Berkat ketekunannya meneliti dan mendampingi petani mengembangkan tomat, Nirmala Qurbani bisa terbang ke negeri Matahari Terbit alias Jepang pada akhir Agustus 2015 lalu.

Semua itu tentunya tidak dicapai dengan mimpi dan berangan-angan belaka. Nirmala bekerja keras dan terus-menerus menghadapi berbagai tantangan.

Ia, sebagai penyuluh swadaya dari Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, telah lama mengembangkan budidaya tomat lebih baik bagi para petani di sekitarnya.

Semua itu dimulai dari Desa Merembu Kabupaten Lombok Barat. Di sana ia memulai karirnya sebagai penyuluh swadaya sejak 2007. Dari sana ia memetik hasil yang mengagumkan.

Selain berhasil mengembangkan tomat lebih baik, ia juga diteladani petani-petani di lingkungannya karena begitu gigih dan tekun.

Hasilnya itu kemudian membawa Nirmala ke tingkat yang lebih tinggi. Ia menyabet penghargaan sebagai juara 3 Lomba Temu Karya Teknologi Tepat Guna Spesifik Lokal untuk Kesejahteraan Petani Nelayan Tingkat Nasional tahun 2014.

Dalam lomba yang digelar di Malang, Jawa Timur tersebut, Nirmala menulis karya berjudul ‘Tomat Organik dengan Sistem Media Kue Lapis’.

Tak dinyana, karya tulis yang pada awalnya diikutsertakan dalam lomba itu berhasil mengantarkannya mengikuti pelatihan ke Jepang bersama Kementerian Pertanian. Selama dua minggu di Tokyo dan Gunma, ia memperoleh materi mengenai industri makanan, mulai dari proses pengolahan, pengemasan hingga ke pemasaran.

Selain itu, ia pun mendapat materi seputar peran koperasi pertanian dalam meningkatkan rantai nilai makanan.

Pelatihan yang Nirmala ikuti di Jepang memiliki tema ‘The Roles of Agricultural Cooperatives in Formation of Food Value Chain.’ Dalam kesempatan itu, Nirmala bergabung bersama para peserta yang berasal dari 25 negara ASEAN lainnya.

Adanya pelatihan tersebut membuat Nirmala semakin memperoleh ilmu. Ia akhirnya mengenal teknologi pangan yang lebih modern dan baik.  Ia pun berkesempatan menerapkannya di Indonesia dan NTB.

Peran penyuluh pertanian seperti yang Nirmala lakukan memang sangat penting dalam hal pengembangan pertanian. Dengan segala ilmu yang telah diperolehnya, penyuluh pertanian di Indonesia dapat menjadi penghubung petani atau pelaku usaha dalam hal perkembangan teknologi seputar pertanian.

Terlebih kini dunia pertanian Indonesia pun semakin melek dengan teknologi. Selain pemakaian pupuk organik, berbagai alat mesin pertanian pun telah digunakan oleh sejumlah petani Indonesia.

Penyuluh pertanian sebagai garda depan dunia pertanian Indonesia tentunya harus tanggap menanggapi perubahan zaman. Semua itu harus dilakukan dengan sama-sama bekerja dengan berbagai pihak, seperti Babinsa dan mahasiswa yang juga mengawal para petani di lapangan.

Sumber : t r i b u n n e w s . c o m