Herbal Atasi Asam Urat 1
Gabungan fermentasi air kelapa dan herbal lain terbukti empiris normalkan asam urat dan tifus

Gabungan fermentasi air kelapa dan herbal lain terbukti empiris normalkan asam urat dan tifus

Konsumsi air kelapa normalkan asam urat.

Kegemaran Muhammad Fadli mengonsumsi daun melinjo dan daun singkong berujung derita. Hasil pemeriksaan tenaga kesehatan di sebuah apotek pada 2011 menunjukkan kadar asam urat Muhammad melebihi normal. “Kadar asam urat saya saat itu hampir 10 mg/dl,” ucap Muhammad. Sementara kadar asam urat normal untuk laki-laki yaitu 7 mg/dl. Pantas saja ia kerap merasa ngilu dan nyeri di bagian siku dan bahu serta kaki.

Sejatinya gejala itu Muhammad rasakan sejak 2008. Saat itu ia menduga gejala itu hanya pegal biasa. Seiring berjalannya waktu ia menyadari ngilu dan nyeri timbul sehari setelah ia mengonsumsi emping, daun singkong, dan kangkung. Namun, pada 2011 ngilu itu muncul 2—3 jam setelah mengonsumsi penganan tersebut.

Herbal probiotik

Menurut dokter di rumahsakit tentara dr Soedjono, Magelang, Jawa Tengah, dr Guntur Heri Putranto, dalam 100 g emping melinjo mengandung 50—150 mg purin. “Mengonsumsi emping melinjo dan daun singkong bisa mengakibatkan penimbunan asam urat,” ucap Guntur. Gout yang dikenal masyarakat dengan sebutan asam urat merupakan suatu bentuk radang sendi yang terjadi akibat penumpukan asam urat pada sendi.

Sendi yang biasa terkena lazimnya tidak simetris atau hanya terdiri dari satu sisi. Selain itu, sendi yang terkena juga sendi yang sering mengalami trauma atau benturan seperti persendian kaki. Gejala klinis asam urat meliputi gejala ringan sampai berat. Persendian yang terserang akan terasa panas, nyeri, dan meradang. Jika tidak segera ditangani, pasien akan merasakan nyeri yang sangat hebat, terjadi shock neurogenik, dan sendi menjadi kaku.

Faktor risiko asam urat meliputi umur, jenis kelamin, riwayat keluarga, makanan, obesitas, obat-obatan, dan stres atau trauma. “Risiko asam urat meningkat seiring bertambahnya usia,” kata Guntur.

dr Guntur Heri Putranto “Konsumsi daun singkong bisa memicu meningkatnya asam urat”

dr Guntur Heri Putranto “Konsumsi daun singkong bisa memicu meningkatnya asam urat”

Menurut Guntur ada beberapa cara mencegah terjadinya asam urat. Misal mengurangi konsumsi daging. Penelitian menunjukkan orang yang banyak mengonsumsi daging merah, unggas, dan ikan memiliki kadar asam urat dan risiko terkena gout lebih tinggi daripada mereka yang mengonsumsi bahan pangan itu lebih sedikit. Mengontrol bobot tubuh juga bisa mengurangi risiko terkena gout.

Baca juga:  Penyumbang Aroma

Dibandingkan dengan laki-laki yang memiliki berat badan ideal, pria dengan kelebihan berat badan (BMI 25—29,9) memiliki risiko dua kali lipat terkena asam urat. Risiko hampir tiga kali lipat bagi mereka dengan BMI 35 atau lebih.

Asam urat tidak hanya milik manusia modern. Menurut George Nuki dan Peter A Simkin dalam jurnal Arthritis Research & Therapy menyebutkan masyarakat Mesir Kuno pada 2640 sebelum masehi menderita gout alias asam urat. Biksu asal Dominika Randolpus yang pertama kali memperkenalkan istilah gout. Kata itu berasal dari Bahasa Latin gutta yang berarti jatuh.

Itu mengacu kepercayaan pada abad pertengahan bahwa terdapat 4 ‘humor’ yang dalam keadaan seimbang dapat menjaga kesehatan. Jika muncul 1 ‘humor’ selain yang 4 tadi, maka yang 1 itu akan jatuh atau mengalir ke sendi sehinga menyebabkan nyeri dan peradangan.  Dalam sejarah gout identik dengan “penyakit para raja”. Sebab asam urat muncul akibat gaya hidup tidak sehat. Misal terlalu banyak mengonsumsi alkohol. Pada zaman dahulu hanya orang kaya raya saja yang dapat menikmati minuman memabukkan itu.

Purin Keluar

Untuk mengatasi asam urat, Muhammad mengandalkan obat penurun asam urat yang beredar di pasaran. Meskipun tahu menderita asam urat, Muhammad masih mengonsumsi daun melinjo dan singkong. Sebab, “Saya tidak mengetahui jika mengonsumsi sayuran tertentu bisa memicu asam urat,” kata Muhammad. Setelah mengonsumsi penganan itu derita karena asam urat mendera selama 1 jam.

Keluhan asam urat itu mengganggu aktivitas Muhammad. Karyawan pabrik plastik di Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, itu tidak konsentrasi bekerja. “Saat asam urat menyerang saya hanya ingin beristirahat dan tidak beraktivitas,” kata pria kelahiran Magelang itu. Pada 2012 seorang teman menyarankan Muhammad mengonsumsi produk kesehatan berbahan baku fermentasi air kelapa, susu, kunyit, dan temulawak.

Emping melinjo bisa menyebabkan penimbunan asam urat

Emping melinjo bisa menyebabkan penimbunan asam urat

Demi meraih kesembuhan, ia pun menuruti saran itu. Ia mengonsumsi formula herbal tersebut 3 sendok makan setara 15 ml 3 kali dalam sehari. Selang sebulan, ia merasakan perubahan. Buktinya, “Nyeri dan linu tidak terasa setelah saya mengonsumsi emping saat Hari Raya Idul Fitri 2012,” ujar pria berumur 43 tahun itu. Muhammad menduga kadar asam uratnya kembali normal. Oleh karena itu, ia  merasa tidak perlu memeriksakan diri ke dokter.

Baca juga:  Tepung Biji Kurma

Bagaimana duduk perkara produk herbal itu menormalkan kadar asam urat? Menurut dokter ahli penyakit dalam di Klinik Departemen Agama, Jakarta, dr Nafi’uddin SpPD MKes, kombinasi fermentasi air kelapa, kunyit, dan temulawak bersinergi menurunkan kadar asam urat tinggi. Fermentasi air kelapa mengandung berbagai macam strain bakteri baik atau probiotik seperti Lactobacillus sp.

Agar probiotik berfungsi maksimal, diperlukan media pertumbuhannya seperti air kelapa, susu, dan gula nira. Pada kasus asam urat, Lactobacillus sp mengubah purin nukleosidase menjadi purin basa sehingga mudah dikeluarkan dari tubuh. Sementara kunyit dan temulawak berperan sebagai antiradang. “Kadar asam urat yang terdeposit di dalam sendi bisa menimbulkan nyeri karena inflamasi,” kata pria kelahiran Sragen itu. (Riefza Vebriansyah)

cover 1234.pdf

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *