grooming kucing

Saat anda sudah memutuskan untuk mengadopsi kucing, anda perlu untuk merawatnya. Perawatan yang baik agar kucing peliharaan tetap sehat, cantik dan terawat.

Salah satu bentuk dari perawatan hewan peliharaan adalah grooming kucing secara teratur dan melakukan pertolongan pertama saat kucing peliharaan bermasalah.

Namun proses grooming tidak asal grooming ya, takutnya nanti salah, menjadikan kucing kamu semakin terganggu kesehatannya. Berikut ini informasi tentang grooming kucing kesayangan.

Grooming kucing

Grooming merupakan kegiatan untuk menjaga kebersihan dan keindahan hewan peliharaan.  Seberapa sering kita perlu melakukan grooming? intensitas grooming itu tergantung dari panjang / pendek bulu kucing, tergantung juga dari aktivitas yang dilakukan, baiknya grooming itu dilakukan 3-4 minggu sekali.

kucing dengan bulu panjang
Kucing dengan bulu panjang

Tapi, tetap saja tergantung dari kebutuhan kucing peliharaan anda. Jika anda memiliki kucing dengan masalah kulit, anda harus konsultasikan dulu ke dokter hewan sebelum grooming.

Manfaat grooming

Jika anda melakukan grooming terhadap kucing peliharaan secara rutin, maka hal yang paling terlihat adalah bulu dari kucing anda itu menjadi bersih, rapi dan wangi. Bulu-bulu yang biasanya rontok kini menjadi berkurang.

Manfaat yang penting lainnya adalah anda menjadi tahu apakah kucing peliharaan itu sedang menderita penyakit kulit atau tidak? misalkan adanya kutu, jamur dan lain-lain. Dengan melakukan grooming, ikatan antara kucing peliharaan dengan anda akan semakin erat.

kucing dengan bulu bersih
Rutin grooming kucing menjadikan bulu bersih

Waktu grooming

Kapan sebaiknya grooming dilakukan? waktu yang tepat untuk grooming itu antara pukul 08.00 – 16:00, karena apabila dibawah atau diatas waktu tersebut, suhu udara cenderung dingin yang dapat membuat kucing peliharaan kedinginan.

Syarat grooming

Ada beberapa persyaratan yang anda harus penuhi sebelum grooming kucing. Berikut penjelasannya:

Kucing dalam keadaan sehat

Kucing anda tidak boleh dalam keadaan sakit, sakit dalam bentuk apapun. Contohnya ketika kucing anda mengalami flu.

Tidak boleh timbul gejala klinis

Kucing tidak menampakkan gejala klinis seperti muntah dan diare, keluar cairan berlebihan dari mata hidung maupun telinga, dan juga tidak boleh dalam keadaan demam.

Bagaimana caranya untuk tahu bahwa kucing itu demam? cek saja dengan alat yang namanya termometer. Suhu normal pada kucing itu 38 hingga 39,2 oC.

Apabila suhu kucing anda diatas itu, sebaiknya diamkan kucing di ruangan ber-ac ,jangan dibiarkan stres, kemudian tunggu 30 menit dan periksa kembali apakah suhu tubuhnya turun? maka diperbolehkan untuk grooming apabila tidak maka sebaiknya tidak untuk di grooming.

Alternatif lain, anda dapat coba pegang telinga kucing, apabila telinganya itu terasa panas daripada biasanya, ada kemungkinan bahwa kucing anda itu sedang demam

Tidak boleh setelah di vaksin

Grooming itu tidak boleh dilakukan jika kucing dalam keadaan hamil dan tidak boleh setelah vaksin,  minimal dua minggu setelah vaksin.

Tips sebelum melakukan grooming

Pastikan kucing anda sudah makan sebelum digrooming, karena seperti yang kalian tahu grooming itu memakan waktu yang lama.

Baca juga:  Analisa Usaha Budidaya Kroto
kucing makan
Beri makan kucing sebelum melakukan grooming

Untuk anda yang memiliki kucing yang sangat aktif, ada baiknya anda mengajak bermain kucing terlebih dahulu, sehingga diharapkan pada saat di grooming tenaganya itu sudah habis.

Peralatan grooming

Berikut beberapa peralatan yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan grooming pada kucing.

Shampo khusus kucing

Hal pertama dibutuhkan untuk grooming yang adalah shampo, shampo yang dipakai harus shampo khusus kucing, tidak boleh menggunakan shampoo anjing apalagi shampo manusia, karena ph-nya berbeda.

Secara umum shampo itu ada tiga ada jenis, shampo yang biasa, shampo untuk membasmi kutu dan shampo yang membasmi jamur. Mana yang harus digunakan? itu tergantung kebutuhan kucing masing-masing, tapi jika kucing anda tidak ada masalah, pakai yang biasa saja.

Tapi jika anda ingin grooming kucing karena kotor tapi tidak punya shampo khusus kucing di rumah, anda boleh pakai shampo bayi (baby shampoo), karena ph-nya itu cenderung normal.

Sisir

Gunakan sisir kucing yang tidak terlalu rapat.

Gunting kuku

Gunakan gunting kuku yang memang khusus kucing.

Pembersih telinga

Untuk membersihkan telinga kucing, anda perlu menyiapkan kapas, cotton bud, cairan pembersih telinga dan pinset.

Gunting

Gunting yang dimaksud adalah gunting biasa, gunting untuk memotong bulu  kucing.

Alas

Alas yang fungsinya untuk apa? alas digunakan agar saat grooming tempatnya tidak licin.

Handuk

Handuk yang digunakan itu harus yang ukuran besar.

Hair dryer/  blower

Hairdryer/ blower digunakan untuk mengeringkan bulu-bulu kucing.

Proses grooming

Grooming tidak hanya sekedar memandikan kucing, ada beberapa kegiatan perawatan yang akan dilakukan pada kucing saat melakukan grooming, dari memorong kuku hingga memandikan kucing, berikut penjelasannya.

Memotong kuku

Tahapan pertama dari grooming kucing adalah memotong pukul. Kenapa sih potong kuku itu penting? selain melindungi kita nanti pada saat grooming dari cakaran kucing. Juga karena anatomi kuku kucing ini yang semakin lama tumbuh, itu makin melengkung, jadi dapat membuat kucing berjalan tidak nyaman.

memotong kuku kucing
Memotong kuku kucing

saat memotong kuku, gunakanlah hanya gunting kuku khusus kucing, bukan gunting kuku anjing atau gunting kuku manusia. Sebabnya adalah karena gunting kuku kucing telah di desain khusus, sehingga lengkungan pada gunting pas untuk kuku kucing.

Sebelum memotong kuku kucing, ada baiknya membuat kucing tersebut nyaman terlebih dahulu, yakni dengan cara dielus-elus / disayang-sayang, kalau sudah nyaman baru boleh potong kukunya.

Membersihkan area mata dan hidung

Tahapan kedua adalah membersihkan area mata dan hidung. Anda dapat menggunakan kapas yang sudah dibasahi cairan khusus untuk membersihkan mata, tapi kalau tidak ada, dapat pula menggunakan kapas yang sudah dibasahi air, kotoran di area mata dan hidung dapat bersih juga kok.

Cara melakukannya yaitu dengan mengusap kapas yang telah dibasahi itu secara searah, dari arah hidung ke arah pipinya. Begitu juga dengan mata yang satunya, tapi gunakan kapas yang dibalik/ ganti kapas baru, jangan pakai kapas yang sama.

membersihkan area mata dan hidung kucing
Membersihkan area mata dan hidung kucing

Membersihkan telinga

Tahapan berikutnya adalah membersihkan telinga, alat yang digunakan adalah piset yang bagian ujungnya dililtkan kapas. Anda perlu berhati-hati karena pinset itu ujungnya cukup tajam, sehingga lilitan kapas perlu dilebihkan, supaya aman.

Olesi kapas dengan cairan pembersih telinga, lalu bersihkan telinganya. Kemudian bersihkan sisa-sisa kotorannya menggunakan cutton bud.

Tidak perlu takut untuk membersihkan telinga kucing, karena anatomi telinga kucing itu berbentuk L, jadi minim resiko tapi dia tetap harus pelan-pelan membersihkannya.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah penggunaan cutton bud dan kapas yang berbeda antara telinga kanan dan kiri, hal ini bertujuan untuk menjaga penyebaran penyakit antar telinga.

Gunting bulu

Tahapan berikutnya adalah menggunting bulu. Tahap ini boleh dilakukan, boleh juga tidak dilakukan kalau anda takut. Alat yang digunakan dapat berupa gunting biasa saja.

Baca juga:  Yuk Membuat Hay (Rumput Kering Pakan Kelinci)
telapak kaki  kucing
Bulu di area telapak kaki kucing perlu dipotong

Bulu yang perlu digunting adalah daerah dibawah telapak kaki dan disekitar anus kucing. Bulu-bulu yang ada dibawah telapak kaki perlu digunting karena kalau bulu terlalu panjang dapat membuat kaki kucing licin saat  berlari-lari di lantai.

