Hari Indah Kian Berkesan 1
Rangkaian bunga karya Lucia Raras mengusung tema wisuda.

Rangkaian bunga karya Lucia Raras mengusung tema wisuda.

Rangkaian bunga sebagai kado istimewa wisuda, ulang tahun, dan perayaan hari besar agama.

Kado apa yang menarik untuk teman yang wisuda? Bagi perangkai bunga, Lucia Raras, rangkaian bunga unik salah satu pilihan. Ketua umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (DPP IPBI) itu mengusung warna hitam, jingga, putih, kuning, dan hijau dalam rangkaian. Raras menggunakan kotak untuk membungkus kado sebagai wadah rangkaian.

Rangkaian Ir. Grace Yanuar, MBA., dengan tema Paskah.

Rangkaian Ir. Grace Yanuar, MBA., dengan tema Paskah.

Ia lalu meletakkan floral foam di dalam wadah kotak itu. Selanjutnya Raras mengikat boneka di atas floral foam. Perempuan kelahiran 27 Juli 1969 itu menggunakan aneka kembang seperti lili kuning, baby breath’s, snap dragon putih, mawar kuning dan putih, jengger ayam merah, daun silver dust, pandanus, dan hanjuang. Tak lupa ia menambahkan boneka dengan tema wisuda lengkap dengan gulungan kertas menyerupai gulungan ijazah.

Vas panci

Setelah rangkaian itu jadi Raras menggoyangnya dan mencoba apakah rangkaian itu akan berantakan atau tidak. Karena jika terjadi sesuatu saat digerakkan maka bingkisan yang akan diterima akan rusak berantakan. Dalam rangkaian itu Raras memasukkan 3 dari 10 sistem penilaian di antaranya kesesuain tema, kreativitas dan originalitas, serta hasil akhir. Raras memamerkan karyanya pada 11 Juli 2018 sebelum lomba merangkai bunga dimulai.

Irin Yasin membuat rangkaian bunga dengan tema Idul Fitri.

Irin Yasin membuat rangkaian bunga dengan tema Idul Fitri.

Penyuka kopi itu berharap pada peserta lomba untuk tetap fokus pada tema yang diberikan oleh panitia lomba yakni IPBI dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu. Menurut Raras seseorang bisa merasakan keelokan alam dan budaya bangsa yang amat sohor keindahannya lewat rangkaian bunga. Tradisi saat perayaan kelulusan atau wisuda di Indonesia, misalnya, banyak mahasiswa yang memberikan bunga.

Baca juga:  Bisnis Opak & Rempah Dari Rumah

Kekayaan alam Nusantara juga bisa menjadi inspirasi merangkai bunga saat perayaan ulang tahun. Menurut anggota Lembaga Sertifikasi Kompetensi Seni Merangkai Bunga dan Desain Floral, Indra Yulika, flora khas Nusantara mampu memberikan sentuhan yang berbeda pada rangkaian bunga. Itu dapat dilihat pada rangkaian bunga karya Iin—sapaan akrab Indra Yulika.

Ia menggunakan potongan daun palem yang sudah dirangkai sedemikian rupa sebagai salah satu materi penyusun rangkaian. Pada rangkaian itu Iin meletakkan daun itu pada panci berwarna biru muda lengkap beserta tutup dan alat penggorengan sebagai wadah rangkaian. “Vas bunga sudah lazim digunakan, jadi saya menggunakan panci sebagai wadah rangkaian,” kata Iin.

Rangkaian Indra Yulika mengusung tema ulang tahun perempuan.

Rangkaian Indra Yulika mengusung tema ulang tahun perempuan.

Menurut Iin panci itu juga dapat digunakan untuk memasak kelak, jadi sangat berguna terutama untuk ibu-ibu. Selanjutnya ia menyematkan aster ungu, lili merah, mawar merah muda, dan daun silver dust. Meskipun pemakaian flora minimalis, rangkaian karya Iin tetap elegan. Itu berkat penguasaan teknik merangkai bunga yang mumpuni dan pemilihan materi flora yang tepat.

Hari besar agama

Iin menerapkan tiga hal yang akan dinilai saat lomba seperti garis dan bentuk rangkaian, wadah, serta hasil keseluruhan. Rangkaian karya Iin layak sebagai penghias meja. Perangkai bunga profesional lain seperti Ir. Grace Yanuar, MBA., mengusung tema Paskah untuk demo merangkai bunga kali ini. Dalam rangkaiannya, Grace memanfaatkan ranting kayu mati, bunga snap dragon putih, lili putih, dan daun silver dust.

Perempuan kelahiran 28 Mei 1976 itu meletakkan dua tangkai anggrek dendrobium ungu menjuntai di sisi kiri vas. Ia juga meletakkan batang futoi yang digunakan sebagai sanggahan telur-telur yang digantung di sisi kanan vas. Perayaan Paskah identik dengan kehadiran telur.

Baca juga:  Pasar Cari Cacing Sutra

Tak hanya tiga perangkai profesional yang memberikan demo merangkai bunga. Hadir pula empat perangkai profesional yang hasilnya tak kalah ciamik di antaranya, Andy Djati Utomo S.Sn., AIFD, CFD., Irin Yasin, Lily H. Sutanto, dan Wendy Kartini Mandik, B.Sc., AIFD, CFD. Para perancang bunga sepakat bahwa wujud kecintaan terhadap negara bisa dituangkan dalam rangkaian bunga.

Lily H Sutanto merangkai bunga meja dengan tema Imlek.

Lily H Sutanto merangkai bunga meja dengan tema Imlek.

Namun, untuk menghasilkan rangkaian bunga yang bernilai seni tentu saja membutuhkan penguasaan ilmu merangkai bunga yang mencukupi. (Tiffani Dias Anggraeni)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *