehobi yang tergabung dalam tim Gentakan Babon itu menggunakan esens daging untuk memikat ikan mas. “Baunya yang menyengat membuat ikan terangsang untuk mendekat,” ujarnya.

Setiap mengikuti lomba mancing Iman (kedua dari kiri) didampingi 2 orang asisten

Setiap mengikuti lomba mancing Iman (kedua dari kiri) didampingi 2 orang asisten

Menurut Iman sumber bahan baku menjadi kunci kualitas pakan mancing. Itulah sebabnya pemilihan bahan-bahan itu tidak boleh sembarangan. Belut sebaiknya berdiameter 3 cm dan berasal dari sawah. Itu semata-mata supaya Iman memperoleh kulit belut lebih banyak. Iman memang hanya memanfaatkan kulit belut lantaran bau amisnya cukup membuat ikan mas datang dan memakan umpan. “Ikan mas sangat menyukai makanan berprotein tinggi,” ujar Iman. Itulah sebabnya pemancing menggunakan belut sebagai umpan.

 

Bom ikan

Para pehobi mancing memilih roti yang mudah memadat jika dipilin. Pilihannya jatuh pada roti tawar. Selain itu sebagai pemberi aroma pakan ia menambahkan bau pandan dan kelapa. “Untuk umpan tebaran dapat menggunakan mi dan roti yang dihaluskan agar tenggelam saat dilemparkan ke kolam,” kata Iman. Setiap kali lomba besar Iman bisa membawa 4 dus mi dan 10 kg roti bubuk yang nanti akan diracik sebagai “bom ikan” atau umpan tebar.

“Bom ikan berguna memancing ikan supaya berkumpul di satu titik,” ujar Iman yang menggunakan 200—400 gram campuran bubuk roti dan mi setiap kali melempar bom ikan.  Pakan mancing terbagi menjadi dua, yakni umpan hidup (natural live bait) dan umpan buatan (artificial bait). Saat ini pehobi cenderung memilih pakan buatan dengan alasan praktis. Selain itu, sebagian besar kolam pemancingan melarang penggunaan umpan hidup.

“Umpan buatan lebih aman untuk ikan,” ujar Pratama D Persadha, pemilik kolam pemancingan Adhiraja di Kotamadya Depok, Jawa Barat. Pratama menerapkan aturan yang ketat soal pakan bagi pemancing yang datang ke tempatnya. Pakan hidup seperti cacing, ikan kecil, dan kroto memang dilarang untuk pemancingan sistem galatama karena merusak insang ikan.

Baca juga:  Fakta Pintar Hidung Botol

Sejatinya bahan pakan umpan seperti yang digunakan Iman memang khusus untuk lomba besar dengan harga tiket di atas Rp10-juta. Menurut Andro Seveldi, panitia penyelenggara lomba mancing, sebagian dari tiket itu disisihkan untuk biaya perawatan ikan yang sakit. Itulah sebabnya, setelah lomba besar ikan yang sudah ditangkap dikarantina selama 7 hari di kolam terpisah. Sementara untuk lomba dengan tiket reguler atau sehari-hari hanya sagu dan pelet yang diperbolehkan.

 

Roti, mi, dan belut hanya diperbolehkan untuk lomba besar

Roti, mi, dan belut hanya diperbolehkan untuk lomba besar

Ikan mas dan patin

Pemberian mi dan roti yang terlalu sering berdampak buruk untuk kesehatan ikan. “Perut ikan akan kembung, sama seperti manusia,” ujar Rizky Maulana, anggota staf Kolam Pemancingan Telaga Karawang. Penggunaan aroma pun sangat dibatasi untuk pemancingan reguler. Penggunaan pakan umpan itu sangat bergantung pada jenis ikan yang dilombakan. Saat ini lomba mancing yang sering dilakukan adalah ikan mas dan patin.

Untuk ikan mas, beberapa pehobi menggunakan umpan putih sebagai andalannya sehari-hari. Disebut umpan putih karena berbahan dasar susu dan telur. “Ikan mas sangat senang umpan berprotein tinggi,” ujar Agus Subarnas, pehobi mancing di Bandung. Dengan pertimbangan itulah beberapa pemancing ikan mas menggunakan umpan putih untuk sehari-hari. Sebetulnya umpan putih instan yang telah dikeraskan banyak dijual di setiap toko pancing.

Namun, kebanyakan pehobi lebih memilih membuatnya sendiri. Menurut Agus, umpan itu lebih cocok untuk ikan mas di air dengan warna kecokelatan dan hijau (berlumut). “Lain ikan lain pula racikannya,” ujar Angga, pehobi mancing dari Depok, Jawa Barat. Untuk 1 ronde pemancingan patin selama 3 jam Angga menyiapkan 5 sendok makan sagu, 1 kg pelet, dan 6 lembar roti. Pelet dan pinggiran roti hanya digunakan sebagai bom. Menurut  Angga, pemancing patin hampir tidak pernah menggunakan belut sebagai campuran umpan.

Harap mafhum kolam ikan patin tidak memiliki kincir air seperti kolam ikan mas yang membuat amonia bisa terlepas ke udara. Bila belut digunakan dan mengendap di dasar kolam sehingga air kolam cepat bau. Sejauh ini hampir setiap lomba besar mensyaratkan pakan cenderung sama. Bahannya antara lain roti, mi, dan sagu. Yang berbeda hanya persentase jumlah bahan yang dipakai. “Racikan itu menjadi rahasia setiap pemancing,” ujar Andro. Sebab itu menurut Iman bila bahan pakan sudah sama, tinggal faktor kemampuan dan keberuntungan yang menjadi penentu si pemancing menjadi juara. (Rizky Fadhilah)

Gizi Umpan

Gizi Umpan

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d