Tak lupa potong juga bulu-bulu di daerah belakang dekat anus, ini dimaksudkan agar saat kucing buang air besar atau kecil tidak berceceran, kotor dan menimbulkan bau tidak sedap. Apalagi untuk anda yang memiliki kucing yang berbulu panjang, itu sangat penting.

Menyisir bulu

tahapan yang berikutnya adalah menyisir bulu, menyisir bulu itu sangat penting karena dapat meminimalisasi bulu yang kusut, bulu-bulu yang rontok.

menyisir bulu kucing
Menyisir bulu kucing

Menyisir kucing berbulu pendek cukup dua kali sepekan. Adapun menyisir kucing berbulu panjang, idealnya setiap hari. Menurut Cacang Effendi, pendiri Komunitas Sukses Beternak Kucing Ras, tahapan menyisir kucing berbulu panjang dan pendek berbeda.

Kucing berbulu panjang disisir mulai dari bagian perut bawah, lalu ke punggung atas hingga tidak terdapat bulu yang tersangkut. Sisir bulu di semua bagian tubuh seperti ketiak, selangkangan, dan ekor.

Setelah itu sisir bulu dengan arah terbalik dengan tujuan bulu mati dapat terangkat. Lalu sisir bulu di sekitar leher dengan arah bolak balik hingga bulu mengembang. Ulangi proses penyisiran mulai dari awal secara perlahan ke arah luar untuk mengembangkan bulu.

Memasukkan kapas ke dalam telinga

ini merupakan tahapan terakhir sebelum memandikan kucing, masukkan kapas ke dalam telinga kucing dilakukan supaya air tidak masuk ke dalam telinganya. Ukuran kapas dibuat kecil-kecil saja, tapi jangan terlalu kecil dikhawatirkan malah masuk ke dalam telinga.

Memandikan kucing

Memandikan kucing dapat dilakukan menggunakan bath tub atau tempat lain. Pertama-tama, siapkan alas, lalu siapkan air yang hangat, jangan terlalu panas, jangan terlalu dingin. Kemudian pelan-pelan masukkan kucing di bath tub, lalu pelan-pelan basahi/ guyur kucing, ingat hanya dari leher ke kaki.

Lalu ambil shampo khusus kucing secukupnya, kemudian di gosokkan ke seluruh tubuh kucing. Jangan lupa gosok pada bagian kaki, selangkangan dan bagian belakang dari kucing. Boleh juga menggunakan sisir khusus grooming supaya hasilnya lebih maksimal.

kuding dalam handuk
Keringkan kucing dengan menggunakan handuk

Setelah itu bilas tubuh kucing dan pastikan tidak ada shampo yang tersisa. Apabila sudah yakin, bisa langsung di wrap atau dililit dengan handuk karena kucing pasti kedinginan. Pastikan proses memandikan kucing ini dilakukan cepat, sekitar 5-10 menit saja, jangan terlalu lama.

Meringkan kucing

Setelah dikeringkan dengan handuk, anda bisa langsung menjemur kucing tersebut agar bulu-bulu kucing benar-benar kering. Caranya adalah dengan masukkan ke kandang kemudian dijemur tapi jangan langsung dibawa matahari karena takut kepanasan.

Cara diatas cocok untuk kucing yang berbulu pendek. Untuk kucing yang berbulu panjang cara tersebut kurang cocok, dan dikhawatirkan keringnya kurang maksimal.

Bagi anda yang mau mengeringkan kucing dengan hair dryer atau blower, berikut sebuah tips untuk mempermudah pekerjaan.  Masukkan kucing ke dalam kandang, lalu keringkan dengan hair dryer/ blower. Dengan cara ini kucing bisa tenang dan tidak berontak.

Penggunaan hair dryer/ blower harus selalu di gerak-gerakan karena dikhawatirkan kucing kepanasan. Kemudian anda harus pastikan kalau bulu kucing benar-benar kering, karena jika tidak kering, kulit menjadi lembab, kalau lembab itu bisa menyebabkan jamur.

Setelah membahas banyak hal tentang grooming kucing, kini kita membahas bagian yang tidak kalah pentingnya yakni mengetahui beberapa masalah kucing serta bagaimana pertolongan pertamanya.

Kucing, selayaknya hewan peliharaan lainnya, kerap memiliki beberapa masalah, baik itu susah minum, muntah hingga diare. Berikut beberapa informasi yang didapat dari trubus-online.co.id  tentang masalah yang ada pada kucing berikut pertolongan pertamanya.

Baca juga:  Menghasilkan Madu Trigona Itama dari Teras Rumah

Cara mengatasi kucing rewel dan susah minum

Kucing kesayangan kerap rewel dan susah minum? Bisa jadi kucing tidak menyukai air yang disediakan. Menurut Corporate Affairs Manager PT Royal Canin Indonesia, drh. Novi Wulandari, air yang selalu segar syarat utama agar air disukai kucing. Oleh karena itu sebaiknya gunakan wadah minum berbahan keramik agar air selalu sejuk.

Ukuran wadah pun mesti lebar agar kumis klangenan tidak basah ketika minum. Pehobi juga harus rutin mengganti air minum. Jika tidak, kucing lebih suka meminum air dari toilet daripada tempat minumnya sendiri.

Pantangan memberi makanan jenis ini kepada kucing

Dokter hewan di Bekasi, Provinsi Jawa Barat, drh. Hendwinanda Novarianto Kusumo Wibowo, melarang pemberian makanan manusia seperti nasi dan kue untuk kucing. Bumbu makanan manusia tidak tercerna sempurna oleh kucing. “

Gejala ringan muntah atau diare sesaat, paling parah keracunan bahkan kematian,” kata dokter hewan alumnus Institut Pertanian Bogor itu. Hindarkan juga memberikan cokelat, buah-buahan beralkohol atau beraroma tajam, serta umbi-umbian. Jika kehabisan makanan kucing, ikan atau ayam rebus adalah alternatif terbaik.

Penyebab dan cara mengatasi kucing yang terkena diare

Diare salah satu masalah kesehatan pada kucing. Tandanya kucing kerap buang air besar berbentuk cairan. Penyebab secara umum diare dipengaruhi oleh perubahan diet, penyakit, atau infeksi.

Menurut pehobi kucing ras di Bekasi, Jawa Barat, Cacang Effendi, hindari memberikan pakan apa pun selama 12—24 jam pada kucing diare. Asupan air minum bersih tetap harus dijaga untuk menghindari dehidrasi.

Hindari juga memberikan susu karena sebagian kucing tidak mampu mencerna laktosa. Dampaknya laktosa yang tidak tercerna terfermentasi di usus besar, menimbulkan gas, dan menyebabkan diare. Segera bawa klangenan ke dokter hewan terdekat jika diare lebih dari satu hari.

Penyebab dan pertolongan pertama kucing yang muntah

Kucing muntah membuat stres para pehobi. Menurut Yulis Misbach, pehobi berpengalaman di Bekasi, Jawa Barat, penyebabnya ada sejumlah faktor. Sering kali kucing muntah akibat menelan bulu dan terakumulasi hairballs.

Solusinya, pemilik harus rutin melakukan grooming. Penyebab muntah lainnya, cara makan terlalu cepat, dan jenis pakan baru. Untuk mengatasinya, beri pakan secara bertahap, dan ganti pakan baru  ke pakan yang kerap diberikan. Jika muntah berlanjut, segera periksakan kucing ke dokter hewan.

Menghentikan pendarahan pada kucing

Saat kurang pengawasan kucing di rumah kerap melakukan hal-hal yang membahayakannya atau berkelahi dengan kucing lain. Pendarahan dapat terjadi mulai dari luka ringan hingga parah.

Menurut Presiden Cat Fancier Society of Indonesia (CFSI), Cacang Effendi, luka kecil jika dibiarkan dapat mengalami infeksi sehingga luka semakin parah. Tekan secara perlahan kain kasa di atas luka kecil selama 5 menit. Agar tidak mengganggu bulu bisa dipotong dan dibesihkan dengan air hangat.

Selanjutnya tetesi luka dengan obat merah dan balut dengan kain kasa. Jika terjadi pendarahan hebat, Cacang menyarankan untuk membersihkan luka dengan alkohol 70%. Bila darah keluar dari lubang kecil bekas gigitan, tutup dengan bubuk kalium permanganat (PK) hingga berhenti.

Cara mengatasi kucing yang keracunan

Kucing keracunan biasanya akibat minum atau makan bahan beracun di sudut rumah seperti pembersih lantai dan detergen. Pehobi kucing di Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Cacang Effendi, menyarankan untuk mengeluarkan racun dengan cara merangsang muntah.

Berikan hidrogen peroksida 3% sebanyak satu sendok teh (5 ml) per 2,27 kg bobot tubuh. Berikan cairan itu setiap 10 menit sekali sebanyak tiga kali. Selain itu berikan larutan arang aktif dalam enam gelas air dingin untuk menghindari penyerapan racun dalam tubuh.