Daun kembang sepatu terbukti secara ilmiah menghambat tifus.

Daun kembang sepatu terbukti berkhasiat mengatasi tifus.

Daun kembang sepatu terbukti berkhasiat mengatasi tifus.

Sosoknya seronok dengan bunga sebesar telapak tangan. Lima helai kelopaknya tampil mencolok di antara rerimbunan daun hijau segar. Di balik keindahan bunganya, kerabat tanaman rosela itu berkhasiat bagi kesehatan. Para periset dari Program Studi Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngudi Waluyo, Semarang, Jawa Tengah, Suhardjono dan rekan mengungkap fakta daun bunga sepatu ampuh melawan bakteri penyebab penyakit tifus.

Penyakit dengan gejala demam tinggi itu masih menjadi ancaman dunia lantaran menyebabkan kematian. Badan Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, setiap tahun demam tifoid menyerang rata-rata 17-juta jiwa di seluruh dunia dan 600.000 di antaranya meninggal dunia. Menurut Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah terjadi peningkatan kasus tifus dari 44.422 penderita pada 2010 menjadi 46.142 pada 2011.

Antimikrob
Tifus menempati urutan ketiga terbanyak setelah diare dan tuberkulosis selaput otak. Menurut dokter spesialis penyakit dalam di Rumahsakit dr Soetomo Surabaya, Jawa Timur, dr Arijanto Jonosewojo SpPD, penyebab penyakit tifus adalah bakteri Salmonella typhi. Makanan yang tak higienis menjadi inang bakteri jahat itu untuk menyerang dengan menularkan melalui mulut.

“Gejala penyakit tifus di antaranya demam tinggi hingga 38,5°C,” kata Arijanto. Pada kondisi itu penderita harus segera diobati sebelum dua pekan. Menurut Arijanto lebih dari 2 pekan bakteri tifus bisa menggerogoti dinding usus hingga pecah. Ketua program studi Obat Tradisional Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga itu, penderita tifus harus istirahat total.

dr Arijanto Jonosewojo SpPD dokter di Rumahsakit dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur.

dr Arijanto Jonosewojo SpPD dokter di Rumahsakit dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur.

Untuk mengatasi penyakit itu dokter biasanya memberikan obat antibiotik dan penurun panas. “Penderita tifus sembuh bila suhu tubuhnya normal selama lima hari berturut-turut,” ujar dokter spesialis penyakit dalam alumnus Universitas Airlangga itu. Selain obat kimia, daun kembang sepatu juga bisa menjadi alternatif lantaran bersifat antimikrob seperti hasil penelitian Suhardjono dan rekan.

Baca juga:  Melawan Kepiting Ganas

Mereka meneliti secara in vitro dengan menghitung daya hambat ekstrak daun kembang sepatu pada cawan petri yang diberi bakteri Salmonella typhi. Suhardjono memperoleh bahan baku daun Hibiscus rosa-sinensis dari Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Peneliti itu mengolah daun itu menjadi serbuk dengan ayakan 30 mesh. Ia mengekstrak 500 g serbuk simplisia daun itu dengan etanol 70% sebanyak 3.750 ml.

Herbal baru
Uji aktivitas antimikrob melalui metode difusi. Suhardjono merendam piringan kertas yang mengandung S. typhi selama semalam dalam larutan daun kembang sepatu. Kepekatan larutan ekstrak beragam, yakni 3%, 6%, 12%, dan 24%. Setelah mengangkat dan meniriskan, Suhardjono meletakkan kertas itu di atas cawan petri berisi media pembiakan bakteri tifus. Ia lantas menginkubasi cawan itu pada suhu 370C selama 24 jam.

Daun kembang sepatu terbukti berkhasiat mengatasi tifus.

Daun kembang sepatu terbukti berkhasiat mengatasi tifus.

Kemudian periset itu mengamati dan mengukur zona hambat yang terbentuk sehingga ia memperoleh kadar hambat minimal (KHM). Peneliti itu mengulangi semua pengujian masing-masing 5 kali. Hasilnya ektrak etanol daun kembang sepatu konsentrasi 12% dan 24% memiliki daya hambat tertinggi masing-masing 15,2 mm dan 19,6 mm (lihat tabel Hibiskus Lawan Tifus).

Adapun piringan kertas kontrol negatif tanpa ekstrak memiliki daya hambat 0 mm. Suhardjono dan rekan juga menguji kandungan zat aktif dalam daun kembang sepatu yang memiliki khasiat antimikrob terkuat. Mereka menemukan senyawa aktif saponin dan polifenol berperan paling besar dalam mempengaruhi zona hambat atau menimbulkan zona bening pada perlakuan.

Namun, penelitian itu masih perlu dilanjutkan secara in vivo atau terhadap hewan uji. Sebagai herbal, hibiskus alias daun bunga sepatu relatif baru. Para herbalis belum meresepkannya kepada para pasien. Dokter sekaligus herbalis di Malang, Jawa Timur, dr Zainal Gani, belum mengetahui khasiat daun kembang sepatu untuk mengatasi tifus. Demikian juga herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Yayuk Ambarwulan, belum pernah meresepkan daun kembang sepatu untuk mengatasi tifus.

Baca juga:  Domba Gemuk karena Lamtoro

VEL 1.pdfMenurut Yayuk kandungan senyawa polifenol dan saponin pada daun itu memang mampu membunuh bakteri penyebab tifus. “Semua herbal yang mengandung flavonoid seperti polifenol secara umum mampu membunuh beragam bakteri berbahaya,” ujarnya. Untuk mengatasi tifus, ia meresepkan kombinasi daun sambiloto, rimpang temulawak, rimpang kunyit, dan daun meniran masing-masing 3—5 g bahan kering.

Rimpang temulawak berfaedah meningkatkan daya tahan tubuh penderita tifus.

Rimpang temulawak berfaedah meningkatkan daya tahan tubuh penderita tifus.

Untuk membuat ramuannya, didihkan 4—5 gelas air hingga mendidih dengan api kecil. Kemudian masukkan semua bahan itu hingga mendidih kembali. “Minum ramuan itu sehari tiga kali pada pagi, siang dan malam hari,” ujarnya. Proses perebusan air hingga mendidih terlebih dahulu untuk mematikan bakteri berbahaya jika tanpa disadari ada pada air itu.

Menurut Yayuk daun sambiloto bermanfaat untuk meredakan panas, temulawak untuk meningkatkan daya tahan tubuh, kunyit untuk mengatasi diare yang kerap beriringan dengan tifus, sementara daun meniran berfungsi untuk membunuh bakteri itu. Sejatinya sehari pascakonsumsi ramuan herbal pasien merasakan kesegaran tubuh.

Namun, bakteri Salmonella typhi cepat berbiak. Agar semua bakteri bisa mati konsumsinya ramuan itu tetap berlanjut. “Jika konsumsi rutin selama 4 hari, biasanya bakteri akan mati. Namun, agar hasilnya lebih maksimal dan tuntas konsumsi ramuan selama 7 hari,” ujar Yayuk. (Bondan Setyawan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d