Graviola Pembenah Saraf 1

Daun sirsak mengembalikan kehidupan korban kecelakaan lalu lintas.

Valentina Indrajati: Daun sirsak mempercepat penyembuhan luka dalam dan memperbaiki fungsi organ

Valentina Indrajati: Daun sirsak mempercepat penyembuhan luka dalam dan memperbaiki fungsi organ

Angelina duduk terdiam dengan pandangan kosong. Di hadapannya, Andreas, putra kesayangannya, terbaring lemah tak bergerak. Hanya bunyi ritmis perangkat elektrokardiografi (ECG) dan desis alat bantu pernapasan yang menandakan kehidupan remaja 18 tahun itu. Hari sebelumnya, Andreas mengalami kecelakaan sepulang sekolah. Benturan keras menyebabkan trauma berat pada kepala. Untuk membantu pemulihan otak, dokter membuat Andreas memasuki kondisi koma.

Tiga hari kemudian, pelajar yang saat itu duduk di kelas 2 SMA itu tersadar. Sayang, kecelakaan yang ia alami menyebabkan dampak serius. Fungsi gerak dan bicaranya terganggu. Efeknya ia sulit beranjak atau berkomunikasi. Itu membuat Andreas kerap jengkel dan frustrasi. Kondisi putranya itu membuat perasaan Angelina bagaikan teriris-iris. Apalagi biaya perawatan dan pengobatan lanjutan pun tidak sedikit. “Kalau untuk membeli mobil angkutan, uang itu bisa membuat saya menjadi juragan angkot,” ungkap Angelina.

Akibat benturan

Meski merogoh kocek dan menguras hampir seluruh simpanannya, kemajuan kesembuhan Andreas sangat lambat. Sebulan berlalu tetapi pengucapan Andreas masih terpatah-patah dan sulit dipahami. Sudah begitu, efek samping obat medis segera tampak: fungsi hati dan ginjal Andreas terganggu. Melalui telepon, seorang saudara mengisahkan kesembuhan melalui pengobatan herbal dan menyarankan Angelina mencobanya untuk Andreas.

Demi kesembuhan buah hatinya, Angelina menuruti saran sang rekan. Sejatinya ia tidak yakin obat herbal mampu memulihkan Andreas. “Obat-obat mahal dan paten saja lambat, apalagi tumbuh-tumbuhan,” tuturnya. Menurut Dr dr Hardhi Pranata SpS MARS, dokter spesialis saraf di Jakarta, lama terapi trauma otak tergantung berat ringannya trauma. Maklum, organ itu sangat rapuh dan halus sehingga peka terhadap benturan. “Itu sebabnya otak terlindung oleh tulang tengkorak,” tutur anggota tim dokter kepresidenan itu.

Konsumsi sayur-sayuran mempercepat penyembuhan luka

Konsumsi sayur-sayuran mempercepat penyembuhan luka

Di balik tulang keras tengkorak itu juga terdapat cairan intrakranial yang berfungsi menyerap benturan. Benturan keras, terutama di sekitar tengkuk, dahi, dan kening, dapat menyebabkan fungsi beberapa saraf terganggu. Meski ragu, Angelina percaya kesembuhan bisa datang dari jalan yang tak terduga. Ia lantas mengunjungi Valentina Indrajati, herbalis dan pakar pengobatan holistik di Kota Bogor, Jawa Barat. Valentina memberikan racikan herbal dengan bahan utama daun sirsak untuk diminum 2 kali sehari.

Baca juga:  Juara di Markas Tentara

Menurut Valentina, daun sirsak mengandung zat yang mempercepat penyembuhan luka dalam. Daun kerabat srikaya itu juga mengandung antioksidan yang memperbaiki fungsi organ filtrasi seperti hati, empedu, dan ginjal. Antioksidan itu juga membantu fungsi sistem kekebalan tubuh untuk melawan mikrob penyebab penyakit yang masuk melalui luka terbuka.

Setiap hari Angelina dengan telaten merebus, menyaring, lalu setelah dingin meminumkan air rebusan herbal kepada Andreas. Hari demi hari ketelatenan Angelina kian menampakkan hasil. Andreas mulai lancar berbicara. Keraguan yang melanda Angelina pupus berganti keyakinan. Saat racikan itu habis 2 pekan berselang, Angelina kembali mengunjungi Valentina. Total jenderal, terapi dengan racikan berbahan daun sirsak itu menghabiskan waktu lebih dari 2 bulan.

Angelina juga mengubah pola makan Andreas. Ia menghentikan konsumsi daging dan memberikan lebih banyak sayur-sayuran. “Nasi dan karbohidrat juga dibatasi karena memperlambat penyembuhan luka,” kata Angelina. Pada pekan keempat terapi, Andreas kembali bersekolah. Kini kelincahan remaja kelahiran Bogor itu pulih sepenuhnya. Saat Trubus berkunjung ke kediaman Angelina, Andreas baru menyelesaikan ujian nasional di sekolahnya.

Mempengaruhi hormon

Kecelakaan lalulintas menyebabkan 3 orang meninggal setiap jam

Kecelakaan lalulintas menyebabkan 3 orang meninggal setiap jam

Khasiat daun sirsak untuk pemulihan otak dibuktikan oleh riset Padma dan rekan-rekan di Universitas Hindu Banaras, India. Mereka membuat tikus uji mengalami stres dan menderita gangguan fungsi saraf. Dalam penelitian itu, terungkap bahwa tikus penderita gangguan saraf mempunyai kadar hormon monoamina oksidase (MAO) lebih sedikit ketimbang tikus normal.

Kekurangan MAO menyebabkan kadar tripamina hidroksi (HT) dan indol asam asetat hidroksi (HIAA)—keduanya hormon pemicu stres—melonjak. Sejatinya otak mampu memproduksi hormon pereda stres, yaitu norepinefrin dan dopamin. Namun, kadar keduanya rendah pada tikus yang menderita gangguan fungsi saraf. Pemberian ekstrak daun sirsak meningkatkan kadar MAO sehingga menekan hormon HT dan HIAA. Ekstrak itu sekaligus meningkatkan kadar norepinefrin dan dopamin sehingga mempercepat pemulihan gangguan saraf.

Baca juga:  Selamat Datang Primadona Baru

Sebagai korban kecelakaan lalulintas, Andreas terbilang “beruntung” karena bisa pulih kembali. Data Direktorat Lalu lintas Kepolisian Republik Indonesia yang dikutip Badan Pusat Statistik menyatakan, pada 2012 terjadi 117.949 kecelakaan di jalan raya. Korban meninggal mencapai 29.544 jiwa, luka berat (39.704), dan luka ringan (128.312). Itu berarti setiap jam 3 orang meninggal akibat kecelakaan. Kerugian materi akibat kecelakaan hampir Rp300-juta. Perilaku taat aturan dan kehati-hatian kunci utama mengurangi korban jiwa akibat kecelakaan. (Argohartono Arie Raharjo)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *