Wisata Pemancingan Lembah Gunung Kujang disambangi puluhan pehobi setiap hari

Wisata Pemancingan Lembah Gunung Kujang disambangi puluhan pehobi setiap hari

Kolam pemancingan Lembah Gunung Kujang bersih dan tidak berbau. Ikan juga lahap. Kuncinya daun kecombrang.

Sejak pukul 13.00 pengunjung menempati setiap lapak kolam utama Wisata Pemancingan Lembah Gunung Kujang (LGK), Kabupaten Subang, Jawa Barat. Mereka hendak mengikuti galatama atau lomba mancing dengan kriteria jumlah ikan terbanyak atau terberat sebagai pemenang. “Mancing di sini enak, ikannya lahap,“ ujar Agus Subarnas, pehobi dari Bandung, Jawa Barat. “Pemancing datang untuk menangkap ikan, jadi kunci keberhasilan kolam pemancingan adalah kelahapan ikan,” ujar Dedi Rukandi dari Lembah Gunung Kujang.

Tak heran jika LGK melakukan segala cara untuk memuaskan pengunjung yang datang ke tempatnya. Wisata pemancingan yang berdiri sejak September 2006 itu menggunakan resep tradisional untuk meningkatkan nafsu makan ikan. “Rahasianya adalah daun kecombrang,” ujar Dedi. LGK memberikan daun kecombrang.

 

Kolam pemancingan menggunakan kincir untuk meningkatkan kadar oksigen di air

Kolam pemancingan menggunakan kincir untuk meningkatkan kadar oksigen di air

Ganti air

Untuk mencari daun kecombrang Nicolaia speciosa, perawat kolam LGK, Hamin, kerap kali harus meminta bantuan warga di sekitar kolam. Kolam utama yang berukuran 148 m x 50 m x 1,2 m dan berisi 23 ton ikan mas itu membutuhkan 6 karung daun honje—nama lain kecombrang—untuk satu kali pemberian. Hamin lantas mencacah daun yang panjangnya sekitar 20 cm itu, menumbuk halus, dan memasukkan kembali ke dalam karung. Setelah itu, ia menggantungkan karung-karung berisi serbuk daun kecombrang pada pipa di tengah kolam selama 24 jam.

“Arus air membuat ekstrak honje tersebar ke seluruh bagian kolam,” ujar ayah 3 anak itu. Menurut Hamin, masyarakat di Kabupaten Subang secara turun-temurun menggunakan bunga dan daun honje untuk campuran sambal atau bumbu masak karena dapat meningkatkan nafsu makan. “Kecombrang memiliki rasa unik sehingga menambah nafsu makan ikan,” ujar Ayu Ratri Dianita, pemilik Restoran Kecombrang di Yogyakarta, Jawa Tengah.

Pemberian garam secara rutin agar pH air stabil pada 6,5—8,5

Pemberian garam secara rutin agar pH air stabil pada 6,5—8,5

Untuk menjaga nafsu makan ikan, LGK juga sangat memperhatikan kebutuhan oksigen ikan. Menurut Pepen Effendy, pakar ikan konsumsi di Cirata, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, nafsu makan ikan mas memang sangat bergantung pada kadar oksigen terlarut dalam air. Sebab, ikan mas sangat sensitif pada media tempat hidupnya. “Kebutuhan oksigen ikan mas di atas 3 ppm,” ujar Pepen yang menyebutkan salah satu penyebab rendahnya oksigen terlarut dalam air yaitu debit air yang kecil, banyaknya endapan pakan, dan suhu yang terlalu tinggi.

Baca juga:  Herbal untuk Pita Merah

Selain mempengaruhi nafsu makan, kadar oksigen juga menentukan padat tebar ikan di kolam. “Semakin baik ketersediaan oksigen, maka padat tebar semakin tinggi,” ujarnya. Lembah Gunung Kujang menggunakan pipa pemasukan air (inlet) berukuran 8 inci sebanyak 2 lubang dan 3 pipa pengeluaran air (outlet) 6 inci untuk mengatur debit air. Proses pergantian air pun rutin setiap hari sebanyak 10% dari total volume air dan 50% air sekali sebulan. Sementara pergantian air total dilakukan setahun sekali. “Dengan rutin mengganti air, maka racun-racun bisa terbuang,”  ujar Dedi.

 

Kecombrang dapat meningkatkan nafsu makan ikan

Kecombrang dapat meningkatkan nafsu makan ikan

Kincir air

Upaya lain untuk meningkatan oksigen yaitu dengan memasang 8 kincir yang masing-masing berkekuatan 500 watt. Menurut Pepen, kincir sangat berperan dalam mendongkrak jumlah oksigen terutama untuk pemancingan di dataran tinggi pada malam hari. “Pada malam hari kegiatan fotosintesis tidak berjalan sehingga kadar oksigen menurun,” ujarnya. Penggunaan kincir juga membantu saat kabut menutupi permukaan kolam. “Ikan bisa mati jika kincir tidak berputar,” kata Dedi yang pernah mengalami kerugian karena 70% ikannya mati akibat kabut.

Berbeda dengan Lembah Gunung Kujang, pemancingan Dollar di jalan Aster, Cimanggis, Kota Depok, menggunakan 1 pipa inlet berukuran 1 inci dan pipa outlet 4 inci untuk kolam berukuran 35 m x 30 m x 1,5 m berisi 2,5 ton ikan mas itu. Penyedotan lumpur rutin dilakukan sebulan sekali. “Ketebalan lumpur biasanya mencapai 2 cm,” ujar Roni S, pengelola kolam. Proses pergantian air sebanyak 30% dilakukan selama 12 jam mulai pukul 01.00. Saat pergantian air seluruh kincir dimatikan. Roni menggunakan 2 kincir yang berkekuatan 300 watt untuk menjaga jumlah oksigen di air.

Selain nafsu makan yang bagus, pemancing juga memuji ikan di LGK bebas kutu air. “Selama ini kutu air menjadi momok bagi pengelola kolam pemancingan,” kata Dedi. Itu sebabnya LGK selalu memberikan garam setiap 3 bulan. Pada saat pemberian garam, LGK akan menyusutkan air hingga berkedalaman 80 cm dari semula 120 cm. “Untuk 23 ton ikan dibutuhkan 1 ton garam,” ujar ayah 2 anak yang menggunakan garam kasar berbentuk batu itu. Pemberian garam juga bertujuan untuk menstabilkan pH air.

“Ikan nyaman, nafsu makan pun bertambah,” ujar Dedi Rukandi, manajer personalia Lembah Gunung Kujang

“Ikan nyaman, nafsu makan pun bertambah,” ujar Dedi Rukandi, manajer personalia Lembah Gunung Kujang

Untuk mencegah kutu air, pemberian garam juga biasanya disertai dengan obat kutu air. Namun, jika terlihat ada ikan yang terjangkit kutu air pengelola kolam akan memisahkannya ke kolam lain selama 3 hari atau sampai sembuh. “Ciri ikan yang terkena kutu air adalah buntut terlihat di permukaan air,” ujar pria kelahiran Subang itu. LGK memang menyediakan kolam khusus karantina seluas 10 m x 15 m x 1,5 m agar ikan terserang kutu air tidak menularkan pada ikan sehat.

Baca juga:  Terbaik Versi Abang Sam

Pemancingan Dollar memberikan 1 liter obat kutu air dan 5 kg garam setiap sebulan sekali. Meski tergolong kolam pemancingan kecil dengan jumlah 30 lapak, Dollar pun menyediakan kolam karantina berukuran   2 m x 1 m x 0,5 m untuk ikan yang terjangkit penyakit. Peningkatan jumlah ikan yang terjangkit kutu air akan terjadi saat kemarau. Perawatan ikan juga dilakukan LGK dengan memberikan 6 botol vitamin B1 berukuran 50 cc dan minyak ikan sebanyak 12 butir secara rutin setiap minggunya. “Pemancing senang, ikan pun sehat,” ujar Dedi. (Rizky Fadhilah)

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d