Gelar Pertama Sinfuk 1
Sinfuk raih gelar pertama di Mall Festival Citylink Bandung, Jawa Barat

Sinfuk raih gelar pertama di Mall Festival Citylink Bandung, Jawa Barat

Sinfuk yang menawan merebut young champion.

Perebutan gelar young champion (YC) menjadi salah satu partai bergengsi di pentas Bandung Lou han Competition II 2014. Di partai bergengsi itu para kampiun kategori B saling beradu cantik. Bersaing dengan kampiun cinhua B, Sinfuk yang sebelumnya didaulat menjadi kampiun cencu B tampil menawan. “Penampilannya paling mencolok di antara lou han lain,” kata Agus Triono, juri asal Surakarta, Jawa Tengah.

Kesan pertama yang ditampilkan klangenan milik Budi Triono alias Bobid dari Tim SSL, Jakarta, itu sangat meyakinkan. Warna tubuhnya merah terang dengan sapuan semu kuning ditimpali “tumpahan” butiran mutiara di sekujur tubuh. Itu membuat lou han berumur setahun yang dibeli Bobid pada November 2013 terlihat aduhai. “Ini gelar pertama Sinfuk,” ujar Bobid bangga.

Baby champion Bandung Lou han Competition II 2014

Baby champion Bandung Lou han Competition II 2014

Sengit di C

Saat menjuarai kelas masing-masing, perolehan nilai cinhua B lebih tinggi yakni 22,569, sedangkan Sinfuk mengantongi nilai 22,439. Namun keunggulan kampiun cinhua B itu tidak dapat dipertahankan di babak puncak. “Kesan pertama langsung terlihat bila juara cencu B lebih unggul saat disandingkan,” ujar Agus.

Perawatan yang baik menjadi kunci keberhasilan Sinfuk. Bobid memberikan pelet yang mengandung spirulina untuk memoles warna dan mutiara lou han. Saat malam Sinfuk mendapat pakan udang agar tubuhnya padat berisi. “Kulitas air juga sangat mempengaruhi performa lou han,” ujar Bobid yang mengganti 70% air baru setiap pekan. Dua pekan menjelang kontes, ia memberikan pakan peningkat warna. Frekuensi pemberian 4 kali sehari. Selain itu, Bobid rutin melatih Sinfuk dengan cermin selama 15—20 menit.

Kebersamaan para pehobi lou han di Bandung

Kebersamaan para pehobi lou han di Bandung

Partai bergengsi lainnya yakni baby champion (BC) menobatkan cinhua C milik Tim ACE sebagai pemenang. “Lou han itu memiliki tubuh proporsional dengan warna cerah dan solid,” kata Tomy Adi Prasetyo, juri asal Surakarta. Juri lain, Agus, menyampaikan hal senada. “Tubuhnya kompak dan berprospek menjadi juara di saat dewasa,” katanya.

Baca juga:  Pangan Kaya Gizi

Dibandingkan persaingan di kategori B, menurut Tommy, persaingan di kategori C paling ketat. “Ini karena kualitas ikan hampir setara sehingga penjurian memakan waktu lebih lama,” ujar Tommy. Sebagai gambaran perolehan nilai antarjuara di satu kelas sangat tipis. Kampiun cinhua C milik Tim ACE hanya berselisih nilai 0,1135 dari posisi kedua yang ditempati lou han milik Hendrianto dari Tim Stars.

Terjadi peningkatan kualitas di kelas bonsai

Terjadi peningkatan kualitas di kelas bonsai

Ketatnya perolehan nilai itu juga terjadi di kelas cencu C dan free marking C. Kedua kelas itu selisih antarjuara hanya berkisar 0,128—0,784. “Persaingan di kategori C di seluruh kelas paling ketat,” kata Tommy. Dengan kondisi seperti itu boleh jadi akan selalu muncul juara baru di kategori C pada setiap kontes tergantung performa lou han saat bertanding. Seringkali ikan gagal tampil prima akibat mentalnya buruk dan mudah stres. Akibatnya warna memudar.

Semarak

Di luar kategori B dan C, persaingan di kategori klasik, golden base, dan bonsai lebih longgar. Hal itu tampak dari perolehan nilai antarjuara yang berselisih agak lebar. Namun, “Kualitas bonsai kali ini jauh lebih baik daripada liga di Jakarta,” ujar Tomy. Di kelas klasik, lou han milik Robert dari Tim Aries menjadi juara setelah meraup nilai 20,695, berselisih 1,88 poin dari lou han juara ketiga milik HG Lou han.

Kampiun golden base milik SSL

Kampiun golden base milik SSL

Lomba yang digelar di Mal Festival Citylink Bandung pada 10—11 Mei 2014 itu memang semarak lantaran menyedot perhatian pengunjung. Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya di Giant Hyperpoint, Pasteur Bandung yang sedikit dihadiri pengunjung. “Mungkin itu karena lomba kali ini dilakukan di dalam mal,” ujar Jimmy, panitia kontes yang menyebutkan jumlah lou han yang bertanding mencapai 164 ekor di 9 kelas.

Baca juga:  Bali Rose Jadi Ghia Farms

Pada kontes tingkat regional itu, tim Star berhasil memboyong gelar juara setelah meraup nilai 674 melalui 14 lou han. Berikutnya tim ACE (618 poin), SSL (524 poin), Thai Palace (278 poin), Villa (274 poin), Dimensi (262 poin), dan Maximus (252 poin). Yang menarik tim ACE dengan 10 lou han berhasil menyabet juara 1 di 3 kelas, yakni cencu C, cinhua C, dan free marking B, sedangkan juara tim Star hanya memboyong juara 1 di kelas cinhua B, tapi menguasai 3 besar di beberapa kelas. Hal itu yang membuat Tim Stars memperoleh nilai tinggi. (Rizky Fadhilah)

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *