Hama Tiram Bertekuk Lutut 1
Penanganan fisik serangan awal hama larva pada jamur tiram dengan membuang jamur yang terserang

Penanganan fisik serangan awal hama larva pada jamur tiram dengan membuang jamur yang terserang

Minyak serai wangi mampu menghalau larva yang menyerang jamur tiram.

Laba di depan mata Akhmadi itu sirna seketika. Petani jamur tiram di Bogor, Jawa Barat, itu mendapati tudung buah Pleurotus ostreatus yang akan dipanen justru menguning, berlubang, dan busuk. “Penampilannya tidak menarik saat dilihat,” ujar Akhmadi. Penyebabnya serangan larva pada bagian akar sehingga jamur tiram layu dan akhirnya membusuk.

Menurut Akhmadi serangan larva bertambah ketika jamur tiram terlambat panen. Seharusnya Akhmadi memanen pagi hari, tapi ketika itu hingga sore belum juga memetik. Baglog jamur yang terlewat panen biasanya membusuk, lalu muncul larva kecil. Larva kemudian berkembang biak dan menyebar ke seluruh baglog dan baglog lain.

Serai wangi mengandung sitronela. Efeknya, membuat hama menjadi terbakar

Serai wangi mengandung sitronela. Efeknya, membuat hama menjadi terbakar

Serai wangi
Petani jamur sejak 2004 itu bisa saja membuang larva yang muncul. Namun, cara itu tidak efektif karena jumlah serangan cukup banyak. “Larva menyerang hampir 20% dari jumlah baglog,” ujarnya. Akhmadi membudidayakan angggota famili Tricholomataceae itu di kumbung seluas 200 m2. Selain larva, ia juga menemukan hama kepik yang membuat tudung buah jamur berlubang. Tampilan jamur pun menjadi kurang menarik.

Serangan larva semakin banyak ketika musim hujan dan udara dalam kumbung terlalu lembap. Lingkungan sekitar kumbung yang kurang bersih turut memicu mewabahnya serangan larva. Media baglog seperti bekatul juga bisa menjadi perantara hadirnya larva jika proses sterilisasi media tidak optimal. Pada bekatul bisa saja mengandung telur serangga sehingga berkembang menjadi larva ketika sudah masuk ke dalam baglog. “Kunci keberhasilan budidaya jamur pada sterilisasi,” ujar Dr Ir Lisdar I Sudirman, ahli jamur dari Departemen Biologi, Institut Pertanian Bogor.

Baca juga:  Lidah Mertua Liliput

Akhmadi menuturkan serangan larva mampu menurunkan produksi hingga 50%. Untuk mengatasinya, ia menyemprotkan pestisida nabati berbahan minyak serai wangi. Ia mencampurkan satu tutup botol atau 10 ml minyak serai wangi dengan 2 liter air. Ia lalu menyemprotkan larutan itu ke jamur yang terserang. Interval penyemprotan 2—3 hari sekali. “Hanya 2—3 kali semprot serangan sudah berkurang. Efektivitasnya mencapai 90%,” ujarnya.

Minyak serai wangi tak hanya ampuh memberantas larva, tapi juga kepik. Menurut Dr Ir Molide Rizal MSc, peneliti Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik di Bogor, Jawa Barat, serai wangi memang berpotensi mengatasi organisme pengganggu tanaman yang menyerang jamur tiram. “Serai wangi mengandung sitronela,” ujar Molide. Sitronela membuat hama terbakar dan akhirnya mati.

Kebersihan kumbung mempengaruhi serangan hama larva

Kebersihan kumbung mempengaruhi serangan hama larva

Teruji ilmiah
Keampuhan serai wangi mengatasi hama jamur sudah teruji secara ilmiah. Itu terbukti dalam hasil riset Molide bersama Lisdar. Dalam penelitian itu Molide melakukan uji laboratorium formulasi pestisida nabati berbahan tanaman untuk mengatasi organisme pengganggu pada budidaya jamur. Mereka menggunakan formula pestisida nabati berbahan cengkih, serai wangi, kayu manis, daun sirsak, dan biji bengkuang.

Mereka memanfaatkan beragam formulasi itu untuk mengatasi hama dan penyakit yang sering muncul pada budidaya jamur, seperti tungau dan rayap. Hasil penelitian menunjukkan formula pestisida nabati berbahan cengkih Syzygium aromaticum, serai wangi Cymbopogon nardus, dan kayumanis Cinnamomum verum dapat digunakan untuk mengendalikan tungau merah Tetranychus spp. Seluruh pestisida nabati itu mampu membunuh lebih dari 70% hama pada 72 jam setelah aplikasi (jsa).

Yang paling ampuh adalah minyak kayumanis yang mampu menyebabkan kematian hama hingga 81,33%. Ekstrak serai wangi dengan konsentrasi 2% juga efektif menurunkan serangan rayap tanah Macrotermes gilvus. Molide menuturkan keampuhan pestisida nabati berkat kandungan senyawa aktif pada setiap bahan nabati. Cengkih, misalnya, mengandung eugenol.

Baca juga:  Laba Naik 20%

Sementara serai wangi mengandung sitronela dan kayu manis sinamaldehid. “Senyawa-senyawa itu mampu membuat hama terbakar,” ujarnya. Ekstrak biji bengkuang tak kalah hebat. Ekstrak biji Pachyrrizus erosus yang diaplikasikan dengan metode kontak mampu membunuh 50% tungau T. urticae hanya dengan konsentrasi 0,29% atau LC50 0,29%. Serbuk daun sirsak yang diberikan bersama umpan sarang rayap mampu membunuh 100% serangga uji di laboratorium.

Dr Ir Lisdar I Sudirman, ahli jamur dari Institut Pertanian Bogor

Dr Ir Lisdar I Sudirman, ahli jamur dari Institut Pertanian Bogor

Ekonomis
Menurut Lisdar pestisida nabati sebaiknya digunakan untuk mengganti pestisida kimia. “Pemakaian pestisida kimia pada jamur sebaiknya dihindari karena jamur mampu mengakumulasi polutan dengan baik,” ujarnya. Selain itu, pengendalian kimia juga berpotensi munculnya resistensi hama utama dan munculnya hama sekunder, serta kontaminasi lingkungan.

Alumnus Universitas De Nancy I, Perancis, itu menuturkan, jika serangan hama dan penyakit pada jamur masih sedikit, sebaiknya tidak perlu menggunakan pestisida baik kimia atau nabati. “Penanganan secara fisik cukup mudah. Buang saja jamur yang terserang,” ujarnya. Namun, untuk pencegahan sebaiknya dilakukan sejak pembuatan baglog dengan mengoptimalkan sterilisasi media. Jika ada jamur yang terserang, segera eradikasi agar tidak menyebar.

Menurut Akhmadi penggunaan pestisida nabati untuk mengatasi hama pada jamur tiram masih ekonomis. “Dengan biaya Rp20.000 bisa digunakan untuk 2 kg jamur,” ujarnya. Biaya pembelian pestisida nabati tertutup dengan biaya penjualan jamur tiram yang mencapai Rp11.000—12.000 per kg. Molide menyarankan pemakaian pestisida nabati untuk mengatasi hama karena lebih aman, selama biaya produksi mencukupi. Penggunaannya tidak setiap waktu, hanya ketika serangan dinilai merugikan. (Desi Sayyidati Rahimah)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments