Guppy Albino Kampiun 1

Pehobi dari berbagai penjuru kota mengikuti kontes guppy. Persaingan amat ketat.

Total 500 akuarium terisi penuh  pada gelaran Jogja Guppy Contest 2018.

Guppy peraih grand champion milik pehobi asal Jakarta, Tommy.

Langit Yogyakarta mulai temaram. Dewan juri berdiskusi menentukan calon peraih grand champion (GC) pada Jogja Guppy Contest 2018. Beberapa kali dewan juri berembuk dan kembali melihat ikan nomine di akuarium. Menjelang azan magrib barulah juri memutuskan peraih juara. Ikan bermotif topaz milik Tommy terpilih menjadi grand champion. Sebelumnya ikan berekor delta itu jawara di kelas albino tuxedo. Sosok ikan itu memang ideal.

Total 500 akuarium terisi penuh  pada gelaran Jogja Guppy Contest 2018.

Total 500 akuarium terisi penuh pada gelaran Jogja Guppy Contest 2018.

Menurut juri asal Yogyakarta, Rularto Al Khalifi, ikan jawara itu memiliki perbandingan panjang badan dan ekor 1 banding 1. Artinya panjang ekor sama dengan panjang badan. Total panjang dari kepala hingga ujung ekor mencapai 2 inci. Rinciannya badan 1 inci dan ekor 1 inci. Kelebihan lain ukuran ikan lebih bongsor dibandingkan dengan ikan lainnya di kelas yang sama.

Hasilkan juara

Menurut Arul persaingan ikan Poecilia reticulata untuk merebut juara memang cukup ketat. Dewan juri memutuskan pilihan di antara 3 ikan terbaik. Harap mafhum, penentuan grand champion dipilih dari terbaik di antara jawara setiap kelas. Jawara kelas tuxedo bermotif half black dan jawara kelas grass menjadi pesaing terdekat. Namun keindahan ekor, dan ukuran tubuh ikan jawara di atas ikan pesaing terdekat.

Juri asal Pontianak, Kalimantan Barat, Sahlan Rosyadi, memilih ikan jawara kelas tuxedo bermotif half black, jawara kelas grass, dan jawara kelas albino tuxedo bermotif topaz. “Penentuan grand champion bukan dari poin terbaik, melainkan ikan yang paling sedikit kekurangannya,” kata Sahlan. Ikan bermotif topaz juara kelas albino tuxedo paling sedikit minus, sehingga layak mendapat juara.

Penyerahan piala grand champion pada perwakilan Indonesian Guppy Popularize Association Jakarta dan sekitarnya.

Penyerahan piala grand champion pada perwakilan Indonesian Guppy Popularize Association Jakarta dan sekitarnya.

Pemilik ikan, Tommy, menempuh tiga cara untuk menghasilkan ikan jawara. Pertama, ia memilih indukan yang tepat. Kedua menjaga ekosistem air, dan ketiga racikan pakan. Pehobi sejak 2014 itu menambahkan perawatan sejak dini menentukan kualitas ikan. Dua pekan pertama sejak kelahiran, ia tidak mengganti air karena menyebabkan anakan rentan sakit. Untuk mengoptimalkan pertumbuhan, ia memberi pakan tinggi protein pada 2 bulan pertama, misalnya artemia.

Baca juga:  Menakar Peluang Jeruk Merah

Selama fase itu anakan jangan sampai sakit. Musababnya pertumbuhan ikan bisa terhambat. Setelah ikan berumur 2 bulan, ia memberi pakan untuk merangsang pertumbuhan ekor dan warna. Ketika berumur 2,5 bulan, ikan sudah dewasa sehingga Tommy memisah ikan jantan dan betina. Tanpa pemisahan, maka ikan lebih memilih kawin sehingga pertumbuhan terganggu. Selanjutnya menjaga ekosistem akuarium agar ikan tidak sakit. Ikan sehat hingga umur 4—5 bulan pasti layak kontes.

Menurut Tommy ekosistem air berpengaruh terhadap mutu ikan. Ia menjaga bakteri menguntungkan lebih banyak daripada bakteri merugikan. Ciri-ciri ekosistem air baik jika kaca akuarium seperti ada selaput licin dan air jernih. “Waktu ikan buang kotoran biasanya kotoran akan hilang diurai oleh bakteri dalam 12 jam,” kata Tommy. Kalau kotoran ikan tidak terurai artinya bakteri menguntungkan di akuarium kurang dan ini tidak sehat. Mengatasinya mengganti air baru setengah tinggi akuarium.

Dari berbagai kota

Menurut ketua pelaksana kontes, Danang Prima, kuota hingga 500 akuarium adalah terbesar di Indonesia. Rata-rata kontes sebelumnya hanya 200—300 akuarium. Peserta datang dari seluruh perwakilan kota besar di Indonesia, seperti Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Pontianak (Kalimantan Barat), Surabaya (Jawa Timur), Semarang (Jawa Tengah), hingga Jakarta dan sekitarnya.

Penyerahan piala grand champion pada perwakilan Indonesian Guppy Popularize Association Jakarta dan sekitarnya.

Panitia acara Jogja Guppy Contest 2018.

Acara yang berlangsung di pusat jajan Jogja Exhibition Center (JEC) pada 5 Mei 2018 itu juga menggelar temu wicara dengan praktikus guppy senior, Agung Saputra. Pada acara itu pula peresmian kerja sama antara Indonesian Guppy Popularize Association (IGPA) Yogyakarta dan JNE Yogyakara. Kerja sama bertujuan mengurangi persoalan teknis sekaligus melancarkan pengiriman ikan sesuai standar logistik. Kontes guppy internasional mendatang di Yogyakarta pada November 2018. Danang mengatakan, panitia menyediakan hadiah total US$2.500 setara Rp35 juta. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Baca juga:  Avokad Idaman Asal Sleman

Trubus Juni 2018 Highrest.pdf

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *